It'S Me

It'S Me
Episode 226



"Sayang ada mas di sini." kata Arkan menenangkan Ariana, sembari terus mengusap punggung istri nya.


"Mas kita telfon kak Rayen ya." tawar Ariana, membuat Arkan mengangguk. Jika itu yang bisa membuat istri tercintanya tenang, maka ia akan setuju.


...


"Ya sudah tapi besok aja ya..." kata Arkan menuntun istrinya untuk berbaring. "Ini sudah malam, mungkin Rayen juga udah istirahat, lagian kamu harus banyak istirahat sayang." kata Arkan lagi, sembari mengusap lembut kepala istrinya.


"Iya Mas." kata Ariana sembari tersenyum.


Suaminya ini sungguh luar biasa, mampu membuat nya merasa tenang, dan aman dalam situasi apapun.


Ariana memejamkan matanya, begitupun dengan Arkan, yang memejamkan matanya, sembari mengusap lembut perut besar istrinya.


Arkan memang tak menyangka jika Ia akan menjadi ayah dua bulan lagi, seorang anak akan lahir, dari perut yang saat ini tengah di usapnya. Arkan berjanji akan menjaganya, dengan appun caranya, Arkan akan menjaganya.


Pagi harinya Ariana bangun terlebih dahulu, seperti biasa Ariana menyiapkan sarapan bersama para koki. Karna Ariana saat ini hamil besar, Ariana hanya di perbolehkan membantu hal kecil saja.


Tiba tiba Rayen datang dan menyapa Ariana. Membuat Ariana tersenyum senang.


"Hi... calon ibu muda..." sapa Rayen kepada adiknya.


"Hi... kak, tumben pagi banget." kata Ariana, kepada Rayen.


"Tau nih, tadi malam suami lu Wa gue, minta datang ke sini." kata Rayen sembari mengusap lembut perut besar adiknya. "Hi junior... ini uncle Rayen yang tampan, selamat pagi..." kata Rayen sembari menempelkan telinganya di perut adiknya.


Saat menempelkan telinganya, tiba tiba terdengar suara dari dalam perut Ariana, dengan di sertai sedikit benjolan sesaat, dari perut Ariana


"Ah... dia dengar kata kata gue, dia nendang." kata Rayen bersorak gembira. Membuat Ariana tersenyum melihat ekspresi wajah kakaknya. Sementara itu Arkan yang baru saja turun, melihat itu ikut tersenyum senang.


"Seneng banget Ray..." kata Arkan, sembari berjalan menuju Ariana dan Rayen. "Makan dulu yuk, udah siap." kata Arkan, mempersilahkan Rayen.


"Papa mana Ar?" tanya Rayen, karna tak melihat kehadiran Farid, di mana mana sejak tadi.


"Oh Papa ke tempat kak Farhat, Papa nginap di sana." kata Arkan segera duduk di kursi meja makan. "Papa hari ini ada jadwal pemeriksaan, jadi di bawa ke sana aja, soalnya rumah sakitnya lebih dekat." kata Arkan lagi, sembari menerima sodoran piring yang telah berisi.


"Ana lu udah cek?" tanya Rayen kepada adiknya, yang saat ini tengah menyendok kan nasi goreng untuk Rayen.


"Udah kak." kata Ariana sembari menyodorkan nasi kepada Rayen.


Setelah selesai sarapan, mereka bertiga langsung saja menuju ruang kerja Arkan. Mereka bertiga duduk di sofa. Tiba tiba seorang asisten rumah tangga mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Masuk..." kata Arkan sembari memandang ke arah pintu.


"Tuan ada paket untuk nona." kata asisten rumah tangga itu, memberikan paket.


"Ya, terimakasih bi." kata Ariana menerima paket tersebut.


Setelah orang itu keluar, Arkan segera berdiri dan mengunci pintu, serta mengaktifkan kedap suara. Sehingga suara mereka tak terdengar oleh orang luar.


Ariana membuka paket tersebut, dan ternyata adalah diary milik Ririn. Ternyata Raya tidak berbohong, ia memang mengirimkan buku diary milik Ririn.


Ariana membaca dengan seksama, kemudian melihat beberapa angka yang tersebar di buku tesebut. Rayen memeriksa maksud dari angka tersebut namun tak dapat mengetahui nya.


Akhirnya Ariana memutuskan meminta bantuan teman temannya.


Hanya butuh waktu sekitar empat puluh lima menit, Armin, Maxim dan Jasson datang ke kediaman Ariana.


Setelah mereka datang, mereka di persilahkan untuk segera masuk ke dalam ruang kerja Arkan, dimana di sana sudah asah Rayen, Arkan dan Ariana yang telah menunggu mereka.


"Ada apa?" tanya Maxim penasaran, karna tak biasanya Ariana memintanya dengan terburu buru, seperti tadi.


"Ini... Raya adik dari Ririn menemukan buku diary Ririn, dan di dalam buku ini terdapat rencana penculikan." kata Ariana memperlihatkan buku diary tersebut.


"Lalu masalahnya apa? Berarti bisa kita cegah dong." kata Maxim.


"Di sini tidak ada tanggalnya, Ririn pintar menyembunyikan tanggal." kata Ariana.


"Masa? Ini apa?" tanya Jasson menujuk suatu tulisan, yang menyatakan angka, di sudut kanan buku.


"Wah hebat, kami dari tadi nyari ga ketemu." puji Ariana kepada Jasson.


"Itu biasanya di sembunyikan pemilik diary, yang tak ingin rahasianya terkuak." jelas Jasson. "Makanya, sekali kali pakai diary." jelas Jasson.


"Lo pakai diary Jass?" tanya Armin.


"Ga ah... pacar gue." kata Jasson sembari tertawa.


"Tapi kok lu tahu?" tanya Ariana.


"Ya soalnya gue nanya, gue penasaran." kata Jasson sembari cengengesan. Membuat yang lain menggeleng, tak percaya.


...


Selamat tahun baru....


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Pencinta dari cerita horor juga bisa mampir, di My Horror story, sesuai dengan judulnya, cerita ini tentang kisah pengalaman horor, baik punya Author, punya pembaca yang mengirimkan ceritanya, maupun orang orang terdekat author.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.