
An'er lakukan sesukamu, dan kau Bao Ling genggam An'er ku sepuasmu, karna tak lama lagi An'er akan menjadi milikku lagi, dan saat itu tak akan aku lepaskan. Kata pangeran Zang Limo dalam hati.
...
Acara berlangsung meriah, Gu Min dan Ruang Qin, terlihat sangat serasi, dengan baju perpaduan merah dan bersulam emas, membuat mereka benar benar serasi.
Gu Ana sangat bahagia melihatnya, membuatnya hampir saja bersorak bahagia, jika tidak ditahan pangeran Bao Ling, yang terus saja menggenggam tangannya.
"An'er tenanglah, jangan begitu, kau sungguh seperti anak kecil." kata pangeran Bao Ling, yang membuat Gu Ana tertawa malu, karna kelakuannya sendiri.
"Qin'er kau sangat cantik hari ini." jujur Gu Min tersenyum ke arah Ruang Qin, yang saat ini tersenyum malu malu mendengar kata kata dari Gu Min. "Ayo lah, kemana gadis yang mengirim surat untukku, dan selalu mendekati adikku, An'er. Agar bisa bertemu dengan ku?" Goda Gu Min, saat melihat Ruang Qin, memerah karna terus di goda oleh Gu Min.
"Berhenti menggoda ku." keluh Ruang Qin sambil berjalan ke arah kamar Gu Min. Karna upacara adad telah selesai.
"Ling Ling, aku anak menemui kakak ipar dulu, sampai jumpa." kata Gu Ana menyusul Ruang Qin menuju kamar. Pangeran Bao Ling hanya tersenyum, dan menggenggam saat melihat tingkah Gu Ana, yang sangat bersemangat.
"Jiejie kau tampak cantik." kata Gu Ana saat berhasil mengejar Ruang Qin.
"An'er kau di sini?" tanya Ruang Qin yang terkejut melihat Gu Ana tiba tiba menyusulnya.
"Jiejie kau tampak cantik, pantas saja Gege ku jatuh cinta padamu." kata Gu Ana, sambil tersenyum ke arah Ruang Qin.
"An'er..." kata Ruang Qin, tersipu malu, mendengar kata kata dari Gu Ana.
"Ayolah, oh ya aku ingin memiliki banyak keponakan dari mu." kata Gu Ana bersemangat.
"An'et jangan berkata begitu." kata Ruang Qin bertambah malu, dibuat oleh Gu Ana.
"Nanti cerita kepadaku tentang, malam pertama kalian." Goda Gu Ana kepada Ruang Qin, sontak membuat Ruang Qin tersipu malu. "Jangan terlalu lelah, aku akan memastikan kau makan dan beristirahat cukup, untuk olahraga malam." kata Gu Ana, menaiki turunkan alisnya.
"Olahraga malam? Tuan Min suka melakukan olahraga malam?" tanya Ruang Qin polos tak mengerti maksud Gu Ana.
"Ais jangan memanggilnya begitu, panggil saja Min Min." kata Gu Ana, santai. "Ohya, tentu saja Gege suka olahraga malam, tapi dia tak pernah mengajak siapa pun untuk olahraga malam." kata Gu Ana, tersenyum geli melihat kepolosan Ruang Qin.
"Benarkah, bahkan laki laki?" tanya Ruang Qin penasaran, karna jika memang dari laki laki, Gu Min memang bisa akrab. Tapi jika dengan wanita Gu Min lebih dingin, dan tak suka dekat dekat.
"Benarkah?" tanya Ruang Qin tersipu malu, saat mendengar kata kata dari Gu Ana.
"Benar sekali, bahkan hanya untuk sesuatu hal kecilpun, seperti olahraga malam dia hanya ingin melakukan dengan mu." kata Gu Ana, terkikik Geli dengan kata katanya.
Apalagi Gu Ana saat ini melihat wajah Ruang Qin, yang semerah tomat, dan tingkahnya yang menjadi aneh, karna salah tingkah. Karna terlalu salah tingkah, hampir saja Ruang Qin terpentok pintu, karna lupa membuak pintu kamar Gu Min, saat akan masuk ke ruangan tersebut.
"Ya Jiejie pintunya buka dulu, kau bukan makhlus astral yang bisa menembus pintu." kata Gu Ana, tertawa melihat tingkah Ruang Qin yang kini menjadi kakak iparnya. "Jiejie kakimu melangkah." kata Gu Ana kembali menggoda Ruang Qin.
"Benarkah bagaimana bisa?" tanya Ruang Qin, yang masih dalam metode blank, setelah di goda Gu Ana, secara terus menerus.
"Ya ampun Jiejie, kakimu memang melangkah, jika tidak melangkah bagaimana mungkin kau sampai di sini." kata Gu Ana semakin tertawa melihat tingkah dari Ruang Qin. "Atau kau ingin di gendong Gege." Goda Gu Ana, yang semakin membuat Ruang Qin, salah tingkah hingga membuat Ruang Qin, melangkah kakinya dengan cepat ke kamar Gu Min.
"Gege semangat untuk olahraga malamnya." teriak Gu Ana, terus menggoda Ruang Qin, yang saat ini wajahnya memerah karna jantungnya semakin berdetak kencang. Ruang Qin bahkan tak tahu harus bagaiman saat ini, Ruang Qin terus berjalan mondar mandir, karna memikirkan ucapan Gu Ana.
Tak lama kemudian Gu Min memasuki kamarnya, saat Gu Min memasuki kamarnya, Gu Min tersenyum melihat Ruang Qin, yang kini masih mengenakan riding pelindung wajah tipis. Gu Min segera membuka tudung tipis Ruang Qin, sementara Ruang Qin tertunduk malu malu.
"Qin'er kenapa kau tertunduk? Kau tak ingin melihat wajah ku?" tanya Gu Min, memegang dagu Ruang Qin, sambil tersenyum manis.
Dengan ragu Ruang Qin mengangkat kepalanya, dan memandang Gu Min. Gu Min tersenyum saat kedua mata mereka bertemu. Detik kemudian Gu Min sudah mendekatkan, bibirnya dengan Bibir Ruang Qin. Hi Min me*um*at dengan lembut, hingga Ruang Qin terbawa suasana dan mulai membalas lu*at*an Gu Min.
"Boleh kah?" tanya Gu Min meminta dengan mata sendu, dan suara seraknya, hingga Ruang Qin, semakin berdebar di buatnya. Ruang Qin mengangguk pelan, sambil tersenyum malu malu. Dengan segera Gu Min melancarkan aksinya, dengan menciumi seluruh wajah Ruang Qin.
"Aku sangat merindukanmu." kata Gu Min, di sela aksinya. Kemudian turun ke leher hingga meninggalkan bekas ke merahan. Terjadilah sesuatu yang seharusnya terjadi.
Setelah menuntaskan aksinya Gu Min segera mengusap, dan mencium kening Ruang Qin.
Jika aku harus melakukan perjalan waktu, untuk bertemu denganmu, aku akan melakukannya dengan senang hati. Ucap Gu Min, merebahkan badannya dan berbaring di sebelah Ruang Qin, dan ikut terlelap sambil memeluk Ruang Qin.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like co mment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.