
"An'er apa penghianatan yang ku lakukan begitu tak termaafkan? Hingga kau tak kembali kepada ku." kata pangeran Zang Limo, masih terus memandang lukisan Gu Ana, sambil tersenyum getir. Jika mengingat bagaiman pangeran Zang Limo menghianati Gu Ana, ada rasa penyesalan yang luar biasa di hati pangeran Zang Limo, namun semua telah terjadi, mungkin sudah jalannya. Namun pangeran Zang Limo akan terus berusaha, meski harus menunggu lebih lama lagi.
...
Saat malam hari, anak dari raja Bao Yuang, pangeran kecil Bao gong yang berumur empat tahun, berlari menuju kamar Gu Ana dan pangeran Bao Ling.
"Bunda... katanya bunda akan pergi besok ya... hiks hiks." kata pangeran Bao Gong terisak, sambil menangis tersedu sedu.
"Bunda akan pergi, tapi sebentar, karna paman Min akan menikah." kata Gu Ana, memberikan pengertian kepada, pangeran Bao Gong. "Gong'er bunda tidak boleh menangis, ya." bujuk Gu Ana, menghapus air mata pangeran Bao Gong.
"Tapi bunda nyanyiin lagu ya untuk Gong ya bunda." kata pangeran Bao Gong, merengak. Sementara raja Bao Yuang dan ratu Liyang Tang, hanya menggeleng melihat kelakuan putra mereka. pangeran Bao Gong memang sangat dekat dengan Gu Ana, sikap Gu Ana yang ceria, membuat anak kecil mudah menyukainya.
"Hm... bunda nyanyikan sambi tidur ya Gong'er nya bunda." kata Gu Ana mengusap lembut kepala pangeran Bao Gong.
"Ya sudah kalau begitu kami pergi dulu ya, ingat Gong'et jangan terlalu banyak permintaan kepada bunda mu." kata raja Bao Yuang, sambil mengajak ratu Liyang Tang untuk kembali ke pafilium mereka.
"Ayo Gong'er kita tidur." kata Gu Ana, sambil tersenyum menggandeng pangeran Bao Gong.
"Bunda, Ayah pangeran belum kembali?" tanya pangeran Bao Gong, mencari keberadaan pangeran Bao Ling.
"Oh Ayah tengah bertemu dengan kakek Gu." kata Gu Ana, sambil tersenyum lembut. "Ayo tidur di sini." kata menepuk tempat tidur.
Kemudian Gu Ana ikut berbaring di samping pangeran Bao Gong, kemudian mulai menepuk nepuk pangeran Bao Gong, dengan lembut.
Twinkle, twinkle, little star.
How I wonder what you are.
Up above the world so high.
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle little star.
How I wonder what you are.
When the blazing sun is gone.
When he nothing shines upon.
Twinkle, twinkle, all the night.
Twinkle, twinkle, little star.
Hanya dengan beberapa menit pangeran Bao Gong, terlelap di dalam buaian Gu Ana. Tak lama kemudian pangeran Bao Ling masuk ke dalam kamar, dan melihat Gu Ana tengah tertidur, di samping pangeran Bao Gong.
Pangeran Bao Ling segera mendekati Gu Ana, dan berlutut, si samping tempat tidur, kemudian mencium bibir Gu Ana, sambil tersenyum senang.
"Kau sudah kembali? Gong'er ingin tidur bersama ku." kata Gu Ana, sambil tersenyum.
"Tak apa apa hitung hitung belajar menjadi orang tua kita." kata pangeran Bao Ling kembali mencium bibir Gu Ana. "Bagaiman bisnis mu? Kita akan kembali, dan mengawasi bisnismu, yang ada di sana." kata pangeran Bao Ling, sambil tersenyum.
"Ling Ling, kau sangat pengertian terhadapku, aku sangat mencintaimu." kata Gu Ana mengecup bibir pangeran Bao Ling.
"An'er aku ini suami mu, kalau kau lupa aku akan mengingatkanmu." goda pangeran Bao Ling, masih berlutur dan mencium pipi Gu Ana. "Aku akan membersihkan diri dulu." kata pangeran Bao Ling, kemudian mencium sekilas binir Gu Ana, hingga menimbulkan senyum di bibir Gu Ana.
Tak lama kemudian pangeran Bao Ling keluar dari kamar mandi, dan berbaring di samping pangeran Bao Gong, dan tertidur sambil memeluk pangeran Bao Ling, yang saat ini juga tengah di peluk Gu Ana.
Pagi ini rombongan tuan Gu, telah bersiap untuk berangkat. Pangeran Bao Gong, menangis dalam gendongan raja Bao Yuang, yang mengantar anggota keluarga Gu.
"Ling Ling kenapa harus dua kereta?" tanya Gu Ana, yang saat ini berada dalam satu kereta dengan pangeran Bao Ling.
"Itu akan lebih baik, sebaiknya kau ajari aku bermain gitar." kata raja Bao Ling, sambil memegang gitar kedatangan Gu Ana.
"Sebenarnya Ling Ling, kau sudah bisa." kata Gu Ana. "tapi kau hanya kurang bisa, memetik." lanjut Gu Ana.
Akhirnya pangeran Bao Ling, mulai memetik gitar tersebut dengan pelan. Hingga menimbulkan suara yang halus, dan enak di dengar.
"Permainan mu sungguh indah." kata Gu Ana memuji pangeran Bao Ling.
"Tapi istriku lebih pintar di banding aku." kata raja Bao Ling, sambil tersenyum manis.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.