
"Siapa bilang." kata raja Bao Ling, mengalihkan pandangannya ke arah Gu Min, masih dengan senyum yang menggantung di bibirnya. "Aku mengenali An'er sudah lebih dari dua tahun, saat ulang tahun raja Zang Zuan." kata raja Bao Ling, tersenyum ke arah Gu Min, yang saat ini mengangguk mengerti. "Setelah Kita keluar dari sini, aku akan mebawa kalian ke kerajaan Bao, dan mengangkat adikku sebagai penggantiku." Lanjut raja Bao Ling, sambil menambah kembali kayu bakar ke dalam api unggun.
...
Pagi mulai menyingsing, matahari belum manampakkan sinarnya. Namun Gu Ana telah bangun terlebih dahulu, dan melihat sekitarnya, alangkah terkejutnya Gu Ana, ketika melihat Gu Min tertidur di sampingnya.
"Gege..." teriak Gu Ana kegirangan melihat Gu Min terlelap di sampingnya. Mendengar teriakn Gu Ana, Gu Min terbangun dari tidurnya, matanya membulat sempurna, karna mendengar teriakan yang sangat keras.
"An'er ada apa pagi pagi? Kau tak apa kan?" tanya Gu Min khawatir dan terkejut, bercampur menjadi satu.
"Gege aku merindukanmu, kau datang untuk menjemput An'er mu ini." kata Gu Ana menghamburkan pelukannya, Gu Ana melepas rindu yang telah lama ia pendam untuk Gu Min. terdengar isakan dari Gu Ana, yang saat ini masih memeluk Gu Min. Gu Min terus mengelus punggung Gu Ana, sembari menenangkan nya. "Kapan kau datang? dengan siapa kau datang?" Tanya Gu Ana, ssembari melonggarkan pelukannya, dan mendongak ke arah Gu Min.
Raja Bao Ling, memilih untuk keluar dari Gua dan membersihkan dirinya. Raja Bao Ling tak berniat untuk mengganggu, kedua kakak beradik tersebut, dalam melapas rindunya. Bahkan raja Bao Ling, rela mengalah, dan membiarkan Gu Min untuk tidur di samping Gu Ana, karna malihat betapa rindunya Gu Min terhadap Gu Ana.
"Aku bersama Cheng." kata Gu Min sembari menunjuk pangeran Nan Cheng, yang saat ini terkejut bercampur kantuk. Tampak pangeran Nan Cheng masih belum sadar sepenuhnya, terlihat dari tatapan matanya yang kosong. Gu Ana segera mendekati pangeran Nan Cheng, yang saat ini terlihat dalam keadaan linglung.
"Cheng Cheng ku... apa kau merindukan aku yang cantik dan juga imut ini?" Tanya Gu Ana berlari kehadapan pangeran Nan Cheng, yang kesadarannya berangsur angsur pulih. Pangeran Nan Cheng, memandang Gu Ana, dengan kesal. Karna menurutnya ini masih sangat pagi, dan matahari pun belum tampak.
"Ya Ana... aku akan membunuhmu..." kata kata pangeran Nan Cheng menggelegar dalam Gua tersebut, menggunakan bahasa inggris, yang sontak membuat Gu Ana, segera melangka keluar dari Gua.
Pangeran Nan Cheng, mengejar Gu Ana, yang sudah lari terlebih dahulu, keluar dari Gua. Sedangkan Gu Min, segera berdiri, dan mempersiapkan hanfu untuk Gu Ana dan dirinya. Saat Gu Min keluar, tampak pangeran Nan Cheng masih berusaha menangkap Gu Ana, hanya ada satu kemungkinan yang akan pangeran Nan Cheng lakukan.
"Apa mereka sering begitu?" tanya raja Bao Ling, tiba tiba muncul di belakang Gu Min, sedangkan matanya terus tertuju kepada Gu Ana, yang saat ini masih tertawa, karna berkali kali berhasil kabur dari pangeran Nan Cheng, yang saat ini sedang membungkuk memegang lutuynya, mengatur nafas.
"Biasanya mereka akan bertengkar hingga mereka kelelahan." kata Gu Min, masih setia memandangi ke arah Gu Ana, yang saat ini tertangkap oleh pangeran Nan Cheng.
"Tertangkap, makanya jadi orang jangan sombong maemunah." kata pangeran Nan Cheng, segera melempar Gu Ana, ke arah kolam. "Segar maemunah? baek kan aku." kata pangeran Nan Cheng, tersenyum puas, penuh kemenangan.
"Eh jaenap, dasar makhluk kaset mata, yang hanya punya empedu ya anda, awas ya nanti aku balas pakai surat." tariak Gu Ana, yang saat ini kedinginan di dalam sungai.
"Ais ga seru... kasih pelajaran dong Bu Gulu." kata pangeran Nan Cheng, berjongkok di pinggir sungai. Dengan segera Gu Ana menarik tangan pangeran Nan Cheng, hingga membuat pangeran Nan Cheng, ikut tercebur ke dalam air bersama Gu Ana.
"Ada pakaianmu di dalam, setelah puas berenang kau harus naik, dan mengeringkan dirimu." kata Gu Min ikut melepaskan hanfu luarnya, dan mencari batu yang aga tinggi. Setelah menaiki batu tersebut, Gu Min segera melakukan terjun bebas, ke dalam air.
Raja Bao Ling merasa tertarik dengan apa yang di lakukan Gu Min, segera masuk kembali ke Gu dan mengambil hanfu basahnya tadi, dan segera melakukan hal yang sama yang di lakukan Gu Min. Gu Ana yang melihat aksi tersebut, segera bertepuk tangan dan menyoraki raja Bao Ling.
"Cheng kau harus coba, masa kau kalah dengan Ling Ling." kata Gu Ana, berteriak heboh. Sementara para pengawal baik dari kerajaan Nan maupun Bao, hanya bisa melongo, mendengar Gu Ana memanggil junjungan mereka dengan panggiln yang kurang sopan.
"Aku bisa lebih keren dari pada dia." kata pangeran Nan Cheng sambil bersiap siap untuk melakukan akrobat, sementara Gu Min dan raja Bao Ling segera mendekat ke arah Gu Ana.
Saat pangeran Nan Cheng berada di atas batu tersebut, pangeran Nan Cheng segera melompat dengan gaya atlit renang, sehingga menimbulkan tepuk tangan yang meriah dari Gu Ana.
"Cheng Cheng kau sungguh hebar, tak sia sia aku memiliki teman sepertimu." Kata Gu Ana, memuji pangeran Nan Cheng. Sontak membuat mereka semua tertawa, mendengar pujian yang lebih mengarah kepada kesombongan.
Setelah puas berenang, Gu Ana naik terlebih dahulu, kemudian mengganti pakaiannya yang basah dengan hanfu baru. Sedangkan yang lain masih berada di dalam Air, kemudian bergiliran untuk mengganti pakaiannya. Kemudian Gu Ana segera mendekati para penjaga, dan yang sedang memanggang, hasil buruan, untuk sarapan mereka.
...
Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku ke tempat temanku baru bisa upload
Semoga kalian dapat mengerti, mohon maaf sekali lagi.
Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?