It'S Me

It'S Me
Episode 233



Saat Maxim mulai menari tawa dari orang-orang yang ada di ruangan tersebut benar-benar pecah. Sementara Live yang masih berlangsung, benar-benar dibanjiri banyak komenan.


"Temen ga ada akhlak mah gini, habis temen di kerjain mati matian." kata salah satu komenan yang ada di Live tersebut.


"Nasib punya temen jahil mah gini, siap-siap aja dikerjain." kata komentar yang lainnya, dan masih banyak lagi komentar-komentar yang lainnya.


...


Maxim cemberut ketika melihat tayangan nya tersebar di mana mana, membuatnya sedikit kesal dengan Ariana. Maxim mencubit pipi Ariana dengan sedikit kencang, hingga membuat Ariana berteriak kesakitan.


"Gege..." teriak Ariana sembari, memegangi pipinya, dengan posesif. "Daddy..." kata Ariana sembari merengek, membuat Erick terkekeh melihat tingkah Ariana. Ariana kesal karena Erick tidak membelanya malah terkekeh. Ariana segera beralih ke suaminya.


"Mas..." rengek Ariana membuat Arkan mengelus pipinya dengan lembut. "Mas sakit." kembali Ariana merengek dengan wajah yang cemberut, membuat yang lain semakin gemas, sekaligus jengah melihat tingkah Ariana.


"Dah pulang yuk." kata Jasson sembari menarik tangan Maxim dan Armin. Jasson tahu ia akan sakit mata melihat tingkah manja Ariana.


"Au ah, mending gue video call an sama cewe gue." kata Rayen meninggalkan mereka semua.


"Kek Gilang balik dulu ya." kata gila pamit kembali ke rumahnya.


Sementara Arkan dan Ariana sudah naik ke lantai dua menuju kamar mereka, meninggalkan Erik dan Farid di ruang keluarga tersebut.


Arkan memeluk Ariana dari belakang saat Ariana berdiri di dekat balkon dan melihat bintang-bintang. Ariana terkejut ketika tangan kokoh memeluknya dari belakang, Ariana segera memandang ke belakang, membuat akan tersenyum. Arkan kemudian segera menciumi pipi Ariana membuat Ariana merasa geli.


"Ih Mas ngagetin tau ga." kata Ariana dengan nada yang sedikit manja, membuat akan semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Ariana.


"Sayang Mas mau gini aja, untuk sementara." kata Arkan terus menciumi pipi Ariana, kemudian turun ke leher jenjang Ariana, sukses membuat Ariana melenguh karena geli.


"Ih geli ah Mas." kelu Ariana karena merasa geli, sukses membuat Arkan terkikik. Arkan kembali mengecup leher jenjang Ariana, dan menggigit lembut daun telinga Ariana.


"Sayang Ayo tidur udah malam." kata Arkan segera menggendong Ariana ke tempat tidur, Ariana dengan refleks mengalungkan tangannya dileher Arkan. Arkan kemudian membaringkan Ariana dengan lembut di tempat tidur, kemudian membaringkan dirinya sendiri disamping Ariana. Arkan mengecup lembut kepala istrinya kemudian memeluknya dan terlelap bersama istrinya.


Arkan tiba-tiba berada ada di sebuah ruang gelap, Arkan bingung harus kemana, kemudian Arkan melihat sebuah titik cahaya terang. Arkan segera mengejar titik tersebut, lama kelamaan titik cahaya tersebut semakin membesar, ketika di dekati.


Saat Arkan telah mencapai cahaya terang tersebut, Arkan dengan segera memasuki cahaya terang tersebut. Alangkah terkejutnya Arkan ketika dia berada di dalam sebuah keramaian, di mana saat itu ia tengah berada di sebuah pernikahan. Pernikahan tersebut tampak begitu mewah dengan khas oriental dan tradisional. Arkan melihat sepasang suami istri tengah menjalani sebuah upacara pernikahan. Tampak mereka mengenakan pakaian pernikahan berwarna merah dan bercorak naga dengan ber sulamkan emas.


Setelah upacara pernikahan selesai, sang istri pergi dari keramaian tersebut. Arkan mendekati sang mempelai pria, alangkah terkejutnya ketika melihat wajah pria tersebut tampak seperti dirinya. Arkan Yang penasaran pun mengikuti wanita tersebut. Namun Arkan tak dapat melihat wajah wanita tersebut.


Tak lama kemudian mempelai laki-laki yang sangat mirip dengan dirinya, lebih tepatnya persis dengan dirinya memasuki ruangan tersebut. Laki laki tersebut mendekati sang mempelai wanita, kemudian membuka penutup wajah wanita tersebut.


Alangkah terkejutnya organ wanita tersebut sangat mirip, atau bahkan bisa dibilang yang sangat persis dengan istrinya, Ariana.


Arkan benar-benar Tak habis pikir dengan hal tersebut, namun tiba-tiba penglihatan Arkan memburam dan akan terbangun dari tidurnya.


Arkan memperhatikan wajah istrinya yang tengah tertidur lelap di sampingnya. Arkan kemudian membelai wajah istrinya. Saat membelai wajah istrinya, tiba-tiba sebuah kilas balik begitu jelas terpampang di ingatannya.


Kepala Arkan sedikit pusing karena ingatan tersebut terus masuk ke dalam otaknya, Arkan dapat melihat semua masa lalunya di dunia lampau dengan Ariana. Bahkan Arkan dapat mengingat bagaimana saat-saat terakhir dirinya dengan Ariana. Arkan juga mengingat panggilan Ariana untuk dirinya, Arkan juga dapat melihat bagaimana wajah anggota keluarga Gu, dan orang-orang yang berkaitan dengannya di masa lalu.


Namun ada salah satu yang membuat Arkan bingung, tentang orang yang mengatakan bahwa istrinya tidak akan pernah berpaling darinya. Karna dirinya adalah cinta pertama istrinya. Arkan berusaha mengingat wajah orang itu, namun wajah orang itu tidak dapat Arkan ingat sama sekali.


Arkan yang sedikit tertegun dan bingung dengan ingaran tersebut, tanpa sengaja meneteskan air mata di pipinya. Air mata tersebut turun hingga mengenai wajah Ariana. Ariana terbangun dan sedikit bingung ketika melihat suaminya menangis, dengan perlahan tangan Ariana menghapus air mata suaminya.


"Sayang kenapa nangis?" tanya Ariana sembari menghapus air mata yang turun di pipi suaminya, namun Arkan hanya menggeleng sembari memegang tangan Ariana.


"Mas nggak akan pernah ninggalin kamu, sama Mas sayang sama kamu." kata Arkan masih dengan berurai air mata, Arkan sedikit terisak ketika mengatakan hal tersebut.


"Kenapa Mas? Mas mimpi buruk?" tanya Ariana cemas melihat Arkan, Ariana segera bangkit dari tidurnya kemudian memeluk Arkan. "Mas mimpi buruk lagi ya?" tanya Ariana sembari membawa Arkan ke dalam pelukannya.


Arkan tak menjawab namun hanya mengeratkan pelukannya, sembari air matanya yang terus turun di pipinya. Ariana dapat merasakan tubuh akan bergetar membuat Ariana sedikit khawatir.


Arkan melonggarkan pelukannya kemudian mengecup puncak kepala Ariana, kemudian menuntun Aryana agar segera berbaring kembali.


"Jangan pernah tinggalin Mas." kata Arkan terus mengeratkan pelukannya kepada Ariana, sembari peninggalan kan kepala Ariana di dalam pelukannya.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.