
Gilang memandang Vian memelas ketika Vian sampai di depannya, dan memegang tangannya agar tak menggaruk lagi.
"Sudahlah Ayo kita ke kamar, terus kalian mandi dulu, baru di olesin saleb biar gatalnya reda." kata Ayu menengahi mereka, sembari menggandeng tangan Suaminya menuju kamar mereka.
"Iya kak ayo." kata Vian menggandeng kedu tangan Gilang, dan meletakkannya di pinggangnya, agar Gilang tak menggaruk lagi.
...
Gilang terus menggaruk hingga sampai di dalam Kamarnya, sembari mengikuti Vian yang tengah mempersiapkan air hangat untuknya. Saat air dirasa cukup hangat dan cukup untuk berendam Gilang, Vian segera memanggil Gilang untuk masuk kedalam bathtub.
"Kak airnya sudah siap." kata bian sembari menggiring Gilang untuk berendam.
Saat masuk ke dalam bathtub Gilang merasa perih, di sekujur tubuhnya yang telah Ia garuk. Gilang berencana untuk segera bangun dari bathtub, namun Vian kembali menarik tubuh Gilang.
"Biar cepat hilang gatalnya kak." kata Vian kepada Gilang, membuat Gilang bergidik tak suka.
"Tapi perih loh sayang." kata Gilang dengan nada merengek kepada ada istrinya.
Setelah dirasa cukup Vian segera mengajak Gilang, menuju ke ke kamar dan memakai baju untuk suaminya. Setelah memakai baju hilang segera menuju ke sisi pinggir tempat tidur, kemudian Vian segera mengusap salep di sekujur tubuh Gilang, agar gatal dan perih nya mereda.
"Sayang pelan pelan." keluh Gilang saat luka akibat garukan nya di sentuh Vian.
"Aduh kemana suamiku yang super galak itu ya? Yang katanya CEO dingin, bin Galak." goda Vian kepada suaminya, membuat Gilang memanyunkan bibirnya.
Sama halnya, di tempat Andre dan Ayu. Andre juga mengeluh ketika mendapatkan olesan salep di bagian lukanya. Andre menggenggam tangan istrinya, membuat Ayu mendengus tak percaya.
"Aduh gemoi nya CEO dingin ku ini." kata Ayu mencubit pipi suaminya.
Ya keluarga Cendana yang laki laki hampir terkenal dingin semua, di hadapan publik, baik itu kepada karyawan maupun yang lainnya. Bahkan tak segan segan mendisiplinkan, orang orang yang menurutnya tidak becus. Disiplinkan dalam artian banyak hal, bisa jadi pemecatan. Mereka juga bahkan tidak akan segan segan, dengan orang yang melakukan kecurangan kepada mereka.
Namun ada hal di mana semua orang tak orang orang ketahui, bahwa sikap dinginnya itu tidak akan berlaku ketika dengan, pasangannya, bahkan keluarganya. Mereka terkesan hangat, banyak bicara, dan suka bercanda. Namun jika bersama pasangan, maka mereka akan terkesan protektif, cerewet, manja, bahkan pencemburuan.
Bagi mereka yang melihat hubungan mereka dari luar, mungkin saja mereka terlihat cuek, dan tegas. Dan para istri mereka yang manja, dan juga terkesan cerewet kepada mereka. Namun sebenarnya dalam hubungan mereka lah yang begitu, bahkan istri istri mereka terkesan lebih cuek.
Lain hal nya Gilang dan Andre, yang saat ini tengah meringis, menahan perih sekaligus gatal di sekujur tubuhnya. Arkan saat ini tengah tertidur pulas, sembari memeluk tubuh Ariana yang juga tengah tertidur pulas. Mereka sama sama kelelahan telah, melakukan pertarungan panas, yang melelahkan sekaligus candu bagi mereka.
Ke esokan paginya, Arkan dan Ariana bangun pagi pagi sekali, seperti biasa Ariana membantu para koki untuk mempersiapkan sarapan, bagi keluarga besar mereka. Tak lama kemudian kakak ipar Ariana, Aida juga keluar dari kamarnya.
Kamar Aida dan Farhat bersebelahan dengan kamar Farid. Sehingga ketika keluar dari kamar tidur mereka, mereka tak payah untuk menuruni tangga lagi. Sementara Arkan saat ini tengah berbincang dengan Rayen, tentang bisnis mereka, maupun topik topik hangat tentang perekonomian di beberapa negara.
Ariana dan koki membuat nasi goreng, dan susu hangat untuk mereka semua. Sementara Aida membantu menata makanan tersebut di atas meja makan.
"Lah iya ya Mba, tumben tumbenan Kak Ayu, dan kak Vian belum bangun ya? kak Andre sama kak Gilang juga belum bangun." Kata Ariana membenarkan kata kata dari kakak iparnya.
"Bik tolong panggilkan anak anak, kok masih pada tidur jam segini." kata Aida sembari melirik jam dinding yang ada di ruang dapur tersebut.
Setelah mendengar perintah dari Aida, asisten rumah tangga tersebut segera melangkahkan kakinya ke lantai dua. Asisten rumah tangga tersebut pertama mengetuk pintu Gilang dan Vian, yang memang lebih dekat dari tangga.
"Den, Non disuruh turun." kata Asisten rumah tangga tersebut sembari mengetuk pintu kamar Gilang dan Vian.
Bunyi ketukan pintu membangunkan Vian. Vian segera membangunkan suaminya, yang masih terlelap. Di karena kan tadi malam mereka bergadang, karena susah tidur di sebabkan oleh, gatal dan perih yang melanda.
"Hm... iya bi." Vian dari dalam kamar, membuat asisten rumah tangga itu segera berpindah ke kamar Andre dan juga Ayu.
"Den, Non disuruh turun." kata asisten rumah tangga itu kembali mengulang kata kata nya, sembari mengetuk pintu kamar Andre dan Aida.
"Hm... iya bik." kata ayu dari balik pintu kamarnya.
Asisten rumah tangga tersebut turun ke bawah, dan menyampaikan bahwa mereka sebentar lagi akan turun.
Andre dan istrinya, serta Gilang dan Vian turun hampir bersamaan. Tampak jelas wajah mereka yang masih menyimpan kantuk yang sangat besar, dan jangan lupakan kantung mata mereka akibat kurang tidur. Membuat mata semua orang tertuju kepada mereka berempat, terlebih lagi semua orang saat ini ini tengah berada di di meja makan semua.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Aida panik ketika melihat tangan kedua tangan, lengan, wajah dan leher, anak-anaknya terdapat banyak sekali bercak merah dan ruam.
"Tuh gara gara Om Arkan." kesal Gilang melihat wajah Arkan yang saat ini terlihat sangat fresh, terlihat jelas Arkan saat ini tengah menikmati hidupnya. "Enak ya om semalam, kayaknya menikmati banget, sampai sampai lupa dengan keponakannya, yang tengah di gigit nyamuk." Singgung Gilang, membuat Arkan tersenyum penuh arti. Karna berhasil mengerjai kedua keponakannya.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.