
"Tadi saya lihat di stori Maxim." kata Arkan santai. "Kalian sepertinya sangat akrab ya, sampai sampai bisa membuat benjolan seperti ini." kata arkan mengelus dahi Ariana.
Sementara semua orang, yang berada di meja tersebut, menganga tak percaya melihat hal itu.
"Aduh kan sudah ku lihat jangan gitu." kata Rayen, pura pura cemberut, membuyarkan kemesraan Arian dengan ceria. "Deddy, ini lah kenapa aku tak mau ikut." kesal Arkan
...
"Hade bang bang, dia cuman ngecek kepala aku yang terbentur tadi loh." kata Ariana, memutar bola malasnya, sambil menatap kesal Rayen, yang menurut Ariana sangat mengesalkan.
"Ah masa..." goda Rayen membuat wajah Ariana dan Arkan memerah. "Om mau lihat video yang lagi viral ga Om.' kata Rayen kepada Farid.
"Apa itu?" tanya Farid penasaran.
Rayen kemudian menjulurkan tangannya, untuk memperlihatkan video Ariana dan teman temannya, yang berasal dari live Bimo. Rayen memutar adegan, di mana Ariana mengenakan Eyeliner dan menabrak dinding, membuat Farid, Erick, dan Farhan tertawa. Sementara Ariana cemberut, menahan kesalnya karna di tertawakan.
"Padahal ya lucu kemarin dia mainin pisau sama pistol biasa aja, masa sama Eyeliner samapai nangis." kata Farid tertawa melihat wajah kesal Ariana, yang justru terlihat menggemaskan.
"Kakek sih belum pernahkan ke colok Eyeliner?" kata Ariana mengkerucutkan bibirnya. "Kalau pernah, rasanya itu..." kata Ariana mencari kata kata yang sepadan. "Rasanya itu, Ah... mantap." kata Ariana akhirnya karna tak menemukan kata kata yang sepadan, sambil mencoel hidungnya sendiri, menggunakan jempol. Membuat semua orang kembali tertawa melihat tingkah Ariana.
"Hadeh mbak mbak... gini nih, kalau kita ngobrol ama anak toktok, bawaannya..." kata Rayen terputus sambil melirik Ariana. "Bawaannya ah mantap." kata Rayen, kembali memecahkan tawa, karna orang orang berhasil di tipu Rayen.
"Tarek sis." tiba tiba Maxim berbicara dari belakang Ariana, sambil melipat tangan di dada.
"Semongko." kata Ariana, sambil melirik ke arah Maxim, yang seketika tertawa mendengar jawaban sepontan dari Ariana.
"Kini tinggal aku sendiri... hanya berteman dengan dengan sepi." lanjut Jasson, dengan gaya bergoyang dangdut.
"Ho a ho e." kata Arian, menggoyangkan jempolnya, sambil berdiri mengimbangi Maxim dan Jasson.
"Aselole, buka siti joss." kata Maxim tak mau kalah.
kelakuan aneh mereka bertiga, sontak menarik perhatian apara pengunjung lainnya, dan menimbulkan gelak tawa, melihat kekonyolan mereka bertiga. Armin hanya menggeleng melihat kelakuan mereka bertiga, yang memang tak pernah tau tempat, ketika bercanda.
"Ana duduk." kata Armin mencubit pipi Ariana. "Kamu itu, mau aja di pancing mereka." lanjut Armin menunjuk wajah Maxim dan Jasson, yang saat ini tengah terkekeh, melihat wajah kesal Ariana. "Mereka mah lagi ga ada calon mertua di sini, makanya berani bertingkah aneh, lah kamu." kata Armin mengingatkan Ariana, sukses membuat wajah Ariana memerah. Ariana menggerutuki kebodohannya karna bersikap ceroboh, dan melakukan hal bo*oh di hadapan calon mertuanya.
"Udah duduk lagi gih, jadi pusat perhatian kalian." kata Armin mengingatkan mereka, sontak membuat mereka mendudukkan pantat mereka di kursi masing masing. Arkan segera meraih tangan Kanan Ariana, yang saat ini berada di bawah meja, sontak membuat Ariana menoleh ke arah Arkan. Arkan sedikit meremas lembut tangan Ariana, sembari mentautakan tangan mereka, seolah tak ingin melepaskannya, Ariana sedikit merasa sakit, membuatnya menggigit bibir bawah nya, dan memandang ke arah Arkan. Sehingga menimbulkan kesan seksi di mata Arkan, sekaligus imut, karna di saat yang bersamaan lesum pipi Ariana tampak.
"An udah mesan lo ya?" tanya Maxim sesaat setelah mendudukkan pantatnya. Membuyarkan lamunan Arkan.
"Udah dong." kata Ariana santai, sambil tersenyum manis ke arah Maxim.
"Lo mesan apa?" tanya Maxim ingin menyamakan pesanannya.
"Yang biasa, lagiana bos besar di sini." kata Ariana, tiba tiba melupakan kehadiran Arkan, di sisinya. Sehingga membuka rahasianya sendiri.
"Chef Around di sini?" pancing Maxim, membuat Jasson dan Armin menatap Maxim dengan pandangan Horrornya.
"Iya, lagi di pantry, lagian Mommy sama Brayen bakalan balik lagi ke Australia." kata Ariana santai.
"Dia yang masak dong." goda Maxim.
"Lah mana saya tau, saya kan ikan." kata Ariana menjulurkan lidahnya.
"Ikan apaan?" tanya Jasson ikut menimpali.
"Ikan julung julung." kata Ariana memajukan bibirnya.
"Om minta cium tu." seru Maxim ketika melihat Ariana memanyunkan bibirnya.
"Iiihhh... parah otak temen gue, belum punya calon tapi udah gitu." kata Ariana heboh, sambil memukul lengan Maxim deng tasnya.
"Iya kalo Maxim parah, terus lo bedua apaan? Ciumam hot di bioskop." kata Jasson membela Maxim, membuat Ariana menganga tak percaya dengan apa yang telah di katakan Jasson.
"Kenapa?" tanya Rayen mulai ikutan Maxim dan Jasson. "Kami punya videonya loh..." kata Rayen menggoda Ariana dan Arkan. Ariana melongo tak percaya, bagaiman adegan mereka bisa sampai bocor keluar, bahkan ada videonya. Sementara Arkan hanya mehertunduk malu, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dengan wajah yang memerah, sementara tangannya terus menggenggam tangan kiri Ariana.
...
Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.