
"Tenang lah selama ini aku tidur sendirian, namun setelah di Gua, aku terbiasa tidur bersama mu, dan memelukmu. karna itu aku ingin lusa menikah denganmu, agar tak perlu sembunyi sembunyi menemuimu." kata raja Bao Ling mengeratkan pelukannya.
"Hm..." hanya itu yang keluar dari mulut Gu Ana.
"Tidurlah, aku mencintaimu." kata raja Bao Ling mencium puncak kepala Gu Ana dengan lembut.
...
Malam ini acara berlangsung meriah, para gadis menunjukkan bakat mereka masing masing. Untuk membuka acara, dan berharap dilirik menjadi selir oleh pangeran Bao Yuang dan pangeran Nan Cheng, bahkan raja Bao Ling. Kini guliran Gu Ana, yang menampilkan bakatnya. Gu Ana membawa gitar kesayangannya, untuk ikut serta menampilkan bakatnya. Semua orang bingung, sekaligus kagum dengan penampilan Gu Ana. Saat Gu Ana memetik gitarnya, semua orang mendengar melodi musik yang begitu, menggoda untuk bergoyang, beberapa orang mulai terbuai dengan petikan, dan mulai menganggukkan kepalanya.
Kala ku pandang kerlip bintang nan jauh di sana.
Sayup kudengar melodi cinta yang menggema.
Terasa kembali gelora jiwa mudaku.
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut.
Saat mulai mendengar satu paragraf lagu tersebut, semua orang mulai bersorak, karna terbawa lagu tersebut.
Api asmara yang dahulu pernah membara.
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama.
Detak jantungku seakan ikut irama.
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut.
Irama kopi dangdut yang ceria.
Menyengat hati menjadi gairah.
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu.
Lirik lagu ini membuat raja Bao Ling tersenyum, karna mengira lagu tersebut bertanda, Gu Ana telah melupakan pangeran Zang Limo. Sementara yang lain semakin gemuruh, dan bersorak, karna mendengar suara Gu Ana, yang semakin tinggi, dan merdu.
Api asmara yang dahulu pernah membara.
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama.
Detak jantungku seakan ikut irama.
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut.
"Terimakasih, semua karna telah menyaksikan penampilanku, dan mendengarkan laguku." kata Gu Ana tersenyum manis ke arah penonton. Membuat semua laki laki yang berada di ruangan tersebut, ikut tersenyum, karna terbawa oleh senyuman dari Gu Ana.
Akhirnya acara telah selesai dengan pengumuman pernikahannya Raja Bao Ling, dan penyerahan tahta kepada pangeran Bao Yuang, yang kini menjadi raja Bao Yuang. Sementara Gu Ana tengah kembali ke kamarnya dan menguncinya kembali, kali ini Gu Ana memutuskan untuk tidak tidur, karna penasaran bagaiman raja Bao Ling, yang kini menjadi pangeran Bao Ling, masuk ke dalam kamarnya.
Setelah sekian lama, akhirnya pangeran Bao Ling muncul, melalui dinding di samping lemari, di dekat tempat tidur Gu Ana.
"Ah An'er kau belum tidur?" tanya pangeran Bao Ling, terkejut melihat Gu Ana belum tertidur. "Tidurlah besok hari pernikahan kita." kata pangeran Bao Ling, menuntun Gu Ana untuk tidur di tempat tidur, kemudian pangeran Bao Ling ikut membaringkan diri di samping Gu Ana, sambil memeluk Gu Ana.
"Kau sendiri belum tidur?" tanya Gu Ana, memandang pangeran Bao Ling, yang saat ini berada di sampingnya.
"Belum, aku belum mengantuk, aku ingin berada di sampingmu." kata pangeran Bao Ling, memeluk erat Gu Ana. "tidurlah, aku tak sabar menunggu hari esok." kata pangeran Bao Ling.
"Hm... selamat malam." kata Gu Ana, membenamkan wajahnya di dada bidang pangeran Bao Ling. "Aku suka detak jandungmu." ucap Gu Ana memejamkan matanya.
Kini pagi memyingsing, kerajaan Bao di sibukkan hari pernikahan pangeran Bao Ling dan Gu Ana. Pangeran Nan Cheng, Tuan Gu, Gu Min dan Gu Jun, terlihat bahagia menghadiri acara tersebut. Seulas senyuman tak pernah lepas dari bibir mereka.
"Ayah... An'er akhirnya bahagia juga." kata Gu Min, terharu dengan pandangan yang saat ini, Ia lihat.
Setelah melakukan berbagai upacara, Gu Ana segera di bawa ke kamar raja Bao Ling, dengan mengenakan pakaian merah, yang senada dengan pengantin laki lakinya, pangeran Bao Ling. Setelah acara selesai, pangeran Bao Ling segera masuk ke kamarnya, yang di sana telah di tunggu Gu Ana. Gu Ana tampak terlelap, di sambil terduduk di pinggir tempat tidur, karna lelah menunggu pangeran Bao Ling. Dengan segera pangeran Bao Ling, membuka penutup wajah dari Gu Ana, sambil mengamati wajah Gu Ana, yang kini menjadi istri sahnya. Pangeran Bao Ling segera menyentuh wajah Gu Ana, yang tengah tertidur. Merasa ada gangguan, Gu Ana segera terbangun, dan wajah pertama yang di lihatnya, adalah seseorang yang telah menjadi suaminya.
"Ah... Ling Ling, kau sudah datang?" tanya Gu Ana, melihat pangeran Bao Ling. Kemudian berdiri menuju kamar mandi.
" Kau mau kemana?" tanya pangeran Bao Ling, mencekal tangan Gu Ana.
"Aku ingin mencuci wajahku, aku tak bisa tidur dengan wajah begini." kata sambil melanjutkan langkahnya ke kamar mandi. Pangeran Bao Ling hanya tersenyum menatapa punggung Gu Ana, yang kini tengah berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan wajah dan badannya, lalu kembali ke kamar pangeran Bao Ling.
Pangeran Bao Ling, terus menatap Gu Ana, sambil tersenyum. Gu Ana memandang pangeran Bao Ling dengan tatapan bingung.
"Ling Ling ada apa?" tanya Gu Ana bingung.
"An'er duduk lah." kata pangeran Bao Ling menepuk tempat tidur, memint Gu Ana segera duduk di sampingnya. Setelah Gu Ana duduk di sampingnya, segera pangeran Bao Ling mendekatkan wajahnya, "Boleh kah?" tanya pangeran Bao Ling dengan berbisik, hingga membuat Gu Ana menjadi gugup, mendengar suara serak dari pangeran Bao Ling. Gu Ana hanya mengangguk kecil, sambil tersenyum malu malu.
Melihat respon Gu Ana, pangeran Bao Ling segera mencium dan me*um*t bibir Gu Ana dengan lembut, dan perlahan Gu Ana ikut bermain, dan me*um*t bibir pangeran Bao Ling. Kemudian tautan mereka terlepas, segera turun ke arah leher hingga menimbulkan tanda kepemilikan. Pangeran Bao Ling segera membaringkan badan Gu Ana dengan lembut. dan membuka hanfu Gu Ana dan hanfu miliknya sendiri, dan kembali mecium dan me*um*t bibir Gu Ana, hingga terja apalah yang memang harus terjadi malam itu.
"Terimakasih telah menjaganya, dan memberikannya untukku, aku mencintaimu, selamanya." bisik pangeran Bao Ling, di telinga Gu Ana, yang telah terlelap karna kelelahan, kemudian mengecup puncak kepala Gu Ana dengan penuh cinta. Pangeran Bao Ling membaringkan tubuhnya di samping Gu Ana, dan mesegera tidur dengan memeluk Gu Ana.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.