It'S Me

It'S Me
S2 (04)



"Baiklah nona Ana, jika lain waktu ada kesempatan saya akan mengundang anda untuk makan bersama," kata Dimas menunjukkan senyum terbaiknya kepada Ariana.


"Ah untuk apa tuan Dimas," tanya Ariana ingin menolaknya secara halus.


"Untuk berterima kasih karena berkat nona Ana,


saya dapat bekerja sama dengan tuan Arkan," kata Dimas kepada Ariana.


"Ah tidak perlu ini tugas saya," kata Ariana menolak secara halus.


...----------------...


"Jangan sungkan, saya akan amat senang jika noleh menerimanya," kata Dimas sedikit memaksa ingin mengajak Ariana untuk keluar.


Arkan kesal mendengarkannya membuatnya menggeram, karena sikap Dimas yang terlalu lancang ingin mengajak istrinya keluar. Apalagi Arkan mengakui bahwa Dimas itu lumayan tampan, dan juga berbakat. Apalagi Dimas itu itu umurnya lebih mudah dibandingkan dengannya, insecure nya sebagai laki laki teruji. Arkan juga takut jika suatu saat nanti Ariana bosan dengannya, ataupun dia telah terlihat tua dan tidak segagah sekarang, Ariana akan meninggalkannya.


"Maaf tuan... jika ada waktu saja ya, soalnya akhir akhir ini jadwal sangat banyak, belum lagi saya harus mengurus anak saya," kata Ariana menolak ajakan Dimas, santet membuat Arkan tersenyum.


Dimas akhirnya meninggalkan ruangan tersebut bersama sekretarisnya, untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Jujur saja tadi Ariana dapat melihat wajah kecewa dari Dimas, namun Ariana juga harus menghargai suaminya, yang dipastikan akan sangat cemburu Jika ia pergi bersama pria lain.


Apalagi semenjak tadi Ariana dapat membaca raut wajah suaminya, yang tengah cemburu kepadanya. Setelah mengarungi perjalanan rumah tangga hampir tujuh tahun, Ariana dapat dengan jelas mengetahui ekspresi dari suaminya, tanpa harus suaminya katakan.


Setelah di lihatnya Dimas meninggalkan tempat tersebut, Ariana kemudian memeluk Arkan untuk menenangkan suaminya itu.


"Mas sayang tenang saja, kepada negara aja Ana yang cantik jelita tiada dara ini saja bisa setia, apalagi kepada suami yang jelas jelas sudah sah di mata agama maupun negara," kata Ariana mencoba membuat suaminya yakin, dengan banyolan yang ia miliki. Ariana berharap dengan hal itu, suaminya tak perlu lagi terlalu insecure kepada dirinya.


Benar saja Arkan saat ini sudah mulai tersenyum, sembari memeluk perut Ariana. Arkan bahkan mengecup dan mencium perut Ariana, Membuat Ariana terkekeh. "Sayang ayo kembali ke ruanagan," kata Arkan melepas pelukannya.


Arkan mulai berdiri dari tempat duduknya, sembari menggandeng Ariana untuk keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa Arkan mencomot berkasnya, karena Arkan tak ingin Ariana yang membawanya.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.