It'S Me

It'S Me
Episode 132



"Pergi sana dasar burik." ejek Gu Ana menjulurkan ludahnya, membuat yang lain tertawa. Hingga Gu Ana menggerbikkan bibirnya sambil menggebungkan pipinya. Melihat tingkah Gu Ana, Pangeran Bao Ling dan Gu Min menajdi geram. Dengan segera Pangeran Bao Ling, mengangkat Gu Ana ke dalam pangkuannya, dan segera mencubit pipi Kiri Gu Ana, sedangkan pipi kananya sudah di kuasai oleh Gu Min.


"Ayahhh..." teriak Gu Ana, meminta tolong kepada tuan Gu.


...


Bukannya menolong, tuan Gu justru ikut tertawa melihat tingkah Putri satu satunya, yang masih seperti anak kecil meski sudah menikah.


Setrelah selesai makan malam, mereka semua kembali ke tenda masing masing. Begitu pun pangeran Bao Ling dan Gu Ana, yang kini sedang berada di tenda mereka. Gu Ana segera bergegas untuk membersihkan diri sebelum tidur. Setelah membersihkan diri, Gu Ana segera merebahkan badannya ke tempat tidur.


"An'er apa kau melupakan sesuatu?" tanya pangeran Bao Ling, memandang Gu Ana yang tengah merebahkan badannya. Mendengar perkataan dari pangeran Bao Ling, Gu Ana segera bangun dari tempat tidurnya.


"Ya ampun... hampir saja aku lupa." kata Gu Ana menepuk jidatnya. "Sini berbaringlah." kata Gu Ana menepuk tempat tidur, agar pangeran Bao Ling, segera berbaring di sampingnya.


Setelah pangeran Bao Ling segera melepas hanfunya dan berbaring dengan telungkup. Sementara Gu Ana segera memijit kaki pangeran Bao Ling dengan minyak kelapa, yang selalu Gu Ana bawa kemana mana. Pangeran Bao Ling, merasa tubuhnya menjadi rileks dan nyaman.


Pangeran Bao Ling merasa sangat beruntung, memiki Gu Ana, yang sangat pengertian dan perhatian terhadap pangeran Bao Ling. Ini lah alasan pangeran Bao Ling, selalu memanjakan Gu Ana, karna tak ingin istrinya merasa tak di perhatikan.


"An'er pijatanmu sangat enak, dan membuatku menadi sangat nyaman." Guman pangeran Bao Ling, masih bisa di dengar oleh Gu Ana. Saat Gu tengah memijat bagian punggung, pangeran Bao Ling.


Setelah cukup lama, pangeran Bao Ling, tampak tertidur. Dapat terdengar dari nafasnya yang beraturan. Gu Ana segera menarik selimut, hingga menutupi seluruh tubuh pangeran Bao Ling, agar tak kedinginan, dan menyusul alam mimpi pangeran Bao Ling.


Pangeran Bao Ling terbangun, dan merasakan sebuat tangan tengah memeluk punggungnya. Dengan segera pangeran Bao Ling, bangun dan mengenakan hanfunya. Pangeran Bao Ling, segera memeluk memeluk Gu Ana.


"An'er terimakasih, karna telah belajar mencintaiku, dan menerimaku." kata pangeran Bao Ling, sambil memandang wajah Gu Ana, yang membuatnya mengenal sebuah cinta, yang dulu di anggap tidak ada oleh pangeran Bao Ling. "Aku sangat mencintaimu, dan selalu." kata pangeran Bao Ling, kemudian mengecup kening Gu Ana, cukup lama dengan mesra, mencurahkan segala isi hatinya.


"Hm... aku juga mencintaimu, membalilah tidur jangan menciumku terus." kata Gu Ana membuka matanya sedikit. Lalu mengecup bibir pangeran Bao Ling sebentar, kemudian memeluk pangeran Bao Ling, sambil menenggelamkan kepalanya di dada pangeran Bao Ling.


"Terimakasih sayang." kata pangeran Bao Ling, tersenyum mengeratkan pelukannya, dan mengikuti perintah Gu Ana untuk segera tidur kembali.


Pagi menyingsing, kini semua tenda telah di kembali di simpan, semua orang kini telah menaiki keretanya masing masing.


Gu Ana yang terlihat senang pagi ini, tampak jelas di bibirnya, yang tak pernah melepas senyum manisnya. Pangeran Bao Ling ikut tersenyum, melihat senyum menawan yang selalu di perlihatkan oleh Gu Ana. Pangeran Bao Ling segera mencubit gemas, pipu Gu Ana.


"Kau terlihat senang sayang." kata pangeran Bao Ling, sambil tersenyum melihat wajah Gu Ana yang tiba tiba cemberut, karna di cubit oleh pangeran Bao Ling.


"Yak... jangan suka mencubitku." kata Gu Ana mengembangkan pipinya. Semakin membuat pangeran Bao Ling, gemas melihat tingkah dan ekspresi Gu Ana.


"Aku sangat tidak tahan, jika melihat ekspresi mu." kata pangeran Bao Ling, mencubit hidung Gu Ana, dengan lembut. Gu Ana yang merasa kesal, akan perlakuan pangeran Bao Ling, berniat mengerjainya.


"Kau tahu, jika aku kembali nanti, aku akan bertemu dengan pangeran Zang Limo, apa kau tak apa?" tanya Gu Ana, memancing pangeran Bao Ling. Tampak pangeran Bao Ling berfikir sambil melihat wajah Gu Ana.


"Haiss... kau tidak seru." guman Gu Ana, dengan reaksi pangeran Bao Ling.


"Untuk apa aku cemburu? Cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri." kata pangeran Bao Ling, membuat Gu Ana melongo.


Bukannya itu kata kata dari film dilan ya? Dari mana dia mengetahui kata kata itu. Kata Gu Ana dalam hati.


"Dari mana kau belajar kata kata sebagus itu?" tanya Gu Ana penasaran, karna tidak mungkin pangeran Bao Ling, bisa tahu kata kata seromantis, di film dilan.


"Dari Jun'er dan Cheng." kata pangeran Bao Ling jujur kepada Gu Ana.


"Hm... pantas saja, apa lagi yang dia ajarkan?" selidik Gu Ana, kepada pangeran Bao Ling.


"An'er kenapa kau tiba tiba menjadi seorang, yang petugas pengadilan?" kata pangeran Bao Ling terkejut dengan sikap Gu Ana, yang aneh.


"Bukan aku hanya tak suka mereka mengajarkanmu yang tidak tidak." kata Gu Ana menjelaskan.


"Mereka tidak mengajarkan yang tidak tidak, tapi yang iya iya." Kata pangeran Bao Ling, sambil menggoda Gu Ana.


"Yak..." kesal Gu Ana, melototkan matanya ke pada pangeran Bao Ling, yang sontak membuat pangeran Bao Ling tertawa.


"Jangan marah ok? Aku mencintaimu." kata pangeran Bao Ling dengan menggunakan bahasa inggris, yang sedikit belepotan, karna masih belajar dengan Gu Ana.


"Ah... aku benar benar mencintaimu jika begini." kata Gu Ana, dalam bahasa inggris yang fasih, melupakan pertengkaran mereka. "Jika berbicara denganku gunakan bahasa Inggris, agar kau semakin lancar berbahasanya, jika lupa bahasa inggris nya campur saja biar aku benarkan." Kata Gu Ana dengan semangat.


"Ok, tapi cium dulu." kata pangeran Bao Ling, dalam bahasa inggris yang sedikit belepotan.


Cup.


Bibir Gu Ana sampai di pipi pangeran Bao Ling, namun pangeran Bao Ling malah cemberut di buatnya.


"Hais... aku bukan anak kecil, di sini." protes pangeran Bao Ling dalam bahasa inggris.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.