
"Sayang semangat meeting nya mana," kata Arkan memonyongkan bibirnya.
Ariana terkekeh kemudian memajukan wajahnya bersiap untuk mencium bibir Arkan.
...----------------...
"Dasar pelit masa cuman sebentar," keluh Arkan karena Ariana hanya menciumnya sekilas.
Ariana terkekeh mendengar penuturan suaminya. Bagaimana tidak, suaminya tak akan puas, mau lama atau sebentar suaminya akan tetap mengatakan nya sebentar. Kecuali jika mereka melakukan lebih, atau bisa di bilang dalam urusan ranjang.
"Sudah lah, lagian kamu itu ga pernah puas," kata Ariana sembari terkekeh. "Emang kamu ga malu kalau di lihat oleh klayen kamu?"
"Ya ga lah," kata Arkan dengan santainya. "Sayang kamu sudah bisa kan? Mas kangen ni," kata Arkan cengengesan. "Eh maksudnya si kecil."
Ariana mendelik mendengarkannya, kata kata suaminya yang ternyata berotak me*sum setelah menikah.
"Dasar omes otak me*sum," kesal Ariana melihat Arkan, sementara Arkan tertawa, sembari memeluk erat perut Ariana. Karena Ariana saat ini tengah berdiri. "Mas, nanti ada klayen kamu."
Benar saja setelah Ariana mengatakan hal itu, pintu ruangan terbuka, membuat Arkan melepaskan pelukannya. Sementara Ariana sibuk mem-benah-kan pakaiannya, kemudian tersenyum menyambut para tamu meeting.
Ternyata klayen tersebut masih tergolong muda, mereka mungkin lebih muda di banding Arkan. Mereka adalah pemuda berbakat, yang sepertinya sangat handal dalam berbisnis. Buktinya mereka merupakan salah satu perusahaan, yang berhasil bekerja sama dengan perusahaan Cendana.
"Selamat siang tuan Arkan, dan nona..." sapaan pria itu terhenti, karena tidak mengetahui nama sekertaris Arkan, ah atau bisa di bilang mereka tidak mengetahui bahwa wanita itu istri Arkan.
"Ariana," kata Ariana memperkenalkan namanya. "Sekertaris pak Arkan," sambungnya lagi.
"Ah iya," kata pemuda tersebut tersenyum ke arah Ariana. "Bisa saya panggil nona ana saja? Agar lebih akrab."
Arian mengangguk mengiyakan permintaan klayen suaminya, yang akan berubah menjadi bos-nya jika di kantor.
"Tuan Dimas, dan tuan Satria, silahkan duduk," kata Arkan yang kurang suka dengan pandangan Dimas terhadap Ariana, Arkan dapat melihat dengan jelas ketertarikan Dimas hanya melalui tatap matanya, kepada Ariana.
Kesal? Iya.
Marah? Sangat.
Tapi sikap profesional harus terus ia jaga, karena saat ini mereka masih dalam keadaan bekerja. Yang terpenting ialah cepat cepat mengakhiri pertemuan hari ini.
Ketertarikan Dimas bahkan terang terangan ia tunjukkan, apalagi saat ia akan pamit Dimas bahkan sengaja menggoda Ariana. Meski hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Ariana, Arkan selaku suami tetaplah cemburu.
"Baiklah nona Ana, jika lain waktu ada kesempatan saya akan mengundang anda untuk makan bersama," kata Dimas menunjukkan senyum terbaiknya kepada Ariana.
"Ah untuk apa tuan Dimas," tanya Ariana ingin menolaknya secara halus.
"Untuk berterima kasih karena berkat nona Ana,
saya dapat bekerja sama dengan tuan Arkan," kata Dimas kepada Ariana.
"Ah tidak perlu ini tugas saya," kata Ariana menolak secara halus.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.