It'S Me

It'S Me
S2 (32)



Merasa sedikit sesak, Arkan kemudian melepaskan pa*ngu*tan mereka. Setelah beberapa detik mereka mengambil, dan meraup nafas untuk mengisi paru paru mereka, Arkan kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Ariana. Rasa nikmat menjelajahi seluruh rongga kepalanya, serta membuatnya ingin merasakan lebih dari istrinya. Arkan semakin menekan pa*ntat Ariana ke arah kepemilikannya. Ariana benar benar semakin terbuai, sehingga menggerakkan pan*tat*nya dengar refleks. Sehingga memancing adik kecil Arkan untuk segera berdiri tegak.


...----------------...


Ariana sepertinya tak menyadari hal itu, ia terus bergerak dengan sedikit liar, membuat adik kecil Arkan semakin tegak, menantang untuk segera turun tempur. Arkan yang semakin menyadari hal itu, terus menuntun istri cantiknya untuk bergerak.


Ah... sungguh sebuah pemanasan untuk malam yang panjang. Dan sepertinya ini sangat menyenangkan, karena mereka melakukan di lain tempat.


"Ah sayang..." racau Arkan, kembali me*lu*mat bibir istrinya dengan sangat rakus.


Arkan terus menuntun istrinya untuk terus bergerak diatas kepemilikannya, sembari sesekali mendesah, di balik ciuman pa*nas*nya. Ia tahu tak boleh bersuara, dengan lantang karena saat ini mereka sedang berada di tepi jalan toll. Untung saja saat ini tengah menjelang magrib, dan sedikit gelap serta sepi, hanya mobil yang melaju kencang. Sehingga tak ada orang yang mengetahui dan melihat ketika mobil mereka sedikit bergoyang.


"Sayang Ah..." kembali lagi Arkan meracau, Ariana yang akhirnya mengetahui hal tersebut, menyambar bibir suaminya, agar suaranya sedikit tertahankan.


Suara deru mobil, dan sorot lampu remang remang tersebut, menjadi saksi bisu kegiatan mereka malam itu. Bahkan mesin mobil mereka kini telah mati.


Ariana segera mempercepat temponya dan akhirnya Arkan mencapai nirwana-nya, hingga memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.


Arkan mengecup puncak kepala Ariana, kemudian tersenyum dengan sangat manis.


"Mas... Ana pindah dulu ya..." kata Ariana, sembari hendak turun dari pangkuan suaminya.


Ariana hanya bisa pasrah dengan sikap suaminya, karena semakin ia membantah, maka mereka tak akan jalan dari titik tadi.


Ariana merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya, membuat Arkan segera mengecup puncak kepala istrinya. "Besok besok kita harus coba di kantor, mas akan meminta Didi untuk membuatkan kamar di sana," kata Arkan, sontak membuat Ariana merinding mendengarkannya.


"Mas lama lama kamu ku siram air Yasin ya... pikirannya kok tambah mesum dari hari ke hari, bukannya tambah dewasa," protes Ariana sembari sedikit memukul dada bidang suaminya. Arkan terkekeh, kemudian kembali lagi mengecup puncak kepala istrinya.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.