
"Harus Om, ini sama seperti panggilan hati." kata Ariana dengan wajah serius.
"Jadi harus kamu?" tanya Arkan.
"Ya Om... bentar lagi ada konser BTS, dan habis itu konser Kim Bum." kata Ariana membayangkan wajah BTS anggota personilnya dan Kim Bum dengan wajah imut dihiasi lesum pipi yang menggemaskan.
...
"Kamu lagi ngebayangin apa tu?" selidik Arkan. "Jangan aneh aneh, mereka ga akan mau sama kamu." kata Arkan duduk dengan tenang di depan Ariana.
"Idih Om sotoy, siapa bilang mereka ga mau sama Ana yang cantik pari purna tiada tara." kata Ariana mengibaskan rambutnya, hingga mengeluarkan aroma yang harum dari rambutnya. "Ini buktinya, ada Ana sama mereka?" kata Ariana menunjukkan foto yang sebenarnya editan.
Hm tak sia sia aku berteman dengan penggemar halu Indonesia, mantap juga aditannya. Kata Ariana dalam hati.
"Kamu ngapain sedekat itu dengan laki laki." tanya Arkan mengerutkan keningnya.
"Ya suka suka lah Om." kata Ariana santai melihat wajah Arkan, yang kesal dengan kedekatan Arian dengan laki laki lain. Sebuah hiburan yang tiada tara, sangat menyenangkan untuk Ariana.
"Kamu mulai sekarang jangan sedekat itu dengan laki laki." kata Arkan kesal, karna terus di pancing Ariana.
"Om liat deh, kami cocok kan." kata Ariana menunjukkan fotonya dengan foto suga BTS, di mana di dalam foto tersebut tampak begitu jelas, Ariana sedang mencium pipi dari Suga, sedangkan Suga tersenyum sumbringah, sambil memegang pipi Ariana.
"Ana hapus foto itu." kesal Arkan melihat tingkah Ariana, yang semakin memanas manasi dirinya.
"Ih kenapa Om... Om sirik?" tanya Ariana pura pura polos di depan Arkan. "Ah atau jangan jangan Om cemburu ya?" Goda Ariana membuat Arkan semakin kesal.
Mendengarkan ucapan Ariana yang semakin mengesalkan, Arkan segera berdiri di dari tempat duduk nya. Kemudian melangkah mendekati Ariana, yang tengah tertawa melihat tingkah Arkan yang menurut Ariana menggemaskan.
"Ana saya peringatkan kamu untuk menghapusnya." kata Arkan dengan suara yang sedikit meninggi. Namun hanya di tanggapi dengan tawa oleh Ariana, yang sontak membuat Arkan semakin kesal. "Ana jangan bilang kalau saya tidak memperingati kamu." kata Arkan kesal, kemudian membungkuk di depan Ariana.
Cup.
Sebuah bibir yang lembut, mendarat di bibir Ariana. Membuat tawa Ariana terhenti begitu saja. Ariana berusaha mendorong tubuh Arkan, namun Arkan dengan segala persiapan, telah berhasil mengunci tubuh Ariana.
Arkan terus me*lu*at setiap inci bibir Arian, tak hanya itu Arkan menggigit bibir bawah Ariana, dan memasukkan lidahnya di dalam muluat Ariana. Setelah beberapa menit Arkan melepaskan pa*ngu*tan bibir mereka.
"Ariana Hanvei saya mau kamu menjadi istri saya." kata Arkan sontak membuat Ariana melongo.
Ini nih, kok sifat ini yang sama. Kenapa sih dari sekian banyaknya sikap Ling Ling, harus yang ini yang sama. Masa ngajak orang kawin kayak mau ngadopsi kucing di tengah jalan. Kata Ariana dalam hati
"Ana." panggilan Arkan karna tak mendengar jawaban dari Ariana.
"Om tapi Kan, Om Ana..." belum sempat Ariana menyelesaikan kata katanya, Arkan sudah lebih dahulu mengecup bibir Ariana.
"Saya tidak menerima penolakan Ana." kata Arkan meyenderkan kepalanya di pundak Ariana.
"Ana masih muda Om." kata Ariana melanjutkan kata katanya yang sempat terhenti.
"Memangnya kalau kamu menjadi istri saya, kamu menjadi tua." kata Arakan dengan seribu satu cara, agar Ariana tak menolaknya.
"Tapi Om..." lagi lagi kata kata Ariana, terhenti karna kecupan di leher jenjang Arian.
"Ana kamu tahu, berapa sulitnya saya mempertahankan benteng pertahanan saya? Saya tak bisa menjamin, jika ini akan lama." kata Arkan melingkarkan tangannya di pinggang Ariana, sambil mendekapnya dengan erat.
"Om Ana masih bingung, beri Ana waktu. Ana belum yakin Om benar benar cinta atau hanya karna perjodohan." kata Ariana dengan nada sendu.
"Ana kalau saya tidak mencintai kau, saya tidak akan mencium kamu, tidak akan memeluk kamu, marah ketika kamu dekat dengan laki laki lain, mengikat kamu, agar selalu dekat dengan saya." kata Arkan kembali mempererat pelukannya.
"Tapi bagaiman kalau Om cuman suka nya sesaat." kata Ariana, bukan tampa alasan Ariana menanyakan hal itu. Namun karna masalalu Ariana, membuat Arian ragu akan cinta Arkan. Kata Ariana membuat Arkan melepaskan pelukannya, dan memilih untuk melihat manik mata Ariana.
"Ana kamu tak perlu berbuat apa apa, untuk membukatikan cinta saya, cukup saya saja yang melakukan segalanya untuk membuktikan cinta saya. Kamu hanya harus diam, dan merasakan hati saya, dan besarnya rasa sayang saya untukmu." kata Arkan meletakkan tangan Ariana tepat di dada Arkan.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.