
Setelah sekian lama menunggui Farid, ternyata Farid kini telah tertidur. Membuat Ariana dan Arkan segera keluar dengan perlahan, berusaha tidak mengeluarkan suara. Ariana segera melirik jam, ternyata jam hampir menunjukkan pukul sembilan. "Mas jemput Vekran yuk."
...----------------...
Arkan mengangguk kemudian segera mengambil kunci mobilnya, Sementara Ariana menemui asisten rumah tangga mereka, yang bertugas khusus membantu Farid ketika mereka tak di rumah.
"Tolong jaga papi ya mbak, soalnya mau jemput Vekran," pinta Ariana dengan sopan kepada Mbak Mira.
"Iya nyonya," kata mbak Mira, sembari mengangguk.
Ariana segera keluar menyusul Arkan, yang sudah berdiri di depan pintu keluar. Arkan tampak menunggu Arian, sembari menggenggam kunci mobilnya.
"Wah nyonya sangat beruntung memiliki suami seperti tuan," kata salah satu asisten rumah tangga.
"Bukan tapi tuan juga beruntung, lihat nyonya begitu sayang, dan perhatian kepada tuan besar, serta selalu mempersiapkan segala keperluan tuan," sahut salah satu di antara mereka.
"Iya mereka memang cocok sama sama baik, cantik dan tampan, anak yang ganteng..." sahut yang lainnya.
"Hust bubar sana," kata salah satu di antara mereka, berhasil membubarkan mereka.
Sementara Ariana dan Arkan kini tengah didalam mobil sedang menjemput Vekran. Ariana memandang Arkan sebentar kemudian kembali memandang jalan raya.
"Mas papi kenapa ya?" tanya Ariana masih memikirkan keadaan mertuanya.
"Entah lah, tiba-tiba saja dia begitu murung tadi," jawab Arkan sembari fokus ke jalanan.
Arkan segera menyentuh tangan istrinya, kemudian menggenggam nya. Sesekali Arkan mengecup punggung tangan istrinya. "Terimakasih, benar kata papi, kamu memang istri, menantu dan ibu yang terbaik yang diciptakan untuk saya."
Ariana terkekeh mendengarkan penuturan suaminya, karena menurutnya ia tak sebaik itu. Kalau untuk Farid memang iya harus memberikan perhatian ekstra, karena Farid memang sudah tua dan terkadang berlaku seperti anak kecil.
"Iya sayang, saya beruntung kamu dihadirkan Tuhan kepada saya, saya rasa saya harus banyak banyak bersyukur dengan Tuhan, karena Tuhan memberikan ciptaan terbaiknya kepada saya," Arkan memandang Ariana sebentar, kemudian kembali fokus ke jalanan.
Ariana tersenyum mendengarkan kata-kata suaminya, hatinya tersentuh hingga akhirnya tanpa terasa air matanya jatuh, karena terharu atas ucapan suaminya. "Terimakasih mas."
Arkan menghentikan mobilnya ketika telah sampai di depan sekolah Vekran, kemudian memandang ke arah istrinya. "Udah ah, masa mommy nya Vekran yang cantik nangis," kata Arkan berusaha menghibur istrinya. "Nanti dikira Daddy-nya ngapa ngapain lagi."
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.