
"Tentu saja ini resep andalan ku." Kata Gu Ana menyombongkan diri. "Ya aku ini bukan nona muda manja, aku ini calon istri idaman bagi para laki laki, aku ini pintar, bisa berbagai bahasa, pintar melukis, bernyanyi, memasak, dan pebisnis hebat." Kata Gu Ana menyombongkan diri, sambil mengisi mangkuk makanan untuk raja Bao Ling. Mendengar kesombongan Gu Ana, hanya membuat senyum samar di wajah raja Bao Ling.
"Ini makan lah, aku jamin kau akan ketagihan makan masakanku." kata Gu Ana menyerahkan mangkuk yang telah terisi makanan kepada raja Bao Ling.
...
"Oh ya... berarti aku tak rugi membuatmu menjadi pelayan ku." Kata raja Bao Ling, sambil bersiap memasukkan makanan ke mulutnya, dengan menggunakan sumpit. Saat memasukkan makanan ke dalam mulutnya, Rasa gurih, berlemak yang berasal dari santan, kelapa goreng, dan kacang tanah, dicampur rempah rempah. Membuat raja Bao Ling, merasa takjup dengan makanan yang baru saja Gu Ana buat.
"Ina benar, benar kau yang membuat?" tanya raja Bao Ling, sambil makan dengan lahap.
"Memangnya kau pernah makan ini sebelumnya?" tanya Gu Ana sambil kembali memasukkan kembali daging tersebut ke mulutnya, tampa menjawab pertanyaan dari raja Bao Ling.
Raja Bao Ling hanya menggeleng, memilih memakan makanan yang di bawakan Gu Ana. Gu Ana dapat melihat, berapa lahapnya raja Bao Ling, saat ini makan.
"Ya pelan pelan, ini masih banyak, tak akan ada yang merebutnya dari mu, kecuali kau punya tuyul." kata Gu Ana sambil menghapus jejak makanan di sudut bibir raja Bao Ling. "Aduh sudah ku bilang pelan pelan, kau seperti anak kecil, kalau kau makan terlalu cepat, nanti kau akan tersedak." omel Gu Ana seolah yang dihadapannya ini adalah Gu Jun.
Raja Bao Ling, tertegun mendapatkan perlakuan tersebut. Rasanya baru kali ini ada yang selancang ini padanya, tapi hatinya sedikit menghangat dengan hal itu. Namun saat Gu Ana mengoceh, seperti memarahi seorang anak kecil, raja Bao Ling yang sedikit tersentak.
Apa dia pikir aku anak kecil apa? Dia mengoceh seperti berhadapan dengan anak kecil, bukan raja seperti ku. Kesal raja Bao Ling.
"Apa? Kau mengataiku dalam hati ya." tebak Gu Ana dengan penuh selidik.
"Kenapa kau selalu berburuk sangka sih dengan ku?" bantah raja Bao Ling.
"Tidak tidak juga, pandangan mu sungguh terlihat sangat membenci ku." jujur Gu Ana.
"Terserah." kata raja Bao Ling, kembali menyuapi dirinya sendiri dengan daging.
"Ini kau makan lah sup ini, kulitmu terlihat kering, harus banyak meminum cairan." kata Gu Ana menyodorkan sebuah sup kepada raja Bao Ling. Hanya dengan beberapa sendok, raja Bao Ling memghabiskan sup tersebut.
Setelah mereka makan, Gu Ana segera membereskan bekas makanan mereka, lalu memberinya kepada dayang yang menunggu di luar ruangan.
"Apa lagi yang harus ku lakukan?" tanya Gu Ana, menghampiri raja Bao Ling.
"Bisa kah kau sedikit sopan padaku? Aku ini seorang raja. Aish sudah lah, kalau kau ingin keluar untuk melihat festival malam ini, bantu aku mengerjakan tugas ku." Kata raja Bao Ling menunjukkan tempat duduk untuk Gu Ana, yang tepat berada di samping sebelah kanannya.
"Aihh... sungguh menyusahkan." kesla Gu Ana, melihat raja Bao Ling dengan penuh kesal.
"Ya... ya, berhenti mengatakan hal itu." kata Gu Ana dengan menggerbikkan bibirnya, sambil mengembangkan pipinya. Wajah Gu Ana sangat menggemaskan, ketika hal melakukan hal tersebut.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Gu Ana memandang wajah raja Bao Ling dengan seksana. Diam diam Gu Ana mengambil gulungan kosong, lalu menggoreskan garis garis kecil, di kertas tersebut. Pandangan Gu Ana terus saja tertuju ke arah raja Bao Ling, sambil terus menggores tinta di gulungan tersebut.
"Apa kau punya pewarna di sini Ling?" tanya Gu Ana dengan lancangnya, tampa embel embel raja, sambil melihat ke sekeliling, mengedarkan pandangan mencari benda yang di maksud.
"Itu di laci tersebut." kata raja Bao Ling, tampa melepaskan pandangan dari gulungannya.
"Terimakasih Ling Ling ku." kata Gu Ana dengan senang hati. Tampa di jawab raja Bao Ling.
Gu Ana segera membawa beberapa pewarna ke meja nya, kemudian mulai mewarnai, sesuai dengan warna kulit wajah dari raja Bao Ling saat ini, yang menjadi sedikit ke orenan, karna tertimpa sinar matahari, yang berhasil masuk ke sela sela jendela.
Setelah sekian lama, alkhirnya lukisan itu selesai, Gu Ana tersenyum bangga, dengan hasil karyanya. Yang memang sangat indah, nan menawan.
"Aku memang seorang Artist yang luar binasa." Guman Gu Ana dengan membanggakan dirinya sendiri.
"Ling Ling, lihat lah bagaiman?" Tanay Gu Ana kepada raja Bao Ling, dengan sangat tidak sopannya, menyenggol raja Bao Ling, dengan sikutnya sendiri. Raja Bao Ling yang merasa terusik, akhirnya mengalihkan pandangan ke arah Gu Ana dengan kesal.
"Hei... ap..." kemaraha raja Bao Ling tiba tiba hilang begitu saja ketika melihat Gu Ana, tersenyum ke arahnya, dengan memperlihatkan lukisan dirinya, yang baru saja di buatnya. Tangannya terulur menyentuh ujung lukisan yang belum sepenuhnya kering, sehingga membuat lukisan tersebut menjadi cacat di Mata Gu Ana, meski di mata orang orang itu masih bagus.
"Ya..." kesal Gu Ana mengoles tangannya yang sudah penuh warna, ke tangan raja Bao Ling, dengan kesal. Karna kesal raja Bao Ling juga melakukan hal sama, namun di wajah Gu Ana. Gu Ana yang tak terima akhirnya mencoret wajah raja Bao Ling, membalas perbuatan yang sebenarnya di mulai, oleh Gu Ana sendiri. Dan akhirnya perkelahian corat coret wajahpun berlangsung meriah, seluruh wajah, tubuh, bahkan rambut kini berwana warni.
Karna sama sama kelelahan, akhirnya mereka sama sama berhenti. Saat melihat wajah satu sama lain, membuat mereka terkikik geli, hingga menimbulkan tawa.
Para pelayan dan penjaga terkejut, Mendengarkan tawa dari Raja Bao Ling, yang begitu keras dan lepas. Bahkan mereka hanya mampu menganga dengan apa yang terjadi.
"Sudah, sudah aku sakit perut." keluh Gu Ana sambil memegangi perutnya yang sakit, akibat tertawa. "Kita seperti sedang ikut color run festival, wajah kita sudah tak berbentuk lagi." ucap Gu Ana menyekah air matanya, sambil berdiri dan menggantung lukisannya.
...
Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Tapi alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.
Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?