It'S Me

It'S Me
Episode 183



Zack memang meminta anak buahnya untuk, mencari tau semua tentang Ariana. Zack sedikit kecewa, ketika mengetahui tentang kedekatannya dengan Arkan. Sebenarnya Zack sedikit tak percaya, namun setelah mengetahui kedua latar belakang keluarga ini, yang memiliki hubungan yang begitu baik, Zack yakin, kemungkinan mereka tengah di jodohkan oleh keluarga mereka. Zack sedikit menyunggingkan senyumnya, sambil tersenyum senang. Zack orang yang meyakini tidak ada kata terlambat, dan semua adil dalam cinta dan perang.


"Jem kosongkan waktuku malam ini, aku akan makan malam di restoran ini." kata Zack menunjuk kan sebuah tempat.


...


Saat malam tiba Arkan, Farhat dan Farid tiba terlebih dahulu, sedangkan Erick, Rayen dan Arianana datang sedikit terlambat. karna Ariana ada sedikit masalah, tepat di kepalanya. Saat malam tiba kening Ariana sedikit memerah, karna permainan mereka tadi siang terlalu extrim, untuk Ariana.


Bagi Ariana lebih baik bermain dengan pisau, dari pada bermain dengan eyeliner, salah satu alat kecantikan bagi kebanyakan wanita. Ariana yang sejak dahulu tidak pandai menggunakan Eyeliner, hari ini di paksa oleh Maxim, untuk mengaplikasikan eyeliner, hingga akhirnya berakhir dengan benjolan, di kepala Ariana.


"Ah... maaf terlambat, tadi ada sedikit masalah." kata Erick menyapa sahabat baiknya, sekaligus calon besannya, Farid.


"Ah tidak apa apa." kata Farid memaklumi hal tersebut. Mereka sedikit berbasa basi, untuk membuka pembicaraan inti mereka.


"Selamat malam tuan tuan." kata seorang pelayan melayangkan senyum manis. Pelayan itu menyapa Ariana, karena sosok Ariana yang ramah, dan mudah berga, serta Ariana biasa datang ke resto ini, jika around berkunjung dari Australia, terlebih lagi jika Mommy nya juga datang.


"Ana seperti biasa." kata Ariana santai, kemudian pelayan tersebut langsung mencatat, pesanan Ariana. Karna pelayan tersebut, sudah hafal keinginan Ariana. Kemudian di susul yang lain, yang menyebutkan pesanan mereka satu persatu.


Setalah mencatat pesanan mereka, pelayan tersebut segera pergi, sembari membungkuk hormat, kepada para tamu, yang saat ini duduk di meja. Setelah pelayan pergi, mereka mulai melanjutkan pembicaraan mereka lagi.


Arkan yang saat ini duduk di sebelah Ariana, kini menggengam erat tangan Ariana, yang saat ini berada di bawah meja. Arkan bahkan sekali kali memeras tangan Ariana, karna saat ini, Ariana dengan santainya membalas pesan dari Ali. Di dalam pesan tersebut, terlihat bahwa Ali sedang memuji muji Ariana, dengan berbagai kata kata yang manis.


"Mas kok bisa tau?" tanya Ariana bingung, membuat Arkan terkekeh pelan, yang hanya bisa di dengarkan oleh Ariana.


"Tadi saya lihat di stori Maxim." kata Arkan santai. "Kalian sepertinya sangat akrab ya, sampai sampai bisa membuat benjolan seperti ini." kata arkan mengelus dahi Ariana.


Sementara semua orang, yang berada di meja tersebut, menganga tak percaya melihat hal itu.


"Aduh kan sudah ku lihat jangan gitu." kata Rayen, pura pura cemberut, membuyarkan kemesraan Arian dengan ceria. "Deddy, ini lah kenapa aku tak mau ikut." kesal Arkan


...


guys ini kenapa ya dari kemarin aku upnya, kok sampe sekarang belum bisa keluar ya? padahal udah di tulis, sampai sekarang ga up up. Ada yang bisa jelasin kenapa? Padahal dari kemarin tapi kok tetap ga bisa ya? udah dua hari seperti ini, kalau ada yang tau tolong comen dong



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.