It'S Me

It'S Me
S2 (24)



Sesampainya mereka di kantor, Arkan segera menggandeng tangan Ariana ke dalam kantor. Beberapa karyawan tampak menyapa kepada mereka berdua, dan mereka menjawab sapaan para bawahan mereka dengan senyuman manis. Mereka kemudian masuk ke dalam lift khusus CEO, dan para pemegang saham di perusahaan tersebut. Namun sebelum pintu lift tertutup dengan sempurna, seseorang menghentikannya, kemudian masuk ke dalam lift yang mereka tumpangi.


...----------------...


Arkan tersenyum terpaksa kepada orang itu, sementara yang di senyumi juga ikut tersenyum, terutama kepada Ariana. Ia menampilkan senyum menawannya, yang biasanya digunakan untuk menjerat para wanita.


Ya itu adalah ternyata kliennya Arkan kini juga telah berada di dalam satu lift dengannya.


"Hi tuan Arkan, dan nona Ana," siapa klien tersebut, yang tak lain adalah Dimas klien nya tempo hari, yang mengajak Ariana untuk makan bersama.


"Hai tuan Dimas, saya lihat anda sangat bersemangat pagi ini sehingga anda sangat cepat, saya saja baru datang," kata Arkan menyindir Dimas. Sementara Ariana hanya mengulum senyum.


Dimas tersenyum kecut, karena kalimat yang Arkan lontarkan jauh dari kata pujian, kata kata dari Arkan lebih tepatnya seperti sebuah sindiran, untuk dirinya. "Ah untuk seorang Presdir sebesar anda, anda juga sepertinya sangat bersemangat," balas Dimas sembari tersenyum manis.


Arkan hanya memandang calon partnernya ini, ia benar benar jengah dengan sikap Dimas. Arkan tahu betul bahwa Dimas adalah seorang playboy, ah lebih tepatnya seorang casanova. Itu sudah menjadi rahasia umum, atau lebih tepatnya konsumsi publik.


Sementara Ariana hanya menggeleng, mendengarkan perdebatan mereka. Ah lebih tepatnya sindiran sindiran yang mereka lontarkan. Sebenarnya Ariana malas berada di antara mereka, namun mau bagaiman lagi ini sudah terjadi. Ariana bahkan berkali kali menghela nafas kasar, semabari memberi kode kepada Arkan agar berhenti.


"Ah tentu saja, bukankah seorang atasan harus memberikan contoh yang baik kepada anak buahnya?" Arkan kembali menjawab pernyataan atau lebih tepatnya sindiran untuk Dimas.


Arkan terkekeh mendengar penuturan Dimas, yang menurutnya tidak tahu apa apa, ya memang tidak tahu apa apa. "Bisa di bilang begitu," kata Arkan terkekeh, Arkan kemudian menarik pinggang Ariana, kemudian merangkulnya dari belakang. "Begini?"


Dimas terkejut melihatnya, bagaimana tidak bahkan Arkan dengan terang terangan merangkul sekertarisnya.


Kini Dimas benar benar tak percaya, Arkan benar benar melakukannya di hadapannya. "Tidak kah anda menghargai perasaan istri anda? Bagaiman jika istri anda mengetahuinnya?"


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.