
Pangeran Zang Limo terbangun dari tidurnya, dan mendapati Gu Ana tengah tertidur sambil memangku kepalanya. Pangeran Zang Limo terus memandang Gu Ana, tanpa merubah posisinya, pangeran Zang Limo merasa tempatnya saat ini adalah yang paling nyaman. Pangeran Zang Limo kemudian menenggelamkan kepalanya di perut Gu Ana, sambil terus mengelus perut Gu Ana. Pangeran Zang Limo terkikik geli ketika membayangkan perut rata Gu Ana tiba tiba menjadi besar, karna mengandung anak mereka.
Setelah membayangkan hal itu, rasanya ingin pangeran Zang Limo segera mempercepat pernikahannya dengan Gu Ana, sambil terus menenggelamkan dan mengusap perut Gu Ana. Sementara Gu Ana yang merasakan gannguan tersebut, segera terbangun dari tidurnya, dan melihat tingkah pangeran Zang Limo yang menenggelamkan kepalaya di perut Gu Ana, dan mengelus perut Gu Ana.
…
Gu Ana tak ingin mengganggu kesenangan pangeran Zang Limo, entah apa yang membuatnya senang, hanya pangeran Zang Limo lah yang mengetahuinya. Gu Ana tersenyum senyum, mendapati pangeran Zang Limo cekikikan di perut Gu Ana, hingga menyebabkan Gu Ana merasakan geli di area perut.
Karna sudah tak tahan lagi, akhirnya Gu Ana mengusap lembut rambut pangeran Zang Limo. “Apa kau sudah puas sayang?” tanya Gu Ana dengan menekan sedikit kata sayang, saat bertanya kepada pangeran Zang Limo.
Pangeran Zang Limo yang mendengarkan pertanyaan dari Gu Ana merasa sangat malu. Tapi tunggu, pangeran Zang Limo merasa Gu Ana memanggilnya dengan kata kata sayang? Apa pendengaran pangeran Zang Limo bermasalah? Itu lah yang di fikirkan oleh pangeran Zang Limo, pasalnya selama ini Gu Ana tak pernah memanggilnya dengan begitu manis. Pangeran Zang Limo terus berfikir sambil memeluk perut Gu Ana.
“Sayang, apa kau masih ingin di sana.” Goda Gu Ana sambil terus memandang pangeran Zang Limo dengan nada manja. Mendengar kata kata sayang dan nada manja yang di lontarkan Gu Ana, membuat pangeran Zang Limo senang bukan kepalang, wajahnya kini memerah, sememerah kepiting rebus, hingga ke telinganya. Sementara Gu Ana terkikik geli melihat pangeran Zang Limo yang salah tingkah.
“Sayang, bukan kah kita harus latihan hari ini?” tanya Gu Ana dengan manja dan sedikit rengekan. Pangeran Zang Limo langsung mendongakkan kepalanya saat mendengarkan kata kata Gu Ana, kali ini pangeran Zang Limo benar benar yakin kalau dia tidak salah dengar.
“Kau memanggilku apa?” tanya pangeran Zang Limo kembali mencoba memastikannya, sambil bangun dan duduk di samping Gu Ana.
Tampa basa basi Gu Ana tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya di telinga pangeran Zang Limo. “Sayang.” Jawab Gu Ana singkat, padat dan jelas. Terlihat jelas wajah hingga telinga pangeran Zang Limo memerah karna malu, serta ekspresi salah tingkah pangeran Zang Limo membuat Gu Ana menahan tawanya.
“Limo, ayo keluar, aku sudah selesai, kita harus latihan.” Kata Gu Ana sambil mengumpulkan seluruh laporan, dan menyusunnya semua laporan tersebut.
Pangeran Zang Limo keluar sambil menggandeng tangan Gu Ana, hingga masuk ke dalam tandu. “An’er aku ingin kau memanggilku dengan panggila tadi.” Kata pangeran Zang Limo, sambil memandang Gu Ana, yang saat ini tengah memetik gitarnya.
“Yang mana?” goda Gu Ana, pura pura lupa dan tidak mengerti dari ucapan dari pangeran Zang Limo, sambil menghentikan petikan gitarnya.
Gu Ana memang sangat suka menggoda pangeran Zang Limo, karna pangeran Zang Limo jika di goda tindakannya seperti seorang gadis. Terkadang Gu Ana bingung sebenarnya di antara mereka siapa yang laki laki, karna jujur saja di antara mereka sering kali terbalik, pangeran Zang Limo sering sekali bertindak dengan emosi, sedangkan Gu Ana lebih kepada logika.
Pangeran Zang Limo sedikit cemberut melihat Gu Ana yang sudah melupakan, atau pura pura lupa, karna pangeran Zang Limo sangat mengerti bahwa Gu Ana sangat suka menggodanya. “Kau lupa atau pura pura lupa?” tanya pangeran Zang Limo sambil memandang Gu Ana dengan lekat.
Melihat tingkah pangeran Zang Limo sungguh membuat Gu Ana ingin tertawa keras, Gu Ana menikmati setiap reaksi dari pangerran Zang Limo akibat dari godaannya.
“Sayang, sayang itu loh.” Kata pangeran Zang Limo dengan sedikit kesal dan geram, karna tau Ia sedang di goda oleh Gu Ana. Jika pangeran Zang Limo tak mengatakannya maka Gu Ana akan selalu berpura pura lupa dengan yang dimaksud oleh pangeran Zang Limo.
“Baiklah sayang, sayang, sayang.” Kata Gu Ana sambil sedikit tertawa geli melihat pangeran Zang Limo.
“Hai berhenti menggodaku.” Kata pangeran Zang Limo sedikit cemberut, karna sikap Gu Ana yang sangat suka menggodanya.
“Limo, kau sadar tidak sih? Kau sangat berubah, dulu kau sangat dingin kepadaku, tetapi ketika denganku kau justruseperti anak kecil.” Kata Gu Ana sambil mengingat bagaiman ketusnya dulu pangeran Zang Limo.
“Karna itu kau.” Kata pangeran Zang Limo meraih tangan Gu Ana, lalu membelai tangan Gu Ana dengan lembut. “Kau tahu aku sangat dingin kepada setiap orang, dan tidak ingin di sentuh, tapi dengan mu aku sangat tidak bisa melakukan hal itu.” Jujur pangeran Zang Limo.
Gu Ana mencoba melihat mata pangeran Zang Limo dengan lekat, Gu Ana mecari kebohongan dari mata pangeran Zang Limo, namun tak menemukan sedikitpun kebohongan di sana. “Dulu kau sangat dingin dengan ku, bahkan kau suka berkata kasar kepadaku.” Kata Gu Ana mengingat tingkah pangeran Zang Limo.
“Ntah lah, dulu aku sering kesal ketika melihatmu suka menggoda, menyapa, tersenyum, ataupun bernnyanyi di depan orang banyak, lebih tepatnya aku tak suka melihat tatapan laki laki, yang melihatmu dengan tatapan lapar. Mereka semua melihat wajahmu, bukan bakatmu.” Jujur pangeran Zang Limo sambil menatap Gu Ana dengan sendu.
Mendengar hal tersebut sontak membuat Gu Ana menganga karna terkejut, da nada rasa tidak percaya. Bagaimana mungkin ada orang seperti pangeran Zang Limo, yang mengetakan hal sebegitu kasar hanya karna sesuatu hal yang lain.
“Sudah jangan memasang tampang seperti itu, aku juga tak tahu kenapa bisa begitu, kau selalu membutku resah dan risih, ketika berada di samping laki laki, atau pun hanya sekedar melayani omongan laki laki.” Kata pangeran Zang Limo sambil mengalihkan pandangannya.
Kata kata yang keluar dari pangeran Zang Limo sukses membuat Gu Ana melongo tak percaya, dengan apa yang di dengarnta. Gu Ana tak menyangka jika pangeran Zang Limo memiliki tingkat kecemburuan yang benar benar mencengangkan.
…
Terimakasih sudah membaca It's Me jangan lupa like and comment, tolong tinggalkan jejak ya biar author tambah semangat, dan punya masukan agar bisa memperbaiki kesalahan yang author buat, sip… ok.
Jangan lupa mampir di novel baru ku ya di Google.com jangan lupa juga buat comment biar author bisa introfeksi diri
Mohon maaf author cuman bisa up sedikit karena author tengah sibuk saat ini, dikarenakan harus berkutat dan bergelut dengan para tugas yang dengan tidak tahu dirinya semakin bertambah, terimakasih semoga kalian mengerti.