It'S Me

It'S Me
Episode 223



"Apa kelebihan wanita itu? Kenapa kau mengistimewakannya? Aku lebih baik darinya." teriak Ririn, membuat Ariana terkejut, dan segera turun dari pangkuan Arkan.


"Apa apaan kamu Rin? Jangan pernah berkata tinggi di depan istri saya." kata Arkan menyoroti Ririn dengan dingin. "Kau tahu bahkan aku saja tak pernah berkata setinggi itu, dengan istri ku." kata Arkan dengan menekankan kata istri. Menegaskan posisi Ariana, di dalam kehidupan Arkan.


Ririn mengalihkan pandangannya ke arah Ariana, menimbulkan seringai licik di wajah Ariana.


...


"That isn't bad, my pion." kata Ariana tampa suara, membuat Ririn benar benar jengah dengan sikap Ariana.


"Gue kasih tau Lo Ar, istri yang lo bangga banggakan ga sebaik yang lo pikirkan." teriak Ririn, membuat Ariana semakin menyunggingkan senyum.


"Kenapa sih Rin? Mas Arkan sudah menjadi suami Ana." isak Ariana, sedikit mengeluarkan air matanya. Membuat Arkan memeluk Ariana, dengan erat.


"Sayang kamu ga usah dengerin kata kata dia." kata Arkan mencoba menenangkan.


"Mas ga akan ninggalin Ana kan? Mas percaya Ana kan? Ana ga pernah nyelakain orang baik, Ana selalu lindungin orang baik Mas." kata Arian dengan sedikit sesegukan.


"Iya iya Mas percaya sama kamu, sudah ya kamu ga usah nangis." kata Arkan memeluk Ariana dengan erat, sembari mengecup lembut kepala Ariana, menenangkan sang istri yang tengah tertekan.


Ariana mengalihkan pandangannya ke arah Ririn, yang menatapnya penuh dengan permusuhan.


"Pecundang akan tepap jadi pecundang selamanya." kata Ariana, tampa suara hanya dengan gerak bibir, sembari mengeratkan pelukannya ke arah Arkan. Ariana memang Ririn dengan pandangan meremehkan.


Ya Ariana memang licik, jika itu mengenai miliknya. Sekali menjadi miliknya, Ariana akan terus mempertahankannya. Apalagi ini mengenai pernikahannya, Arian akan mempertahankannya meski dengan cara apapun.


Ririn mengendus kesal dengan sikap Ariana, Ririn segera mendekati Ariana dan Arkan, sontak membuat Ariana waspada. Ririn mendorong Ariana dari Arkan, membuat kepala Ariana terluka. Arian sengaja menjatuhkan kepalanya terlebih dahulu, agar perutnya dan kandungannya tidak apa apa.


Ya ini lah perang, harus siap kapan pun. Harus tahu yang mana yang mana yang harus prioritaskan, dan yang mana yang bukan. Ariana harus bisa mengambil keputusan dalam keadaan apapun.


Kepala Ariana terbentur dan menimbulkan luka di kapa Arian. Membuat Arkan panik, segera menggendong Ariana. Arkan memanggil satpam, dan asistennya untuk segera ke dalam ruangannya. Ririn tak kalah panik, Ririn takut kalau Arkan akan benar benar membencinya, Ririn juga takut akan berurusan ke pada polisi.


Tak lama kemudian asisten Arkan masuk terlebih dahulu, Arkan segera memerintahkan asistennya untuk menangkap Ririn. Sedangkan Arkan segera memapah Ariana menuju rumah sakit. Ariana nampak sudah tidak dalam kesadaran nya.


Sementara Ririn kini tengah ditahan di kantor Arkan, kirim segera dikirim oleh satpam untuk menunggu jemputan polisi. Satpam satpam itu memposisikan Ririn di lobi kantor, membuat seluruh mata tertuju pada Ririn.


Beberapa karyawan kantor memvideokan dan memfotokan Ririn, dan memasukkannya ke sosial media yang menyebut Ririn adalah seorang pelakor. Yang datang untuk merebut suami bosnya, karena bosnya tidak mau maka Ririn mendorong istri bos tersebut.


Ririn benar benar malu, belum lagi saat Ariana dibawa oleh Arkan, Ariana sempat memandang Ririn dengan seringai licik nya, ternyata Ariana hanya berpura-pura pingsan. Membuat Ririn merutuki kebodohannya, Ia menduga bahwa itu adalah rencana Ariana, untuk menghancurkan nama Ririn.


Kini polisi datang dan memborgol tangan Ririn, serta membawa Ririn dengan mobil polisi. Membuat orang orang memandang Ririn dengan pandangan hina.


"Sayang, kamu tetap harus sadar sayang." kata Arkan, ketika memasuki ruang UGD, sembari terus memegang tangan Ariana.


"Ar giman Ana?" tanya Rayen yang datang bersamaan dengan Gilang, Farhat, dan Andre. Mereka panikbketika melihat darah di baju Arkan yang terlihat cukup banyak. Sementara Arkan hanya memegangi kepalanya frustasi, Arkan benar benar khawatir dengan keadaan Ariana, dan kandungannya.


"Ana kuat kok." kata Gilang menenangkan Arkan, yang saat ini tengah tertunduk di lorong rumah sakit.


Tak lama kemudian dokter keluar, dari ruangan Ariana, membuat mata tertuju kepada dokter tersebut.


"Dok giman keadaan istri saya dan kandungannya?" tanya Arkan panik kepada dokter tersebut.


"Nona Ariana baik baik saja, begitupun kandungannya, nona Ariana hanya shock saja tadi, sehingga kondisinya menurun." kata doket tersebut.


"Bisa kami masuk dok?" tanah Arkan kepada dokter tersebut.


"Iya silakan masuk saat ini Nona Ariana membutuhkan dukungan moril dari kalian semua." kata dokter tersebut mempersilahkan yang lain masuk.


Arkan tanpa aba aba segera masuk ke dalam ruangan Ariana, Arkan segera mengusap kepala Ariana, sembari mengecup puncak kepala Ariana.


"Sayang maafkan Mas ya, Mas harusnya tapi bisa jaga kamu." kata Arkan sedikit meneteskan air matanya. Sontak membuat Ariana merasa bersalah kepada Arkan.


"Sayang semua baik baik aja Ana kan nggak apa apa kan? Ana selamatkan? Bayi kita juga nggak papa, lagian itu juga nggak di sangka sangka jadi Mas juga nggak salah di sini." kata Ariana menenangkan suaminya, membuat Arkan tersenyum dengan sikap Ariana.


"Kan gue tahu khawatir sama adik gue, Tapi mending sekarang lo ganti baju banyak darah." kata Rayen kepada adik ipar nya, membuat akan sadar dengan bajunya yang penuh dengan darah Ariana.


Arkan segera meminta sopirnya untuk dibawakan baju ke rumah sakit, Sementara Ariana dipindahkan ke ke ruang rawat inap. Saat Arkan masuk ke dalam ruang rawat inap Aryana, cancel Arkan berbunyi. Arkan segera keluar dan mengangkat telfon tersebut.


"Siapa Om?" tanya Gilang saat Arkan telah kembali dari mengangkat telepon.


"Pihak kepolisian meminta keterangan saksi." kata Arkan santai kepada mereka semua yang ada di ruangan tersebut.


"Maksudnya Mas?" tanya Ariana kepada Arkan.


"Ririn sayang, sedang di bawa ke kantor polisi, dan sedang dalam pemeriksaan." kata Arkan kepada Ariana sembari menggenggam tangan Ariana. "Mas di minta menjadi saksi, sekaligus mewakili kamu sebagai suami dari korban." lanjut Arkan kepada Ariana.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.