It'S Me

It'S Me
Episode 268



Di dalam rumah sakit, kini tinggal Ariana dan Arkan. Arkan tersenyum dan mengusap lembut kepala istrinya.


Arkan segera mendudukkan diri di pinggir tempat tidur, Arkan berjongkok, kemudian hendak mencium bibir istrinya. Baru saja Arkan akan mengecup bibir istrinya.


"Ah maaf kami harus melakukan pemeriksaan terhadap pasien, anaknya juga butuh asi." kata dokter tersebut, sontak membuat Arkan berdecak kesal.


"Ah iya dok, silahkan." kata Arkan menyingkir dari ranjang rumah sakit.


"Dok anak saya mana?" tanya Ariana, sembari tersenyum ke arah dokter tersebut.


Tak lama kemudian seorang suster membawa keranjang bayi, yang bisa di dorong. Arkan melihat bayi itu, segera meminta izin untuk menggendong anaknya. Suster mengangguk menyetujuinya.


Dokter mengatur posisi tegak tempat tidur, agar nyaman bagi Ariana yang baru saja melakukan operasi.


Sementara Arkan segera menggendong buah hatinya bersama istri tercintanya, kemudian membawa bayi mereka, mendekat ke Ariana.


"Silahkan anak anda butuh asi." kata dokter tersebut, sembari tersenyum ke arah Ariana. "Baiklah kami tinggal sebentar nanti kami akan kembali lagi." kata dokter tersebut meninggalkan mereka bertiga, di ikuti oleh suster.


Ariana segera memberikan asi pertama kepada anaknya, sementara Arkan terus saja memperhatikan wajah Ariana, dan anaknya. Arkan mengusap lembut kepala Ariana, sesekali mengecupnya.


"Mas apa sih..." protes Ariana. "Kenapa ga ke anak kita aja coba." kata Ariana lagi.


"Anak kita udah nyusu, mas ga mau ganggu, nah kalau kamu biar mas sayang sayang dulu." kata Arkan cengengesan.


"Oh ya mas anak kita namanya siapa?" tanya Ariana memandang anaknya dengan senyum yang mengembang.


"Anak kita namanya Vekran Candana." kata Arkan memeluk istrinya yang tengah menyusui. "Bagus ga sayang?" tanya Arkan, membuat Ariana tersenyum senang.


"Sayang terimakasih ya, mas bangga sama kamu." kata Arkan.


Arkan lagi lagi mengecup pipi Ariana, sembari tersenyum lembut. "Kamu mau apa sayang?" tanya Arkan lagi.


"Hm... seperti nya untuk saat ini, seperti ini saja mas." kata Ariana membuat Arkan tersenyum.


"Sayang kamu jangan banyak gerak ya, nanti jahitannya lepas." kata Arkan sembari memainkan rambut panjang istrinya.


"Sayang gerah ga? Biar mas ikat kan ya." kata Arkan membuat Ariana mengangguk menyetujui nya.


Arkan tersenyum, kemudian mengikat rambut Ariana dengan hati hati, agar Ariana tak merasa kesakitan.


Setelah di rasa cukup, akhirnya Ariana menyerahkan bayi mereka kepada Arkan. Arkan segera dengan sigap meraih anaknya, dan meletakkannya kembali di keranjang bayi.


"Sayang kamu lapar? Atau mau apa?" tanya Arkan kemudian, setelah meletakkan anak mereka.


"Sayang bisa tolong turunin ga ni? Mau baring." kata Ariana seraya menunjuk tempat tidurnya.


"Iya sayang, sebentar." kata Arkan, beralih menurunkan tempat tidur istrinya. "Sudah sayang, sekarang apa lagi?" tanya Arkan, dengan penuh semangat.


"Tolong bawa Vekran ke sini mas." kata Ariana, semabari menepuk tempat tidurnya.


"Iya sayang." kata Arkan sembari mengusap lembut kepala Ariana.


"Mas kapan bisa pulang ya mas?" tanya Ariana memandang suaminya.


"Sayang kamu baru selesai operasi, jadi jangan di pikirkan pulang dulu ya sayang." kata Arkan mengusap lembut kepala istrinya.


Arkan meletakkan anak mereka, di sisi Ariana, kemudian mengusap lembut kepala Ariana. Arkan kemudian duduk di kursi, samping tempat tidur Ariana.


"Sayang terimakasih sekali lagi ya."