It'S Me

It'S Me
Episode 189



"Tadi ga enak, ada Pak David di luar." jelas Ariana, sembari menunjuk ke arah pintu. Membuat Arkan segera berdiri, dan berjalan ke arah pintu. Arkan membukanya, kemudian menguncinya dari dalam, Arkan segera berjalan ke tempat Ariana.


"Sayang Mas ga suka, kamu senyum senyum sama cowok lain apalagi dengan David tadi." kata Arkan setelah berdiri sempurna di dekat Ariana, Arkan kemudian mengangkat Ariana untuk, duduk di atas meja. Arkan menyatukan keningnya dengan kening Ariana. "Ngerti sayang, Mas cemburu." jujur Arkan, menyatukan bibirnya dan bibir Ariana. Saat baru saja Arkan sampai tiba tiba sebuah ketukan mengejutkan mereka.


...


Dengan malas Arkan segera melangkah kan kaki keluar ruangan, sedangkan Ariana segera turun dari meja, kemudian duduk kembali ke kursinya. Arkan mempersilahkan Dewi untuk masuk, karna ada Ariana.


"Masuk Dew, ada apa?" tanya Arkan kembali ke meja kerjanya.


"Makasih mas..." kata Dewi dengan manja, membuat Ariana menjadi jijik mendengarkan nya. Ariana segera berdiri dari kursinya, dan mempersilahkan Dewi untuk duduk, di kursi yang di tempatnya tadi. Dewi hanya melihat Ariana dengan sinis, dan mendudukkan dirinya di kursi.


"Jadi ada apa kamu ke sini?" tanya Arkan mengangkat alis kirinya, sembari menatap Dewi dingin. Arkan sebenarnya kesal, karna aksinya tadi terhenti oleh Dewi, namun karna harus bertindak professional, makan Arkan menahan kesal nya.


"Mas orang tua aku ngundang mas untuk makan malam, mau ya mas." kata Dewi dengan nada manja miliknya, membuat Ariana kesal di buatnya. Bagaimana tidak tunangannya sedang di ajak makan malam, dengan seorang wanita. Arkan melirik wajah Ariana sekilas, Arkan tersenyum melihat wajah kesal Ariana, dan menikmati wajah cemburu Ariana. Arkan berniat untuk memanas manasi Ariana, membalas rasa cemburunya tadi.


"Saya lihat jadwal saya nanti ya Dew." kata Arkan tersenyum ke arah Dewi, sontak membuat Dewi tesenyum bahagia. Bagaiman tidak laki laki yang Ia sukai selama ini, menerima menerima ajakannya, meskipun itu belum pasti. Arkan mengalihkan pandangannya ke arah Ariana, yang saat ini tengah terlihat kesal, tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan Arkan. Ariana mendengus kesal kemudian timbul ide gila dari Ariana.


"Ah... kayaknya Om Arkan kosong deh, kalau masalah Kantor, nanti Ana minta izin sama kakek deh, untuk nemenin Ana keluar." kata Ariana tersenyum ke arah Dewi. "Soalnya kalau Ana izin mau keluar sama Daddy ga mungkin boleh." kata Ariana menaik turunkan alisnya. Dewi sangat senang mendengar usual Ariana.


"Benarkan? Memangnya kamu mau keluar dengan siapa?" tanya Dewi penasaran.


"Dengan kak Ali dong, masa cewek secantik Ana keluar dengan orang sembarangan." kata Ariana. "Kalau Om mau, Ana ok in ni ajakan kak Ali." lanjut Ariana, tersenyum penuh kemenangan ke arah Arkan. Arkan menggeram kesal ketika mendengar nama Ali, terlebih lagi Arkan tau betul, bahwa Ali memiliki rasa ketertarikan kepada Ariana.


Ariana merasakan kemarahan dari Arkan, dengan cepat ingin menyusul Dewi, namun apa daya, langkah Arkan lebih lebar, hingga Arkan dapat meraih handel pintu terlebih dahulu, kemudian menguncinya.


"Mau ke mana kamu?" tanya Arkan dingin, membuat Ariana menunduk, dan menggigit kecil bibirnya. "Sini ponsel kamu." kata Arkan, meminta ponsel Ariana. Ariana dengan sedikit ragu ragu memberikan ponsel nya kepada Arkan. Arkan segera mengecek seluruh isi pesan dari ponsel Ariana. Ariana segera menghapus seluruh nomor pria di ponsel Ariana. "Ga usah masuk kamu nanti, kita pergi foto pre-wedding." kata Arkan membuat Ariana menganga.


"Tapi kan Mas bukannya kita kecil kecilan ya?" tanya Ariana sedikit ragu ragu.


"Ana kalau kamu ragu dengan saya, kamu cuman butuh membatalkan pernikahan kita." kata Arkan sedikit berteriak, dengan mata yang sudah memerah menahan marah, dan rasa sedih. "Saya memang sayang dengan kamu, tapi kalau kamu ragu dengan saya, saya tidak bisa memaksa." kata Arkan dengan raut yang tak terbaca, suaranya melemah. Ariana yang melihat kemarahan, sekaligus kesedihan di mata Arkan, merasa bersalah. Ariana maju kemudian memeluk Arkan.


"Mas maaf ya tadi Ana cuman bercanda." kata Ariana sembari memeluk erat tubuh Arkan. Arkan hanya diam, dan tak merespon Ariana. Arkan tau betul, bahwa Ia yang mengejar Ariana, sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkan Ariana. Namun saat ini Arkan tengah merasa kurang percaya diri, untuk mendapatkan Ariana.


"Mas jangan marah dong, Ana cuman bercanda, habis tadi mas ga nolak ajakan buk Dewi, Ana kan jadi cemburu." kata Ariana melonggarkan pelukannya, kemudian mendongakkan kepalanya, untuk melihat wajah tampan Arkan. "Mas Ana minta maaf seerius." kata Ariana menampakkan wajah, yang memelas, sementara matanya sudah berkaca kaca.


...


Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.