
Setelah satu jam akhirnya Ariana terbangun dari tidurnya, Ariana sedikit mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya, yang masuk di retina matanya. Ariana sedikit bingung dengan keberadaannya, yang saat ini sedang berada di tempat asing.
Ariana kemudian beralih memandang Arkan, yang saat ini tengah tertidur disampingnya. Ariana mengurungkan niatnya untuk bangun, Ariana memilih untuk memandangi wajah suaminya yang tengah tertidur. Ariana sendiri tidak henti-hentinya mengagumi wajah tampan suaminya, pantas saja banyak wanita yang tergila-gila dengan suaminya. Karna tidak hanya tampan suaminya juga ini, merupakan salah satu pemuda yang sukses di usia muda, apalagi jika mereka mengetahui bagaimana sikap suaminya kepada dirinya. Yang pasti banyak wanita di luar sana yang akan iri padanya.
...
Tangan Ariana terulur untuk membelai wajah suaminya, membuat suaminya sedikit terganggu. Arkan yang merasakan ada gangguan di wajahnya segera membuka matanya, hal yang pertama yang akan lihat adalah wajah istrinya yang tengah memandangnya. Arkan tersenyum ketika matanya bertemu dengan mata istrinya.
Arkan segera menarik istrinya ke dalam pelukannya, membuat Ariana tersenyum senang, dan merebahkan kepalanya di dada bidang Arkan.
Ariana dapat mendengar detak jantung suaminya sama seperti dirinya, Ariana tak tahu jantung siapa yang lebih kencang berdetaknya. Tetapi Ariana suka mendengarnya, karena detak jantung Arkan sama seperti pertama kali Arkan memeluknya. Membuat senyum mengembang di bibir seksi Ariana.
Setelah puas berpelukan, akhirnya mereka berdua segera jalan-jalan keluar Villa. Ternyata Villa yang mereka tempati sekarang berada tidak jauh dari pantai, membuat Ariana tersenyum senang melihat pemandangan tersebut.
"Ini tempat favorit Mas kalau lagi merasa stress." katakan kepada Ariana sembari mengajak Ariana untuk duduk ditepi pantai.
"Masalah kantor?" tanya Ariana kepada Arkan membuat, Arkan segera mengalihkan pandangannya kearah Ariana.
"Hm..." deheman Arkan disertai dengan anggukan, lalu kembali memandang ke arah laut. "Ingat saat kamu bertugas di tempat Mas dulu?" tanya akan mengingatkan kembali kepada masa lalu.
"Hm... iya Mas." kata Ariana memandang Arkan, yang saat ini masih setia memandangi laut.
"Saat kamu sudah tidak lagi bekerja di tempat Mas, Mas merasa sepi..." kata akan menggantungkan kata-katanya, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ariana. "Entah kehilangan teman berteman atau mungkin, Mas kehilangan orang yang spesial." jujur Arkan membuat Ariana tersenyum memandang wajah suaminya yang saat ini juga memandangnya.
"Untuk mengusir rasa kehilangan, mas sering datang ke sini." lanjut Arkan kini mengecup puncak kepala istrinya. "Tapi setelah kita kembali bertemu, Mas memang memiliki keinginan untuk kembali ke sini..." kata Arkan tersenyum sembari menggenggam tangan Ariana. "Tapi Mas ingin bukan cuman Mas yang disini, tapi kamu juga ada di sini, seperti ini." kata Arkan kemudian dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana.
Dengan perlahan akhirnya bibir akan sukses mendarat, dengan sempurna di atas bibir seksi Ariana. Ariana dan Arkan menutup matanya saling menikmati lu*ma*tan, dan ce*ca*pan dari masing masing bibir yang mereka hasilkan. Hal ini merupakan candu mereka, Arkan kemudian dengan perlahan menarik Ariana ke atas pangkuannya. Arkan memeluk pinggang dan menarik tengkuk Ariana, agar lebih memperdalam ciu*man mereka.
Mereka sangat menikmati saat saat seperti ini, membuat mereka benar benar mabuk tenggelam dalam indahnya cinta. Mengerti sifat, dan maksud dari satu sama lain, dan membiasakan diri dengan sikap dan kekurangan masing masing. Sehingga dapat menerima kekurang bukan hanya kelebihan masing masing.
Arkan terus menikmati lu*ma*tan bibir mereka, kini mereka sedang berperang lidah (dalam artian yang sesungguhnya). Dengan refleks tangan Arkan menjelajah di bagian tubuh Ariana. Untung saja tempat ini sedang tidak ada pengunjung, sehingga mereka tidak menjadi tontonan geratis.
"Sayang kita kembali ke villa ya." ajak Arkan dengan suara serak, nan seksi nya. Di tambah pandangan yang sayu, membuat Ariana mengangguk pampa perintah dan kontrol dari nya.
Arkan menggendong istrinya ala bridal style, dan melangkah kan kakinya segera menuju Villa mereka. Setelah sampai di Villa Ariana seolah mengerti keinginan Arkan, segera memutar kenop pintu, dan menguncinya kembali dari dalam, saat Meraka telah berada di dalam.
Arkan kemudian membisikka sebuah doa di telinga istrinya, dan detik selanjutnya bibirnya kembali me*lu*mat bibir istrinya. Tampa Ariana sadari kini mereka sudah tak lagi mengenakan pakaian mereka, dan terjadilah apa yang harus terjadi.
Setelah setengah jam merek melakukan penyatuan cinta, akhirnya Ariana dan Arkan pun kembali tertidur, karna kelelahan.
Setelah tertidur, Arkan kemudian bangun terlebih dahulu, Arkan segera membangunkan istrinya untuk bersiap siap kembali ke kota.
"Sayang bangun sayang." bisik Arkan membangunkan istrinya, sambil membelai lembut wajah istrinya. "Sayang ayo bangun." kata Arkan mengecup puncak kepala istrinya.
"Hm... iya Mas." kata Ariana kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Sayang." kembali Arkan mencoba membangunkan istrinya.
"Nanti aja Mas, capek masih ngatuk." Racau Ariana membuat Arkan menggeleng. "Sayang Mas mandi dulu, habis itu kamu sayang." kata Arkan mengecup pipi Ariana, membuat Ariana kembali terlelap.
Lima belas menit setelah Arkan menyelesaikan mandinya, Arkan kembali ke kamar dan melihat Istrinya tetap terlelap dengan di tutupi selimut.
"Sayang..." kata Arkan kembali mencoba membangunkan istrinya, namun tak ada jawaban dari Istrinya. "Sayang... bangun atau Mas kembali memakan kamu." ancam Arkan, sukses membuat Ariana terbangun dari tempat tidurnya.
"Ya Mas, Ana bangun." kata Ariana dengan segera melangkah kan kakinya ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, Ariana segera bergegas mandi, dan dalam waktu tiga puluh menit Ariana selesai mandi.
Setelah mereka berdua bersiap-siap untuk kembali, mereka segera masuk ke dalam mobil, dan mencari restoran terdekat untuk mengisi perut mereka.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.