It'S Me

It'S Me
Episode 242



"Tolong bersihkan semua kekacauan ini, saya mau mengantar Ririn dulu, ke rumah sakit jiwa." kata Lidia meninggalkan kamar Ririn, menyusul suaminya.


Sementara para asisten rumah tangga segera, membersihkan semua dengan hati hati. Agar mereka tak terkena pecahan kaca, yang berserakan di lantai, memenuhi hampir seluruh ruangan kamar tersebut, membuat para Asisten rumah tangga tersebut menggeleng tak percaya.


...


Sementara di tepat lain Ariana dan Arkan tengah bersiap siap untuk ke kantor. Ariana di jadwalkan akan mengadakan pemeriksaan kehamilan, di bulan pertama. Jadwal memang di minta setiap bulan, agar dokterl lebih bisa memastikan keadaan ibu dan anak. Belum lagi Arian saat ini masih di katakan sangat muda, dengan mengandung di usia 18 tahun.


Hari ini Arkan mengatur jadwal bertemu, setelah makan siang. Rencana Arkan pagi ini akan menyelesaikan berkas berkas kantor, di bantu dengan Ariana, meskipun istrinya itu hanya membantu sedikit.


Ariana tampak serius mengerjakan berkas berkas tersebut, Ariana saat ini berada di samping meja Arkan. Membuatnya tampak seperti seorang asisten. Setelah Ariana merasa lelah, Ariana segera menyenderkan bahunya.


"Sayang kamu pasti lelah." kata Arkan dari mejanya, memandang istrinya dengan seksama.


"Sayang coba bawa berkasnya ke sini." kata Arkan meminta istrinya untuk di bawakan berkas, sehingga membuat istrinya sedikit cemberut.


Dengan bibir manyun, Ariana segera mengantarkan berkas kemeja Arkan. Setelah meletakkan berkas tersebut, Ariana berencana kembali ke tempat nya.


"Sayang mau ke mana?" tanya argon sembari mencekal tangan Ariana, kini organ tak lagi suka menarik tangan Ariana, karena Arkan sekarang sadar bahwa di dalam perut Ariana anak mereka.


"Mau ke tempat duduk lah, istirahat." kata Ariana kembali ingin melangkah ke tempat duduknya.


"Tidak sayang, kamu duduknya di sini." kata Arkan sembari menepuk pahanya, sembari terkejut melihat ekspresi terkejut istrinya.


Ariana melongo tak percaya, dengan apa yang diperintahkan suaminya. Karna jelas-jelas Arkan masih harus mengurus berkas-berkas tersebut, namun akan memintanya untuk duduk di pangkuannya.


"Sayang kan berkas kamu masih banyak." kata Ariana menunjuk berkas Arkan.


"Engga papa sayang, ayo duduk." kata Arkan sembari menarik istrinya ke hadapannya. Membuat Ariana malu malu terhadap perbuatan suaminya. Arkan yang melihat ekspresi tersebut segera tersenyum, Arkan menarik Ariana ke dalam pangkuannya.


"Mas nanti ada orang, malu Mas." keluh Ariana, sembari menelusupkan wajahnya di balik dada bidang Arkan. Membuat Arkan terkekeh dengan sikap Ariana yang menurut Arkan sangat manis.


"Ga papa sayang, kan kita sudah sah." kata Arkan sembari mengusap lembut istrinya, dan memajukan kursinya, agar lebih mudah membaca berkasnya.


Ariana saat ini memilih untuk menyenderkan kepalanya di dada bidang Arkan, hangatnya badan Arkan berpadu sempurna dengan dinginnya AC, yang sengaja di kecilkan oleh Arkan. Membuat Ariana merasa nyaman di dada bidang Arkan.


Semakin lama kantuk pun mulai menyerang Ariana, si putri tidur julukan barunya dari Maxim. Kata Maxim, karna ia tak ingin keponakannya jelek, maka panggilan dari kebo pun berpindah menjadi putri tidur.


Tak butuh waktu lama, dalam sepuluh menit akhirnya Ariana pun tertidur pulas. Membuat Arkan tersenyum senang, sembari menyenderkan badannya, di kursi kebesarannya.


Tok tok tok...


Bunyi ketukan pintu mengejutkan Arkan, membuat Arkan memicingkan matanya.


Tok tok tok...


"Maaf tuan, ada berkas yang ingin saya antar." kata Asisten Arkan sopan, meski dari luar pintu. Membuat Arkan segera mengambil ponselnya, dan mengirim pesan kepada asisten nya tersebut.


"Masuk." isi tulisan di ponsel tersebut, membuat pintu terbuka, sesaat se sudah tanda centang biru.


Asisten Arkan kemudian masuk dan menyerahkan beberapa dokumen, alangkah terkejutnya dia, ketika melihat posisi Ariana yang saat ini tengah tertidur, di atas pangkuan Arkan.


Awalanya Ia memang mengira bahwa nyonya Arkan satu itu tengah tertidur, namun dia tak menyangka jika nyonya Arkan tidur di atas pangkuan Arkan. Membuat asisten pribadi Arkan tersebut segera menghela nafas.


Setelah meletakkan dokumen tersebut, asisten pribadi Arkan segera meninggalkan ruang mereka. Setelah keluar dari ruangan CEO, tepat setelah asisten pribadi Arkan tersebut menutup pintu ruangan Arkan. Ia segera menghela nafas, kemudian menuju ruangannya sendiri.


"Kalau gini sepertinya gue harus nyari pasangan." gumaman asisten pribadi Arkan tersebut. "Kalau gini aku bisa bisa mati iri melihat kemesraan mereka." Lanjutnya sembari kembali fokus ke komputernya.


"Di muka lo kenapa kok dari ruangan Pak Arkan lesu banget, kau dimarahin ya?" kata Lestari kepada asisten pribadi Arkan tersebut.


Iya nama asisten pribadi Arkan itu Didi, Didi merupakan salah satu asisten pribadi Arkan, yang paling lama bekerja dengan Arkan. Sikap Didi yang jujur, serta keuletan, dan ketelitian, serta kesabaran Didi, dalam menghadapi sikap Arkan yang sangat keras kepala. Menjadi poin penting kenapa Didi masih bertahan hingga sekarang.


"Engga gue habis di senyumin sama bos." kata Didi singkat kepada lestari yang juga salah satu asisten pribadi Arkan.


"Lah terus kenapa? Lo terpesona?" tanya lestari yang membuat Didi sedikit kesal, karena sikap Lestari yang terkadang bisa dibilang agak aneh, terlebih lagi pemikiran lestari yang tak dapat ditebak.


"Ya ampun Lestari... otak lo kayaknya harus di ganti mesin lagi deh." kesal Didi melihat Lestari karena pemikirannya yang selalu aneh. "Onderdil nya ada yang rusak tuh, atau jangan jangan bautnya banyak yang kendor." lanjut Didi menatap Lastri dengan malas, terlebih lagi saat ini Lastri memandangnya dengan wajah polos, seolah tak berdosa.


"Hah? Emang Lastri robot apa? Harus ganti mesin." tanya Lastri dengan wajah polosnya, benar-benar membuat Didi tercengang bingung. Entah bagaiman Lastri bisa terpilih menjadi salah satu asisten pribadi Arkan, untuk mendampingi dirinya.


"Bukannya mendampingi tapi malah merecoki." guman Didi yang tak dapat di dengar oleh Lastri.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.