It'S Me

It'S Me
Episode 246



Kali ini Didi benar-benar harus berterima kasih kepada Lastri, karena kali ini Didi bisa memenuhi permintaan bosnya yang sangat aneh. Setelah mendapatkan pesanan tersebut, Didi segera memacu mobilnya menuju rumah Arkan.


Lama perjalanan menuju rumah Arkan, ditempuh hampir empat puluh lima menit dari rumah Lastri. Sesampainya di rumah Arkan Didi segera mengetuk pintu rumah Arkan. Arkan tersenyum ketika melihat plastik yang ada di tangan Didi.


"Beli banyak banget Di?" tanya Arkan kepada Didi.


...


"Hehehe... ini punya saya Pak, saya juga mau ngerasain rasanya martabak siang." kata Didi sambil tertawa.


"Oh... Berapa Di?" tanya Arkan kepada Didi.


"Oh astaga pak, saya lupa bayar, besok aja deh pak langsung sama si Lastri." kata dede sambil menepuk jidatnya, karena baru sadar bahwa Ia belum membayar Lastri.


"Loh ini buatan Lastri?" tanya Arkan kepada Didi.


"Iya pak, soalnya jam segini tukang martabak belum ada yang keluar Pak." kata Didi menjelaskan. "Ya untung-untungan dia bisa buat Pak, kayaknya enak sih." kata Didi mencoba meyakinkan Arkan, membuat Arkan segera menganggukkan kepalanya.


"Ya makasih ya Di." kata Arkan kepada Didi, membuat Didi segera mengangguk.


"Iya pak sama-sama, kalau begitu saya kembali dulu." Kakak Didi pamit kemudian pergi meninggalkan Arkan, menuju mobilnya.


Arkan memang sedikit salut dengan Didi, karena Didi merupakan orang yang ulet, dan tentu saja bisa diandalkan. Seperti saat sekarang ini, bagaimana mungkin ini merupakan permintaan yang aneh. Istrinya meminta untuk dibelikan martabak pada saat siang hari.


Arkan segera melangkahkan kakinya, menuju ke tempat Ariana sedang beristirahat. Ariana saat ini memilih untuk menonton FTV indoseare di TV. Arkan melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya, Arkan segera ikut duduk di samping istrinya untuk ikut menikmati FTV indoseare yang isinya tonton.


"Sayang, ini martabak yang kamu pesan." kata Arkan sembari meletakkan martabak di depan Ariana. Membuat Ariana segera melangkahkan kakinya menuju dapur, sembari mengambil piring untuk meletakkan martabak tersebut.


Saat Ariana berjalan menuju ruang keluarga, ternyata saat ini Arkan tengah menonton FTV kisah nyata Indoseare. Arkan tampak terlihat serius melihat jalan cerita tersebut.


Tampa mempedulikan ekspresi Arkan, Ariana segera duduk disamping Arkan, untuk menikmati martabak yang telah Ia pesan.


Saat menampilkan sebuah adegan, di mana istri tengah berselingkuh, dan ketahuan suaminya, Arkan tiba tiba bersorak.


"Mampus, jadi istri ga ada akhlak, suami capek capek kerja, eh malah selingkuh." kata Arkan mengomeli pemeran wanita antagonis yang ada di FTV tersebut. Reaksi Arkan soundtrack membuat Ariana yang mengunyah makanannya, tiba-tiba menelan makanan tersebut dengan kasar.


Ariana kemudian memandang Arkan, lalu kemudian memandang TV tersebut. Ariana bingung bagaimana suaminya tiba-tiba menampilkan ekspresi tersebut, biasanya suaminya ini lebih cuek dan realistis. Tapi tiba-tiba suaminya ini menjadi sedikit emosional, bagaimana tidak hanya melihat adegan tersebut suaminya tiba-tiba bereaksi seperti itu.


"Sayang lihat tu, Istrinya kurang ajar banget." kata Arkan kepada Ariana, sontak membuat Ariana semakin bingung.


Adegan yang ada di FTV tersebut kembali berlanjut, di mana istrinya mengusir suaminya, dari rumah mereka.


"Astaga... dasar istri durhaka tu sayang, kena azab baru tahu rasa dia." kata Arkan kembali mengomel, dan menyumpahi pemain antagonis tersebut.


Ariana masih dalam mode bingung dan tak percaya, sementara Farid yang baru saja masuk, ikut tak percaya dengan ekspresi Arkan yang baru saja ia tampilkan.


"Mas itu cuman film, FTV mereka cuman pura-pura." kata Ariana mengingatkan Arkan, karena menurut Ariana ekspresi Arkan tersebut sudah berlebihan.


"Iya sayang, tapi lihat deh, itu kan katanya kisah nyata sayang, jadi pastilah ada yang gitu." protes Arkan, membuat Ariana mengangkat bahunya acuh, sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Tau tuh Pa, masa film aja mau di baperin." kata Ariana sembari masih, memakan martabaknya. "Papa mau?" tawar Ariana kepada Farid.


"Wais beli di mana? ini kan masih siang?" tanya Farid bingung.


"Tau, tadi si Didi sekertaris Mas Arkan." jujur Ariana, sembari menyodorkan sepiring martabak keju.


"Ya..." kata Farid mencomot satu potong martabak keju.


Farid dan Ariana memakan martabak tersebut, sembari sesekali memperhatikan Arkan yang tengah mengoceh, dan menyumpahi pemain antagonis FTV tersebut.


Arkan benar benar seperti ibu ibu, pencandu sinetron. Yang akan marah kepada pemain antagonis. Padahal tahu jelas itu hanya sebuah akting.


"Coba lihat, kamu jangan jadi istri sekaligus ibu yang seperti itu ya." kata Arkan menunjuk pemain antagonis tersebut, membuat Ariana tersedak. "Kamu itu kalau minum hati hati sayang." kata Arkan mengoceh sembari memberikan minuman kepada Ariana.


"Iya Mas... tapi itu cuman akting Mas." jelas Ariana, membuat Arkan mengerut tak suka.


"Itu coba lihat anaknya benar benar nangis loh." kata Arkan membela diri.


"Iya itu berarti akting nya bagus Mas." kata Ariana tak mau kalah.


"Engga itu memang tampangnya lihat tu, memang tampang jahat sayang. Persis kayak nenek lampir." oceh Arkan membuat Ariana dan Farid terdiam.


Saat iklan Farid segera memindahkan saluran TV, membuat Arkan merengut tak suka.


"Pah kok di pindahin?" protes Arkan. "Kan masih penasaran, ya kan sayang." kata Arkan mencari pembelaan.


"Udah Pah turutin aja." kata Ariana meng kode Ayah mertuanya, agar mengembalikan Chanel indoseare tadi. Dengan sangat terpaksa Farid kembali memutar indoseare di TV tersebut, dan kembali mendengar ocehan Arkan, yang benar benar mirip ibu ibu komplek, saat membeli sayur.


"Suami kamu lagi kesambet nak." kata Farid meninggalkan Ariana yang tengah asyik dengan makannya, sementara Arkan yang tengah asyik dengan ocehannya. Membuat Farid menghela nafas, karna perubahan anaknya ketika istrinya hamil.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.