It'S Me

It'S Me
Episode 203



Mereka bernostalgia, dengan cara mencubit pipi Ariana, dengan sangat gemas. Jasson dengan kekesalannya yang tersisa, mencubit pipi Ariana, dengan gemas. Jangan lupakan cubitan super dari Maxim.


"Aaaaaa..." teriak Ariana membahana. ketika pipinya di tarik oleh Maxim dan Jasson, dan tak mampu berbuat apa apa, karna pergerakannya sudah di kunci oleh Armin. "Dasar kejam, pipi ku yang cantik, di cubit para lelaki kejam." teriak Ariana, memberontak. Membuat para pelaku tertawa, mendengar teriakan dari Ariana.


...


"Tolong..." teriak Ariana sekali lagi, membuyarkan lamunan Arkan, dan segera menyelamatkan Ariana. Mereka bertiga melepaskan Ariana, yang saat ini berada, di dalam pelukan Arkan. Arkan melonggarkan pelukannya, dan memandangi wajah Ariana, yang memerah akibat cubitan.


Bukannya merasa bersalah Armin, Jasson dan Maxim justru tertawa. Melihat pipi memerah Ariana, memang terlihat sangat lucu, di mata mereka bertiga. Sebenarnya Arkan juga ingin tertawa, namun Arkan sadar bahwa wajah Ariana tengah sakit, akibat cubitan super dari ketiga sahabatnya.


"Hahahaha... Maha karya kita memang sangat sempurna." tawa Maxim pecah, ketika melihat rambut Ariana yang sedikit acak, hidung dan pipi memerah.


"Benar benar seperti badut, ancol." kata Jasson membuat tawa mereka bertiga pecah. Arkan dengan sabar, memperbaiki tatanan rambut Ariana, agar rapi kembali.


"Dasar kalian para lelaki, tidak berperasaan." kata Ariana, dengan kesal menatap Maxim, Armin dan Jasson bergantian.


"Tidak Ana, kami sangat sayang padamu." kata Jasson mendramatin.


"Hentikan Elsa, kau sangat kejam sebagai kakak." jawab Ariana, tak mau kalah.


"Tidak Ana, kau yang mualai, kau kakak suruh mengambilkan Amer, denga menggunakan es, tapi es nya kau lupakan." kata Jasson lebih mendramatisir, membuat perut mereka geli, tak tahan rasanya ingin tertawa.


"Tidak Elsa, untuk apa kau meminta es tampa e." jawab Ariana membela diri. "Lagian kau bisa membuat es dengan sihirmu." lanjut Ariana.


"Oh iya aku lupa." jawab Jasson. "Sembriwing sembriwing, aselole, gazeboy ahay ****." kata Jasson seolah sedang memgucapak mantra. "Ah mantap." kata Jasson seperti tengah meminum sesuatu yang membuat segar.


"Waw impressive." kata Ariana, sontak membuat yang lain tak mampu menahan tawa mereka.


"Ferguso tolong diam, contoh Elif sejak tadi hanya diam." kata Ariana menunjuk wajah Armin, Yeng sejak tadi sudah tertawa. Tak kuat melihat tingkah Ariana, Maxim dan Jasson. "Sudahlah aku mau nai kereta bersama Ollof ku dulu." kata Ariana menggandeng tangan Arkan, menuju kereta kuda, yang telah di sediakan.


"Ana kau mau ke kereta jukuju kuju kuju kujuk jeng jeng hatiku gembira, ya?" tanya Maxim di sertai dengan goyangan, yang hanya di tanggapi dengan anggukan oleh Ariana. "Baikalah aku mau mengajak kekasih hatiku dulu." kata Maxim menghampiri Jessica.


Mereka menaiki kereta kuda, untuk perjalanannya mengelilingi istana kerajaan yang luas tersebut. Membuat Ariana tersenyum bahagia, karna sekali lagi merasakan sebuah rindu terlepas, di hatinya. Arkan yang melihat senyum Ariana yang mengembang, ikut bahagia.


"Sayang kamu bahagia banget kayaknya." kata Arkan, sembari meraih tangan Ariana. Membuat Ariana mengalihkan pandangannya ke arah Arkan.


"Iya Mas, terimakasih banyak, ini adalah salah satu yang terbaik di hidupku." kata Ariana, membalas genggaman tangan Arkan.


Arkan dengan sigap menarik horden jendela, untuk menutupi kegiatan mereka, di dalam kereta. Arkan mendekati Ariana, dan bersiap untuk mendekatkan wajahnya ke arah Ariana. Perlahan namun pasti, bibir Arkan kini mulai mendekati bibir Ariana. Hingga membuat Ariana, memejamkan matanya, menunggu kegiatan selanjutnya. Saat semua hampir terjadi, tiba tiba kereta berhenti, membuat badan Ariana dan Arkan linglung, hingga akhirnya Ariana terjarembab ke hadapan Arkan, dan terbentur kayu. Sementara Arkan terjarembab ke belakang, untungnya saja di belakang itu adalah dinding.


"Om... ga papa kan?" Gilang membuka horden jendela kereta, Ariana dan Arkan. Alangkah terkejutnya, melihat posisi Ariana yang saat ini, tepat di hadapan Arkan. "Oh maaf mengganggu, lupa pengantin baru, lanjutkan karaoke nya." kata Gilang kembali menutup hordeng, dan bersiap untuk kembali ke keretanya.


"Gilang ngomong apa sih Mas? Apaan coba karaoke karaoke segala, kan ga ada perlengkapannya." kata Ariana bingung dengan tingkah Gilang. "Auhhhh." kata Ariana, meringis memegangi jidatnya, yang terbentur. Membuat Arkan segera memapah Ariana, dan mendudukkan dirinya, di samping istrinya.


"Sini sayang, Mas tiup dulum" kata Arkan, khawatir dengan Ariana. "Kita balik aja duluan gimana?" tawar Arkan, tak tega melihat kening istrinya yang membiru, akibat benturan yang sangat keras. Ariana hanya mengangguk, karna sudah merasakan sakit, di dahinya.


Akhirnya Ariana dan Arkan kembali terlebih dahulu, ke hotel untuk mengobati, kening Ariana, yang kini membiru, sekaligus sedikit membengkak. Sementara Arkan, terus melindungi kening Ariana dari benturan kembali, maupun dari pandangan orang orang, karna mungkin Ariana akan sangat malu dengan hal tersebut.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.