It'S Me

It'S Me
Episode 105



"Kakak ini untuk mu." kata Gu Ana sambil memasangkan aksesoris yang telah dipilihnya, sambil tersenyum manis. "Paman tampan ini berapa?" tanya Gu Ana ke arah penjual aksesoris itu.


"Dua perak nona." kata penjual tersebut. Kemudian Gu Ana, segera memberikan dua perak untuk penjual tersebut, lalu menggandeng tangan pelayan tersebut menuju kereta.


...


Saat sampai di kereta, Gu Ana segera duduk di samping Gu Min. Yang saat ini tengah berbincang bincang dengan Bao Ling. Entah apa yang mereka bicarakan, Gu Ana sungguh tak tertarik, mereka hanya membicarakan sesuatu yang membosankan. Karna bosan Gu Ana terlelap, dengan kepala yang menyender di bahu Gu Min. Gu Min memperbaiki posisi duduknya, agar Gu Ana dapat terlelap dengan nyenyak, hingga mereka sampai di kediaman keluarga Gu.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di kediaman keluarga Gu untuk sementara. Mereka segera turun, namun Gu Min terlebih dahulu membangunkan Gu Ana. Setelah Gu Ana bangun, mereka masuk ke ruang tamu keluarga Gu, di sambut oleh tuan Gu dan Gu Jun.


"Ayah aku ingin membersihkan diri dulu, jangan memulai tampa aku, ok." kata Gu Ana sambil berlari, begegas menuju pafiliumnya.


Kini Gu Ana berada di pafiliumnya, dan meminta segera para dayang, untuk menyiapkan air untuk membersihkan diri dan hanfu untuk di pakainya. Setelah beberapa menit Gu Ana menunggu, akhirnya bak mandinya terisi penuh, dan telah harum oleh beberapa tetes aroma bunga mawar, yang Gu Ana sukai. Beberapa pelayan segera membantu Gu Ana membersihkan diri, sambil memijat bahu Gu Ana dengan lembut.


Gu Ana melenguh karna merasakan nikmatnya pijitan para pelayan, rasanya pegal pegal di tubuh gadis itu terasa hilang. Setelah puas berendam di bak mandi, Gu Ana segera bangkit dan menggunakan hanfu, di bantu oleh para pelayan Gu Ana, setelah mengenakan hanfu, Gu Ana segera keluar dari ruang mandi. Dengan segera Gu Ana ke kamarnya, untuk mengeringkan rambutnya yang panjang, dengan kain kering, agar lebih cepat kering.


setelah melakukan aktifitasnya, Gu Ana segera menuju ke ruang keluarga, dengan menggendong sebuah gitar, terlihat Bao Ling Dan Gu Min yang juga sudah membersihkan diri, berdiri di depan pelantara dengan penerangan yang minim, hanya bersumber dari api unggun, sambil mengobrol bersama. Terlihat beberapa penjaga, di bantu oleh beberapa pelayan, membakar daging ayam, yang telah di olesi oleh bumbu.


Gu Ana memperhatikan sekitar, matanya tertuju kepada seorang pelayan, yang sedang memanggang daging, di temani oleh seorang penjaga, mereka terlihat malu malu satu sama lain. Sudut bibir Gu Ana menikuk, membuat senyum manis tampak di wajah imutnya.


"Ayo... sedang apa?" kata Gu Ana mengagetkan pelayan dan penjaga tersebut, yang sontak membuat pelayan dan penjaga tersebut terkejut, dan malu karna ketahuan nonanya, jangan lupakan wajah mereka yang memerah. " Cieee... malu malu." Goda Gu Ana, yang menimbulkan tawa di para pelayan dan penjaga lainnya. Sementara yang di goda, hanya diam, salah tingkah, dengan wajah yang merona.


Mendengar keributan di antara kerumunan Gu Ana, Gu Jun segera bergabung dengan merek, dan melihat Gu Ana sedang menggoda pelayan dan penjaga, yang saat ini tengah salah tingkah, dengan wajah yang bersemu merah, seperti kepiting tebus.


"Ya Jiejie apa kau mengganggu mereka lagi? jika kau tak membantu lebih baik pergi duduk saja." kata Gu Jun berkacak pinggang, sambil memandang Gu Ana, yang tengah cengengesan tak jelas.


"Solikin, Solikin... Solimin." bantah Gu Jun, yang kini melipat tangannya di depan dada.


"Ha itu maksudnya." kata Gu Ana. "Gini ya, An'er yang cantik jelita tiada tara Budiman ini, syalala Syalili, sedang membantu mereka." lanjut Gu Ana sambil menunjuk pelayan dan penjaga tersebut. "An'er yang kecantikannya badai jambul katulistiwa ini, membatu menyatukan cinta mereka." kata Gu Ana sambil menyenggol badan dari pelayan tersebut. Sehingga pelayan tersebut, terdorong hingga ke arah penjaga, yang sejak tadi bersamanya.


"Kau jangan terlalu suka menggoda mereka, nanti kau sendiri yang akan sakit hati, ingat pertunangan mu baru saja batal." kata Gu Jun, sambil menjulurkan lidahnya ke arah Gu Ana.


Mendengar hal itu membuat Gu Ana menggeram, dan segera mengejar Gu Jun. Gu Jun segera berlari sekencang kencangnya, namun apalah daya, kaki Gu Ana lebih panjang dari pada kaki, Gu Jun. Hingga dengan mudah Gu Ana menangkap Gu Jun.


Bao Ling yang mendengarkan pertunangan Gu Ana, baru saja di batalkan, mengalihkan pandangannya ke arah Gu Min, seolah meminta penjelasan. Seakan mengerti maksud dari Bao Ling, Gu Min segera menjelaskan tentang hubungan Gu Ana, dan pangeran Zang Limo, bagaiman Gu Ana bisa membatalkan pertunangan mereka.


Sementara di tempat lain, pangeran Zang Limo, yang sejak sore menunggu kepulangan Gu Ana, di kediaman keluarga Gu, tepatnya kamar Gu Ana. Kini terdiam, dan memandangi kamar Gu Ana yang luas. Semenjak kepergian Gu Ana, pangeran Zang Limo bahkan tak mau bertemu kembali dengan kengan kekasih masa kecilnya. Pangeran Zang Limo kini cendrung pendiam, dan sedikit parah.


Bagi pangeran Zang Limo, Gu Ana adalah segalanya, namun entah kenapa, pangeran Zang Limo bisa tergoda kembali oleh cinta masa kecilnya, hingga mengabaikan Gu Ana. Kini setiap memasuki kamar Gu Ana, seluruh ingatannya kembali kepada saat saat bersama Gu Ana, rasanya kerinduannya semakin menjadi jadi. Bahkan kini pangeran Zang Limo seperti orang gila, yang terus menerus hidup dalam bayangan kebersamaan bersama Gu Ana, dan penyesalannya terhadap Gu Ana.


Pangeran Zang Limo, kini mengingat dirinya sebagai kekasih, yang sangat buruk. Menduakan kekasih nya, hanya untuk masa lalu. Setiap mengingat semua itu, membuat air mata pangeran Zang Limo selalu menetes, mengingat segala kebodohannya.


...


Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp.