It'S Me

It'S Me
Episode 196



Mereka segera menaiki mobil, yang menjemput mereka. Mobil yang akan mengantar kan mereka menuju hotel, yang milik keluarga Candana group, yang cukup terkenal di Tiongkok. Candana group bekerja sama, dengan salah satu perusahaan terkemuka di Tiongkok. Ariana tampak memperlihatkan wajah, yang sangat bahagia. Keinginan Ariana yang ingin mempelajari, tentang sejarah di China. Bahkan Ariana penasaran ketika bertemu potret dirinya yang ada di museum kerajaan.


"Sayang seneng banget." kata Arkan, tersenyum ke arah Ariana, sembari mencium pipi Ariana.


...


"Mas Ana dan yang lain udah buat daftar, besok kita foto foto menggunakan baju hanfu, ala ya." kata Ariana tersenyum ke arah Arkan, dengan mata berbinar penuh harap. "Tempat sama hanfunya sudah di pesan, jadi kita tinggal datang." lanjut Ariana, sembari membayangkan, dirinya dan juga Arkan menggunakan hanfu, seperti masa lampau mereka, membuat Ariana tersenyum bahagia.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, hingga sampai pada hotel yang mereka tuju. Mereka semua turun dari mobil, dengan menggandeng pasangan mereka masing masing. Delapan pasangan turun dari mobil, menarik perhatian banyak orang. Mereka semua tampak serasi, ketika berjalan bergandengan, menuju meja resepsionis, dan mengambil kunci kamar.


"Hai bucin..." sapa Maxim ketika berdiri di samping Ariana, membuat Ariana berdelik kesal melihat Maxim.


"Hai buluk, baru pertama kali ngeliat orang yang cantik membahana ya." kata Ariana, tertawa mencemeeh Maxim, membuat Maxim yang ada di sampingnya, memukul kepala Ariana. Ariana yang tak terima membalas pukulan Maxim, membuat perhatian tertuju kepada Ariana dan Maxim.


"Eh lo berdua bisa diam ga? Berisik tau" kata Jasson dengan suara sedikit keras, Membuat Juliana mencubit pinggang Jasson.


"Kamu yang berisik, suara kamu itu mekain telinga tau ga." kata Juliana menatap tajam Jasson. "Malu tau, liat semua orang pada ngeliat ke sini." oceh Juliana kepada Jasson.


"Kok kamu belain mereka sih?" tanya Jasson tak terima, karna menurutnya Juliana selalu saja membela Maxim dan Ariana.


"Ga ada belain siapa pun, cuman kamu itu berisik minta tampol tau ga." jawab Juliana tak terima di tuding suka membela Maxim dan Ariana. "Suara kamu itu keyak toa, udah berisik cepreng lagi. Mending kalau enak dengarkannya." Cibir Juliana. Mereka yang mendengar pertengkaran kedua pasang kekasih ini, di buat heran jadinya.


"Menurut lo yang menang siapa?" tanya Ariana tiba tiba berbaikan dengan Maxim.


"Hm... kayaknya Juli lagi deh." kata Maxim santai, sembari meletakkan tangan di dagu, seolah olah sedang berfikir.


"Iya sih,menurut data statistik pertengkaran mereka, Juli hampir selalu meraih kemenangan, atas pertengkaran ya dengan Jasson." kata Ariana, seolah sedang menganalisis keuangan, dan kemungkinan keuntungan dalam investasi.


"Hm... menurut kemenangan di sepuluh menit mendatang, berdasarkan sejarah, dan statistik ya, kemungkinan Jasson akan kalah dengan Juli." kata Maxim membuka tablet miliknya, dan membuka aplikasi kalkulator, seolah sedang minghitung kemungkinan yang terjadi. Sementara Ariana juga ikut memperhatikan tablet milik Maxim, ikut melihat kemungkinan dari tablet Maxim. Ariana tampak tersenyum dengan puas, atas hasil analysis mereka. Sementara Arkan tampak menggeleng melihat kelakuan Ariana dan Maxim, yang terkadang terlihat damai, terkadang bertengkar.


Tepat setelah hasil perhitungan yang mereka lakukan, benar saja Jasson kalah dalam pertengkaran tersebut. membuat Ariana dan Maxim bersorak.


"Seneng banget." selidik Jasson ke arah Maxim dan Ariana. Sontak membuat Ariana segera menarik Arkan dan menggandengnya.


"Mas capek ke kamar yuk." kata Ariana mengabaikan Jasson. Arkan hanya tersenyum, sambil menggandeng tangan Arian untuk menjauh dari yang lain, dan segera menuju kamarnya.


Ariana memperhatikan koridor hotel tersebut, memandang takjup, interior hotel tersebut. Pantas saja hotel tersebut dipenuhi banyak pengunjung. Arkan tersenyum melihat ekspresi Ariana, yang memandang takjub interior milik Candana group. Dua pelayan hotel yang memandu mereka, berhenti di depan sebuah kamar, dan membukakan pintu untuk Ariana dan Arkan.


Ariana masuk terlebih dahulu, dan memperhatikan tatanan kamar mereka. Arkan segera menutup pintu kamar mereka, setelah para pelayan hotel tersebut berangkat. Ariana melangkah kan kaki ke arah balkon kamar mereka. Lagi lagi Ariana di buat takjub dengan pemandangan tersebut, bagaimana tidak, pemandangan hotel mereka langsung di hadapkan dengan, indahnya pemandangan kota Tiongkok.


Arkan melihat Ariana memandangi pemandangan, membuat Arkan tersenyum lembut. Arkan berjalan ke arah Ariana, dan memeluknya dari arah belakang, sembari mencium pipi kanan Ariana.


"Gimana sayang, seneng ga?" tanya Arkan masih memeluk Ariana dengan erat, sembari menyenderkan kepalanya di pundak Ariana. Ariana dapat mendengarkan, dan merasakan nafas hangat dari Arkan, membuat Ariana sedikit menggeliat geli.


"Hm..." kata Ariana mengalihkan pandangannya ke arah Arkan. "Mas coba tutup mata." kata Ariana, tersenyum ke arah Arkan.


"Kenapa sayang?" tanya Arkan pura pura tak mengerti maksud Ariana, sembari menautkan keningnya. Ariana melihat tingkah Arkan menjadi cemberut, membuat Arkan tersenyum melihat ekspresi Ariana, yang menurutnya menggemaskan.


"Ih... Mas tutup aja." kesal Ariana, yang menurutnya mengesalkan, karna tak mengerti maksud dari Ariana. Atau memang sengaja pura pura tak mengerti, untuk menggoda Ariana.


"Iya jangan manyun gitu, ni Mas tutup matanya." kata Arkan terkekeh melihat tingkah Ariana, membuat Ariana tersenyum senang. Ariana kemudian mendekatkan wajahnya, dan me*nci*um bibir Arkan. Arkan sedikit terkejut, dan membuka matanya. Arkan sedikit tersenyum, sembari memejamkan matanya. Arkan mengimbangi lu*ma*tan dari Ariana, Arkan menikmati, permainan yang di berikan dari istrinya. Jarang sekali Ariana memulai also duluan.


Setelah beberapa menit akhirnya pa*ngu*tan mereka lepas, Ariana maupun Arkan meraup nafas, sebanyak banyaknya. Arkan menyenderkan kepalanya di kepala Ariana, sembari menghirup nafas. Arkan membalikkan tubuh Ariana, memandang wajah Ariana. Kemudian mengecup kepala Ariana, sembari me*nci*um kembali bibir Ariana. Arkan kembali me*lu*mat bibir Ariana, dengan menutup matanya. Setelah beberapa menit kemudian, Arkan melepaskan pa*ngu*tan*nya kemudian, menyatukan keningnya dengan kening Ariana.


"Mas mau itu sayang." bisik Arkan di telinga Ariana, membuat Ariana melototkan matanya, tak percaya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.