
Arkan segera menarik tengkuk Ariana, kemudian men*cium lalu me*lu*mat bibir Ariana. Ariana sedikit terkejut dengan tindakan Arkan yang tiba-tiba.
"Soalnya tadi enggak jadi sih, jadi Mas nagihnya sekarang Sayang." kata Arkan terkekeh, melihat ekspresi terkejut Ariana. Arkan kemudian segera mendekatkan lagi, bibirnya ke arah bibir Ariana, agar kembali me*nya*tu Arkan segera menutup matanya, begitu pun dengan Ariana. Kemudian Arkan me*lu*mat bibir Ariana, dengan sangat lembut hingga membuat Ariana terbuai dan membalas ciu*man tersebut. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka kehabisan nafas dan melepaskan pa*ngu*tan mereka. Arkan segera menempelkan keningnya, dipundak Ariana sembari mengatur nafasnya.
...
Hari ini adalah hari kepulangan Ariana, dan rombongan ke Indonesia. Ariana dan Arkan, menunggu mobil untuk menjemput mereka. setelah mobil datang mereka segera, menuju kediaman keluarga Cendana . Setelah sampai di kediaman Cendana. Ariana langsung mencari Farid, Ayah mertuanya. Ariana terlihat sumringah membawa beberapa oleh-oleh, untuk memberikan kepada Farid. Farid terlihat sangat senang, ketika menerima oleh-oleh yang dibawa Ariana, karena Ariana masih mengingatnya ketika mereka ke luar negeri. Ariana membawakan beberapa souvenir, untuk para maid beserta gantungan kunci. Sedangkan untuk Farid Ariana membawakan sebuah kaos khas Tiongkok.
"Pah Ana kemarin belajar masak loh, makanan khas Tiongkok loh. nanti biar Ana yang masakin, tapi nggak sekarang ya... besok aja, soalnya Ana capek." kata Ariana nyengir kuda, sembari cengengesan.
"siap besok Papa tunggu masakan khas Tiongkok yang kamu pelajari Ana." kata Farid sambil tertawa. "kalau perlu papa undang yang lainnya, untuk makan masakan yang kamu pelajari dari Tiongkok." kata Farid mengacungkan jempol.
"Ai ai... siap laksanakan komandan." kata Ariana melakukan hormat kepada Farid, membuat Farid tertawa karena tingkah Ariana.
"Ya udah sana kalian istirahat." kata Farid menggelengkan kepalanya.
Ariana dan Arkan melangkahkan kaki, menuju lantai dua. Arkan menarik koper yang mereka bawa, menuju kamar mereka. Arkan tersenyum bahagia melihat Ariana, memperlakukan papinya dengan sangat baik.
Setelah mereka sampai di dalam kamar, Ariana segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Arkan menunggu Ariana selesai mandi, sembari memainkan ponselnya.
Setelah 30 menit Ariana segera keluar dari kamar mandi, dan Arkan pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Sembari menunggu Arkan selesai mandi, Ariana merapikan baju-baju mereka, dan memasukkan baju yang telah dipakai ke dalam keranjang cuci, dan baju yang belum mereka pakai ke dalam lemari.
Saat Ariana tengah membereskan baju-baju tersebut, tiba-tiba ponsel Arkan berbunyi. Mambuat Ariana mengalihkan pandangannya kearah ponsel tersebut, terlihat nama yang tertera di dalam panggilan tersebut adalah Ririn. Ariana mengernyitkan keningnya bingung, antara ingin mengangkat atau tidak.
"Mas ponsel kamu bunyi Ririn nelfon." kata Ariana akhirnya, karena menghargai privasi Arkan.
"Tolong kamu angkat Sayang, itu teman SMA Mas yang baru pulang dari Korea." kata Arkan setengah berteriak dari dalam kamar mandi. Ariana mengangkat sudut bibirnya, karena Arkan tidak menyembunyikan apapun darinya.
"Hello." siapa Ariana ramah kepada Ririn, yang berada di ujung telepon sana.
"Ini..." Ariana sedikit bingung untuk menjelaskan siapa dirinya, karena pernikahan mereka sendiri masih dirahasiakan. Jika Ariana mengaku bahwa dirinya adalah istri dari Arkan, Ariana takut Arkan akan tersinggung.
"Sayang Ririn masih nelfon?" tanya Arkan kepada Ariana, yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Eh iya Mas ini." kata Ariana menyodorkan ponsel Arkan, kepada Arkan.
"Sayang Mas kan mau pakai baju," kata Arkan lembut kepada Ariana.
"Ya udah Mas Ana besarin aja ya." diangguki oleh Arkan.
"Halo Rin ada apa?" tanya Arkan to the point, karena jujur saja Arkan kurang suka jika Ririn menelponnya, karena akan tahu bahwa Ririn menyukainya.
"Siapa cewek tadi Ar?" tanya Ririn menahan emosinya, terlihat jelas dari nada suaranya.
"Oh itu tadi istri saya." kata Arkan telak, membuat Ririn patah hati untuk kesekian kalinya. Ririn yang masih tak percaya, ingin meyakinkan dirinya sendiri, bahwa itu tidak benar. Itu hanya akal-akalan Arkan, agar Ririn tidak berharap lagi kepada Arkan.
"Ar jangan bercanda deh, kamu bohong kan?" kata Ririn tak percaya. "Aku tahu kamu ngelakuin ini agar aku nggak ngedeketin kamu lagi kan?" kata Ririn dengan percaya diri.
"Maaf Rin tolong hargain istri saya, istri saya sedang ada di samping saya." kata Arkan tegas. Dari raut wajah Arkan, Ariana dapat melihat bahwa Arkan, terlihat sedikit kesal dengan apa yang diucapkan Ririn.
"Engga kamu pikir aku bakalan percaya gitu, jangan harap! Dengan begitu aku nggak akan pernah ganggu kamu lagi." kata Ririn penuh dengan emosi bercampur kecewa. "Jangan harap Arkan, kamu tahu bahwa aku dari dulu menyukai kamu." kata Ririn setengah berteriak.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.