It'S Me

It'S Me
Episode 78



“Ah… benarkan tebakanku, kita tak perlu ikut, mereka yang akan membawanya kepada kita.” Kata pangeran Zang Jade tersenyum melihat Gu Min, Gu Jun, pangeran Zang Handrong, dan pangeran Nan Cheng tengah menggendong Gu Ana yang saat ini terus terus mencoba memberontak dan melepaskan diri dari gendongan Gu Min.


“Ah… Iya, aku rasa aku harus banyak belajar taktik dengan An’er.” Kata pangeran Zang Limo kepada pangeran Zang Jade.


Mendengar hal tersebut sontak membuat pangeran Zang Jade tersenyum denga sikap adiknya, yang menurutnya semakin hari semakin dewasa setelah mengenal Gu Ana, namun juga terdapat sisi kekanak kanakannya saat bersama Gu Ana.


“Jangan cuman belajar taktik, aku rasa An’er harus berganti teman saat di medan pertempuran, jika dulu aku dan An’er merupakan pasangan serasi saat di medan perang, aku rasa kini kau yang harus menjadi pasangannya, mulai lah berlatih dengan An’er, aku pun kemungkinan akan mulai berlatih dengan Jia’er” kata pangeran Zang Jade


menasehati pangeran Zang Limo.


Medengar nasihat dari pangeran Zang Jade, membuat pangeran Zang Limo mengangguk mengerti. Karna memang saat ini pangeran Zang Limo lah yang merupakan tunangan dari Gu Ana, jadi sudah sepantasnya mereka melakukan latihan bersama.



“Gege boleh aku menanyakan sesuatu hal padamu?” tanya pangeran Zang Limo dengan serius sambil memandang pangeran Zang Jade.


Mendengar pertanyaan pangeran Zang Limo, membuat pangeran Zang Jade kembali membuka matanya, dan memandang pangeran Zang Limo dengan pandangan yang serius pula.


“Apa yang ingin kau tanyakan.” Jawab pangeran Zang Jade.


“Tapi kau tak akan marah kan?” tanya pangeran Zang Limo dengan serius.


“Tergantung, sepat tanyakan jangan bertele tele.” Kata pangeran Zang Jade dengan antusias, karna bisanya pangeran Zang Limo tak akan menanyakan sesuatu hal yang sepele.


“Apa kau pernah menyukai An’er?” tanya pangeran Zang Limo tiba tiba.


Mendengar pertanyaan pangeran Zang Limo membuat pangeran Zang Jade terkejut, sekaligus bingung. Sungguh bagaimana mungkin pangeran Zang Limo menanyakan hal tersebut, atau mungkin pangeran Zang Limo dulu sempat termakan gossip tentangnya dan juga Gu Ana.


“Jujur saja, An’er itu merupakan gadis yang sangat menarik, dia pintar ceria, suka berbagi, dan tidak suka membeda bedakan seseorang hanya berdasarkan kasta.” Kata pangeran Zang Jade sambil melirik pangeran Zang Limo, sungguh pangeran Zang Jade saat ini sangat menikmati ekspresi wajah pangeran Zang Limo.


“Lelaki mana yang tidak tertarik dengan An’er, semua orang bahkan bisa membayangkan betapa manisnya senyum An’er dan betapa imutnya wajahnya, jujur saja tidak ada yang mampu membantah hal tersebut, An’er anak yang sangat mudah di temukan meski berasa di tempat ramai.” Kata pangeran Zang Jade tersenyum menikmati setiap ekspresi yang dikeluarkan pangeran Zang Limo.


Mendengar setiap kata kata pangeran Zang Jade untuk Gu Ana, sungguh membuat hati pangeran Zang Limo panas. Memang yang saat ini di depannya adalah Gegenya, namun jika mendengarkan hal tersebut, berarti pangeran Zang Limo pernah menyukai Gu Ana dan bisa jadi hingga sekarang.


“Jadi intinya kau pernah menyukainya?” tanya pangeran Zang Limo sekali lagi.


“Manurutmu.” Kata pangeran Jade, Ia benar benar puas sekarang karna mampu menggoda pangeran Zang Limo dengan puas.


Mendengar pernyataan dari pangeran Zang Jade membuat pangeran Zang Limo meyakini bahwa pangeran Zang Jade dulu memang mimiliki perasaan kepada Gu Ana, gadis yang kini menjadi tunangannya.


“Apa kau sekarang juga masih menyukainya? Apa An’er tau?” tanya pangeran Zang Limo.


“Hem… jujur saja An’er memiliki tempat khusus di hati ku.” Kata pangeran Zang Jade. “Dan kalau urusan An’er mengetahui atau tidaknya, aku rasa An’er juga mengetahuinya.” Kata pangeran Zang Jade dengan mimik wajah yang sangat amat serius.


Mendengar hal tersebut pangeran Zang Limo diam diam mengepal tangannya karna menahan emosi.


“Lalu bagaiman menurutmu denganAn’er apa dia juga menyukaimu.” Kata pangeran Zang Limo mencoba untuk berusaha sekuat mungkin untuk terlihat tenang.


“Iya, dia memiliki perasaan yang sama denganku.” Kata pangeran Zang Jade dengan tersenyum puas melihat ekspresi pangeran Zang Limo.


Mendengar hal tersebut sungguh membuat pangeran Zang Limo kesal, bahkan kini wajahnya memerah. Apalagi sekarang pangeran Zang Jade tersenyum ke arahnya, membuatnya semakin kesal.


“Lalu kenapa bukan kalian saja yang bertunangan, kenapa harus aku dan Xu Jiali?” tanya pangeran Zang Limo, mengalihkan pandangnya kearah lain, karna tak kuasa memandang pangeran Zang Jade.


“Karna An'er menyukaimu…” kata pangeran Zang Jade yang kini tertawa saat melihat wajah pangeran Zang Limo.


“Kenapa kau tertawa? Apa kau fikir ini lucu Gege?” tanya pangeran Zang Limo yang kini semakin kesal di buatnya.


“Karna kau terlihat lucu saat di goda, pantas saja An’er suka sekali menggodamu, ayolah… bahkan aku sudah menganggap An’er seperti adikku sendiri, dan aku yakin An’er juga menganggapku sebagai Gegenya, kalau tidak bagaiman mungkin An’er yang menyebabkan aku bertunangan dengan kekasihku sendiri.” Kata pangeran Zang Jade sambil tertawa keras.


Sedangkan pangeran Zang Limo kini masih menganga di buat pangeran Zang Jade, karna awalnya Ia tidak mengira kalau pangeran Zang Jade hanya menggodanya.