It'S Me

It'S Me
Episode 135



"Yak kau mencari perlindungan lagi? Dasar manja." ejek Gu Jun, penuh amarah. Karna Gu Ana mengejeknya seperti se ekor monyet. Yang hanya di tanggapi tawa, dari Gu Ana, sambil memeluk tubuh pangeran Bao Ling, dang menjulurkan lidahnya.


...


Semua tertawa melihat tingkah Gu Ana, dan Gu Jun, yang layaknya kucing dan tikus ketika bertemu. Bukan cuma anggota keluarga Gu yang tertawa, namun seluruh pelayan pun tertawa melihat tingkah Gu Ana, dan Gu Jun.


"An'er sudah, mengalah lah dengan adikmu, dia masih kecil." kata pangeran Bao Ling, sambil tersenyum, memegang puncak kepala Gu Ana.


"Ais... kau tahu Ling Ling, jika aku mengalah sedikit saja mungkin dia akan selalu mengejekku." keluh Gu Ana, protes jika disuruh mengalah dengan Gu Jun.


"Kau kakak yang tak berakhlak, di suruh mengalah saja tidak mau, kau mau kena azab, seorang kakak yang tidak mau mengalah?" ejek Gu Jun, memancing kekesalan Gu Ana.


"Baik baik aku akan mengalah untuk kali ini." kata Gu Ana tersenyum misterius kepada Gu Jun. Gu Jun menelan ludahnya kasar, Gu Jun tahu Gu Ana tak akan mudah mengalah, dan memiliki seribu satu macam akal licik di otaknya.


Pangeran Nan Cheng segera memperbaiki, posisi duduknya seolah sedang menunggu, kejadian selanjutnya. Sedangkan Gu Min, sudah tersenyum senyum menunggu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Maaf..." kata Gu Ana, sambil menjabat tangan Gu Jun, dan tersenyum. Membuat pangeran Nan Cheng menghela nafas kasar, tak suka dan tak percaya, jika sesuatu yang pangeran Nan Cheng tunggu tunggu, sejak tadi tak terjadi. Yang terjadi hanyalah sesuatu yang membosankan, seperti yang di saksikan sekarang. "Lebih baik kita berdamai, besok Gege akan menikah." kata Gu Ana tersenyum manis ke arah Gu Jun, sambil melirik pangeran Nan Cheng.


"Ah... Jiejie kenapa kau menyebut kata kata menikah? Apa kau tak kasihan dengan Gege Cheng, yang sampai sekarang tak berani mengungkapkan perasaannya." kata Gu Jun sambil tersenyum puas.


"Ah... benar juga, bibirku benar benar keceplosan, aduh Cheng Cheng maafkan aku yang cantik ini." kata Gu Ana, dengan mimik wajah yang di buat sedih.


"Haiss... kalian tak puas mengejekku? Ini lah kalau punya temen ga ada akhlaknya." kata pangeran Nan Cheng, berdecak kesal dengan kata kata dari Gu Ana dan Gu Jun.


"Uh... bujang lapuk marah, eh... ups." kata Gu Jun, memegang bibirnya, seolah oleh terceplos begitu saja.


"Ais... jangan begitu." kata Gu Ana, menasihati Gu Jun. "Cheng Cheng banyak banyak makan ya, karna pura pura bahagia itu butuh tenaga." kata Gu Ana tertawa, melihat wajah kesal pangeran Nan Cheng.


"Hei diam lah, atau kau ku lempar pakai obor." Ancam pangeran Nan Cheng, kesal. Sementara yang lain tertawa mendengar pertengkaran mereka. Pertengkaran mereka bagaikan hiburan tersendiri, bagi anggota keluarga Gu. Pertengkaran mereka seperti, sesuatu yang menghangatkan, dan menyatukan mereka, hingga lebih mengenal satu sama lain.


Setelah mereka mempersiapkan semua, akhirnya mereka memutuskan, untuk beristirahat di pafilium mereka masing masing.


Gu Ana segera membaringkan dirinya di tempat tidur, setelah membersihkan diri. sementara pangeran Bao Ling, baru saja keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan diri.


"An'er apa kau menggodaku." kata pangeran Bao Ling, mencium dagu Gu Ana. "An'et ini sudah lama." kata pangeran Bao Ling, mulai menciumi leher Gu Ana. Membuat Gu Ana merasa geli dan panas di sekujur tubuh, hingga Gu Ana mengangguk pelan tampa bisa di kontrol.


Dari kejauhan, seorang terus memperhatikan jendela kamar, Gu Ana yang tertutup rapat. Lelaki itu terus mengepalkan tangannya, hingga kuku jarinya memutih, karna terlalu kesal.


"An'er kau boleh bersamanya saat ini, tapi tiba saatnya kau akan bersamaku." kata laki laki tersebut hendak meninggalkan kediaman keluarga Gu.


"Jangan pernah mengganggu rumah tanggaku pangeran Zang Limo." ucap pangeran Bao Ling, tiba tiba muncul di belakang pangeran Zang Limo.


"Ah pangeran Bao Ling, kau harus tahu, aku lah cinta pertama An'er, dan bukankah cinta pertama adalah hal yang sulit untuk di lupakan." kata pangeran Zang Limo tersenyum kemenangan, ke arah pangeran Bao Ling.


"pangeran Zang Limo sepertinya kau sungguh tahu tentang hal itu, pantas saja dulu kau menduakan An'er, dengan kekasih masa kecilmu." kata pangeran Bao Ling mengejek, pangeran Zang Limo.


Mendengar kata kata dari pangeran Bao Ling, sontak membuat pangeran Zang Limo kesal dibuatnya. Pangeran Zang Limo tiba tiba menyerang pangeran Bao Ling, untung saja pangeran Bao Ling, memiliki refleks yang bagus, sehingga terhindar dari serangan pangeran Zang Limo.


"An'er adalah milikku, kau atau pun yang lain, tak bisa memilikinya." kata pangeran Zang Limo, mundur ke belakang. "Hanya aku pangeran Zang Limo, pangeran negri ini yang pantas untuknya." kata pangeran Zang Limo, melangkah pergi meninggalkan pangeran Bao Ling.


Setelah kepergian pangeran Zang Limo, pangeran Bao Ling segera masuk kembali ke kanarnya, dan melihat Gu Ana, yang tengah terlelap.


"An'er sayang, apa kau sudah melupakan Limo? Aku tahu dia adalah cinta pertama mu, tapi kau harus tahu kau juga yang pertama untukku." kata pangeran Bao Ling mengecup puncak kepala Gu Ana. "An'er jangan meninggalkan aku ya sayang." kata pangeran Bao Ling kembali mengecup kepala Gu Ana, kemudian turun ke arah bibir Gu Ana.


"Kau belum tidur?" tanya Gu Ana, saat melihat pangeran Bao Ling, terus memandanginya. "Apa ada yang membuatmu risau?" tanya Gu Ana, memandang pangeran Bao Ling. "Kau tahu kita bukan pasangan hanya suami istri, kita adalah sahabat, kekasih, dan teman." kata Gu Ana menangkup wajah pangeran Bao Ling, kemudian mengecup kening pangeran Bao Ling. "Berceritalah." kata Gu Ana lebut memeluk pangeran Bao Ling, yang saat ini tersenyum mendengar semua kata kata Gu Ana.


"Aku takut, kau kembali kepada pangeran Zang Limo, dan meninggalkan ku." jujur pangeran Bao Ling, mengeratkan pelukannya.


"Aku milikmu, kau tahu itu, dan itulah faktanya." kata Gu Ana, mengelus punggung dan kepala pangeran Bao Ling.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.