It'S Me

It'S Me
Episode 263



Saat pintu tertutup, Raya membuka matanya, dan segera tersenyum ke arah pintu kamar yang telah tertutup.


^^^Sepertinya aku memang bisa bermain film. Kata dalam hati, sambil tersenyum penuh kemenangan.^^^


...


Saat ini Ariana tidak menemani suaminya ke kantor, Ariana lebih memilih untuk tinggal di rumah, setidaknya ia tak akan bosan. Di rumah ia bisa membantu para koki maupun tukang kebun di rumahnya. Sementara jika di kantor, ia hanya bisa berbaring, dan menemani Arkan di dalam ruangan.


Ariana baru saja mengantar Arkan ke pintu depan, setelah melihat mobil suaminya sudah tidak ada lagi, Ariana segera masuk ke dalam rumah kembali. Setelah mengantar Arkan, Ariana memutuskan untuk berkebun, meskipun hanya sebatas memotong daun yang kering, itu pun hanya bagian atas dan tidak bisa berlama lama, karena Ariana tak dapat jongkok maupun berdiri dalam waktu yang lama. Ariana biasanya hanya mampu berdiri dalam waktu lima belas menit, kemudian kembali duduk di bangku taman.


Ariana menyeka keringatnya yang bercucuran, karena kegiatan berkebun ini. Meski hanya sebentar berdiri, tetapi kegiatan berkebun cukup menguras tenaga Ariana. Ariana segera duduk, dan meminta salah satu asisten rumah tangga, untuk di buatkan jus jeruk hangat. Setelah menunggu beberapa lama, jus jeruk tersebut akhirnya datang. Ariana langsung saja meminum hingga tandas.


Setelah duduk merasa puas, Ariana segera naik ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Saat sampai di kamar Ariana segera mandi, kemudian mencari baju ganti di lemari kamarnya. Setelah memakai baju, Ariana segera kembali ke turun. Kali ini Ariana akan memasak, masakan yang akan Ariana buat berupa dessert.


Ariana memanggil kokinya untuk menyiapkan bahan bahannya, sementara Ariana memilih untuk duduk. Sementara para koki mempersiapkan bahan makan yang di butuhkan, Ariana mendudukkan dirinya di meja makan. Ariana segera mengupas apel, salah satu bahan yang di butuhkan. Hari ini Ariana akan membuat pai apple, jadi cukup banyak membutuhkan apel.


Setelah selesai mengupas apel Ariana segera berdiri, dan menuju ke dapur. Ariana segera membuat isi dari pai apel. Ariana memudian membuat adonan, setalah adonan selesai Ariana segera menggiling adonan tersebut hingga tipis. Ariana segera mengolesi margarin dengan tipis ke dalam loyang, setelah itu Ariana memasukkan adonan, adonan yang telah digiling tersebut ke dalam loyang, kemudian di taburi isian tadi, lalu kembali di tutup Ariana dengan adonan yang lainnya. Kemudian Ariana memanggangnya.


Setelah itu, Ariana memilih duduk untuk menunggu pai apel nya matang. Setelah matang Ariana segera meminta koki untuk mengangkatnya.


Arkan merasa sangat kesepian jika tidak ada istrinya di kantor, ini lah yang membuat Arkan sangat sulit untuk tidak mengikutkan Ariana, jika ia ingin ke kantor.


Setelah menunjukkan jam makan siang, Arkan segera masuk ke dalam mobilnya, dan bergegas menuju rumahnya. Arkan segera meminta supirnya untuk segera membawanya ke rumah.


Wajah tidak sabar Arkan, tampak jelas dari kaca spion supir, membuat supir Arkan menggeleng. Supir Arkan ini memang baru kembali di tarik dari kampung, setelah kemarin memutuskan untuk, mengundurkan diri, karena orang tuanya sedang sakit. Sementara anak dan istrinya di boyong nya ke kampung.


Setelah kejadian penculikan tersebut, supir yang ternyata adalah suruhan dari Zack segera di pecat, dan di kasus kan.


"Pak Mamat bisa lebih cepat sedikit tidak?" tanya Arkan dengan wajah yang sedikit gelisah, membuat pak Mamat menggeleng. Arkan memang jauh berbeda dari, Arkan yang lama.


"Baik Den." kata pak Mamat segera menginjak gas, dan melaju hingga samapai di rumah besar keluarga Candana.


Ariana merasa lelah setelah membuat kue tersebut, kemudian memilih untuk duduk di taman, untuk menikmati bunga bunga. Entah kenapa hal itu sangat menarik bagi Ariana, Ariana segera memainkan ponselnya, dan membaca beberapa pesan.


Setelah puas duduk di bangku taman, Ariana segera berdiri dan mendekati bunga bunga. Ariana menghirup aroma harum dari bunga, yang menurut Ariana sangat manis.


"Pantas saja para lebah menyukainya, ternyata begitu manis" guman Ariana, sembari terus mengendus bunga bunga tersebut.


Saat sedang asyik mengendus bunga bunga tersebut, tiba tiba tangan kekar melingkar dada Ariana, sembari mengelus perut Ariana. Ariana terkejut, dan segera menoleh ke belakang.


"Mas." kata Ariana setengah berteriak, karena terkejut Arkan tiba tiba memeluknya dari belakang.


"Ya sayang." kata Arkan santai, sembari mengecup puncak kepala Ariana. Arkan segera menopang dagunya, dengan kepala Ariana.


"Mas kok udah pulang?" tanya Ariana bingung, karena menurutnya ini masih pagi dan Arkan telah kembali.


"Ini waktunya jam makan siang sayang." kata Arkan sembari terus memeluk Ariana.


...


Selamat datang 2021.