It'S Me

It'S Me
Episode 170



"Bagus deh, setelah nikah kalian ke mana? Kami kemarin ada janjian sih mau ke China, kesana aja, biar kita ramai ramai." Notifikasi kembali berbunyi di ponsel Arkan dan tepat dugaan Arkan berasal dari Armin. Arkan sedikit bingung kenapa Armin mengajaknya ke China setelah menikah.


"Sama siapa aja?" tanya Arkan, karna penasaran.


...


Sebenarnya Arkan sedikit tidak menyukai arah pembicaraan mereka, namun Arkan juga penasaran bagaiman perasaan Armin kepada Ariana.


"Rencananya kami ber empat, nah karna kamu akan menikah dengan Ana jadi berlima deh." tulis Armin di dalam pesan tersebut. "Karna Ana bawa pasangan maka dari itu, rencananya kami juga mau bawa pasangan, sekalian mau ngelamar pacar aku." lajut Armin kepada Arkan.


Arkan membaca pesan tersebut menjadi sedikit lega, ternyata Armin memiliki kekasih, dan dirinya juga aman.


"Iya, nati kalau ada apa apa bilang aja sama saya." kata Arkan.


"Besok Daddy Ana pulang ke Indonesia, lusa kamu ke rumah Ana ga?" tanya Armin di dalam pesan tersebut.


"Iya." kata Arkan singkat.


"Ok sip, tolong jaga Ana kami baik baik ya, Ana sudah seperti adik ku sendiri." kata Armin di dalam pesan tersebut.


"Sip tenang aja, Saya akan menjaga Ana dengan baik kok." kata Arkan di dalam pesan tersebut.


"Bagus." kata Armin mengakhiri pesan tersebut.


Arkan tersenyum senang, karna Armin sahabat Arkan mempercayainya untuk menjaga Ariana.


Arkan kemudian membuka laci kecil yang ada di naklas, samping tempat tidur. Arkan meraih lukisan ling ling, yang Arkan kira itu adalah dirinya, dengan menggunakan hanfu, yang merupakan baju khas China, lalu menutupnya kembali. Arkan tersenyum, melihat potret dirinya yang sangat pas menggunakan hanfu merah tersebut.


Arkan mengelus lukisan yang telah di masukkan ke dalam bingkai. Kemudian tersenyum, lalu meletakkan kembali lukisan tersebut.


Sepertinya China merupakan tempat yang lumayan bagus. Guman Arkan dalam hati.


kamudian merebahkan tubuhnya, di tempat tidur. Arkan membuka galerinya, kemudian mengecup sebuah foto, yang ada di dalam galeri ponselnya.


"Selamat malam, gadis ku, yang amat aku sayangi." guman Arkan tersenyum menawan. Ya hanya Ariana yang mampu membuatnya begitu, Ariana bahkan mampu membuatnya menjadi makhluk bucin, seperti saat ini.


Arkan kemudian menutup matanya, dan tak lama kemudian Arkan segera tertidur.


Kening Arkan sedikit berkerut ketika melihat dia ada di dalam hutan secara tiba tiba. Kemudian Arkan melihat seorang laki laki dan wanita tengah berada di tempat sepi. Arkan segera mendekat dan mencoba menanyakan keberadaannya, tak masalah jika Ia mengganggu sedikit, yang penting keluar dari tempat yang asing ini.


Arkan semakin mendekat, alangkah terkejutnya, Ia melihat laki laki itu sangat mirip dengan dirinya, sedangkan yang wanitanya sangat mirip dengan Ariana.


Arkan kemudian teringat tentang lukisan Ariana, yang menggambarkan dirinya menggunakan baju merah, seperti sedang berperan drama klosal China.


"Lalu bagaiman jika aku mengatakan bahwa aku mencium pelayanku seperti ini." kata raja lelaki tersebut, kemudian mencium bibir si wanita, dan wanita tersebut segera memundurkan langkahnya ke belakang. "Kau..." kata kata wanita tersebut terhenti ketika melihat sebuah anak panah, mengarah ke laki laki tersebut. Dengan si wanita menarik laki laki tersebut, ke arah nya.


"Kau, apa kau punya musuh?" tanya wanita itu, memperhatikan sekitarnya. Tiba tiba sekitar sepuluh orang menghadang mereka berdua, dengan wajah yang tertutup, dan serba hitam


"Ayo, untuk sementara kita harus lari." laki laki itu menarik tangan wanitanya, sambil berlari. menghindari para pembunuh.


"Kenapa tidak melawan?" tanya wanita itu.


"Mereka tak hanya segitu bodoh, di belakang mereka sangat banyak." kata laki laki itu masih menarik tangan wanitanya, karna mereka terus di kejar oleh yang lain.


Anak panah terus menghujani mereka hingga, salah satu lengan wanita tersebut terkena panah mereka. Langkah mereka terhenti terhenti, ketika melihat jurang di hadapan mereka.


Arkan ikut berlari bersma mereka, dan bingung akan melakukan apa.


Saat melihat ancang ancang dari anggota kelompok pembunuh, laki laki itu, menarik si wanita kedalam pelukannya, dan segera melompat ke dalam jurang.


"Hai apa yang kau lakukan." teriak Arkan panik.


Arkan terbangun dari tidurnya, dengan mengeluarkan banyak keringat. Sungguh ini seperti mimpi buruk, yang tiba tiba mengalami perjalanan waktu, kembali ke masa lalu.


Arkan bungun menyambar air putih, yang ada di atas naklas tempat tidurnya, dan segera maminumnya. Arkan melangkahkan kakinya ke kamar Ariana, dan segera menutupnya kembali, Arkan segera menyikap selimut yang menutupi tubuh Ariana. Arkan membaringkan tubuhnya di samping Ariana, kemudian memeluk Ariana, dan mencium puncak kepala Ariana.


"Apa kau juga pernah memimpikannya? Sehingga kau membuat lukisan itu?" guman Arkan sembari mempererat pelukannya. "Aku mencintaimu Ana." katanya lagi sambil memejamkan matanya, menemui kembali kantuknya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.