It'S Me

It'S Me
Episode 126



"Dengarkan saranku, jangan sampai nasibmu seperti kerajaan Bei, yang hancur di tangan keluarga Gu." kata Gu Ana membisikkan kata kata tersebut di telinga Song Siyue. Mendengar kata kata Gu Ana, Song Siyue terkejut, namun tak ingin menampakkannya.


...


"Kau fikir kau siapa dasar ja**ng?" teriak Song Siyue, dengan keras hingga membuat Gu Ana, memutar matanya dengan malas. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Gu Jun.


"Jun'er kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" kata Gu Ana dengan lembut kepada Gu Jun.


"Tentu..." Kata Gu Jun tersenyum manis, membuat semua orang gemas dengannya. "Joung." panggil Gu Jun, dengan mimik yang serius, namun membuatnya semakin terlihat menggemaskan. Seorang pria tampak berbaju biru dan hitam, masuk menganggukkan kepalanya, membawa seseorang, yang sedang terikat, menggunakan baju serba hitam.


"Saya yakin Nona Song mengenalinya." kata Gu Ana tersenyum ke arah Song Siyue. Melihat laki laki yang terikat tersebut, sontak membuat Song Siyue terkejut, mukanya tampak gugup. "Ada apa Nona Song? Kau mengenalinya bukan." kata Gu Ana sambil tersenyum kemenangan.


Raja Bao Ling yang melihat orang yang dibawa Joung, segera memandang Hyung, yang selalu berada di sekitarnya. Hyung seakan mengerti maksud Raja Bao Ling, segera menganggukkan kepalanya. Hyung segera masuk dan juga membawa seorang pria yang terikat, pria tersebut berpakaian sama dengan yang di bawa Joung. Nona Song Siyue benar benar terkejut, tak menyangka akan kehadiran dua orang itu, yang telah di anggap mati oleh Nona Song Siyue.


"Kau yang menceritakan atau aku yang menceritakan?" tanya Gu Min yang kini membuka suara. "Apa kau fikir, penyerangan itu tidak di seliki? Kau harus tahu, siapa pun yang berusa melukai An'er kami, pasti akan kami buat menyesal." lanjut Gu Min dengan wajah datarnya.


"Tidak yang mulia, bukan hambah, hamba hanya di jebak." kata Song Siyue, mendekati raja Bao Ling dengan wajah yang memelas.


"Kau tahu laki laki yang terjebak bersama An'er itu siapa?" tanya raja Bao Ling dengan geram ke arah Song Siyue. Sontak Song Siyue terdiam mendengarkan raja Bao Ling, Song Siyue sudah mengetahui jawabannya, dan apapun jawaban Song Siyue, sudah tak dapat membuatnya menghindari lagi.


"Hambah mohon maaf... hamba hanya ingin mencelakainya, hamba tidak bermaksud dengan Yang Mulia." kata Song Siyue menangis tersedu sedu. "Hamba kesal karna wanita itu anda memutuskan pertunangan saya." kata Song Siyue, tersedu sedu.


"Karna dia? Apa yang kau fikirkan? Aku memang tak mencintaimu, tapi kau juga harus tahu. Bahwa aku mengetahui bahwa kau saat ini tengah hamil, anak dari lelaki lain." kata raja Bao Ling, memandang Song Siyue dengan tatapan benci. "Bukannya aku tak tahu, bahwa selama ini kau bermain di belakangku." Kata raja Bao Ling dengan suara sedikit keras karna kesal. "Sekarang kau mau menyalahkan An'er? Kau harus tahu, aku tak membuka ini semua, karna aku menghormati Mentri Song." kata raja Bao Ling. "Namun jika kau terus begini, bahkan tega hampir membunuh calon istriku dan diriku, kau sungguh tak termaafkan." Lanjut raja Bao Ling.


Semua orang hanya diam tak tahu harus berbuat apa, mereka bahkan tak penyangka, gadis yang selama ini lembut di mata mereka, tiba tiba menjadi seperti itu. Ternyata topeng kelembutan, keramahan, dan budi luhur yang selama ini di tampakkan, tak lain hanya topeng. Bahkan melimpahkan segalanya kepada raja Bao Ling. Sementara Song Siyue hanya terdiam, Song Siyue tak menyangka raja Bao Ling akan mengetahui semuanya. Song Siyue memang tak mencintai raja Bao Ling, yang Song Siyue inginkan hanya kedudukan. Bahkan setelah hamil, Song Siyue berniat untuk membuat anak tersebut menjadi anak raja Bao Ling. Agar kedudukannya aman.


Tuan Song hanya menunduk, tak percaya anaknya perempuan pertamanya ternyata begitu. Bagaiman mungkin, anak yang selama ini di puji karna budi luhurnya, ternyata memiliki hal lain di luar dugaan. Tuan Song hanya menunduk, dan menangis atas perbuatan anaknya.


"Mohon maafkan hamba Yang Mulia, hamba gagal mendidik anak hamba." kata tuan Song, bersujud di hadapan Raja Bao Ling.


Pertemuan kini di bubarkan, dengan di akhiri pengumuman acara besar untuk rakyat, yang telah di persiapkan raja Bao Ling. Setelah semua selesai pangeran Nan Cheng, tuan Gu, Gu Min, Gu Ana dan Gu Jun, kini sedang di antar ke pafiliumnya masing masing, dan siap segera beristirahat.


Hari ini sungguh melelahkan, Gu Ana menghabiskan waktu sorenya untuk mengelilingi istana, di bantu oleh para dayang. Maka dari itu saat malam tiba Gu Ana tertidur lebih cepat dari sebelumnya. Namun saat Gu Ana terlelap dalam mimpinya, tiba tiba seseorang masuk ke ruangan tersebut, entah dari mana asalnya. Laki laki tersebut tersenyum saat melihat Gu Ana terlelap, dengan segera laki laki tersebut naik ke tempat tidur Gu Ana, dan ikut berbaring di sisi Gu Ana.


."An'er selamat malam." kata laki laki tersebut, yang ternyata adalah raja Bao Ling. Raja Bao Ling segera melingkarkan tangannya memeluk Gu Ana, Gu Ana yang merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di badannya, hanya menggeliat, dan membenamkan wajahnya di dada bidang raja Bao Ling.


"Hangat..." guman Gu Ana, sambil membalas pelukan raja Bao Ling.


"Kau terbangun?" tanya raja Bao Ling.


"Hem... seseorang membangunkan ku." kata Gu Ana mengeratkan pelukannya.


"Aku tak suka tidur sendirian." kata raja Bao Ling.


"Memangnya selama ini siapa yang menani mu?" tanya Gu Ana dengan mata masih terpejam.


"Tenang lah selama ini aku tidur sendirian, namun setelah di Gua, aku terbiasa tidur bersama mu, dan memelukmu. karna itu aku ingin lusa menikah denganmu, agar tak perlu sembunyi sembunyi menemuimu." kata raja Bao Ling mengeratkan pelukannya.


"Hm..." hanya itu yang keluar dari mulut Gu Ana.


"Tidurlah, aku mencintaimu." kata raja Bao Ling mencium puncak kepala Gu Ana dengan lembut.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku ke tempat temanku baru bisa upload.