It'S Me

It'S Me
Episode 144



"Kenapa cerita sama kakak Ana." kata Rayen menghapus air mata Ariana. Ariana memandang Rayen, dan sedikit tertegun, karna Ariana merasa bersalah membangunkan Rayen, hanya karna hal yang tak mungkin di percayai dan tidak masuk akal.


"Ana mimpi buruk kak..." kata Ariana berbohong. "Ana mimpi di tinggalin semua orang." bohong Ariana tak ingin Rayen khawatir.


...


"Oalah... tenang aja kakak disini, kamu baik baik saja, tidak akan Ada yang meninggalkan kamu." kata Rayen kembali memeluk tubuh Arian yang sudah tidak bergetar lagi.


"Kak jangan keman mana, temenini Ana tidur, kalau mau makan pesan aja." kata Ariana masih sedikit terisak, bersiap untuk berbaring.


"Iya udah kakak di sini, baring gih jangan lupa baca doa tidur, jangan doa makan." kata Rayen sambil tersenyum ke arah Ariana, bermaksud menghibur Ariana.


"Iya iya." kata Ariana sambil bersiap untuk berbaring. "Allahumma lakasumtu..."


Plak.


Belum selesai doa dari Ariana, Rayen sudah lebih dahulu memukul kepala Ariana, tampa memperdulikan kalau Ariana masih sakit.


"Ais kakak ini kan bukan doa makan kak." protes Ariana, memegangi kepalanya, yang baru saja di pukul Rayen.


"Iya itu bukan doa makan, tapi doa buka puasa puasa." kesal Rayen melihat ke error an Ariana. "Kenapa ga sekalian aja doa keluar rumah?" tanya Rayen melangkah ke arah sofa untuk.


Sedangkan Arian masih mengusap kepala yang baru saja di pukul Rayen. Ariana kemudian mengurungkan niatnya untuk tidur, dan mengambil gadjednya.


Rayen mencomot remote yang ada di atas meja, kemudian kembali mendudukkan pantatnya di sofa, lalu menghidupkan TV dengan remot. Rayen fokus melihat tayangan FTV yang sedang bermain, kemudian keningnya berkedut mencerna FTV tersebut.


"Kok bukan Opic penyanyinya ya? Biasanya terangkan lah." kata Rayen yang baru saja melihat FTV tersebut.


"Soalnya itu bukan Azab Kak, kalau Azab iya opic." kata Ariana. "Nah itu catatan hati seorang istri." lanjut Ariana.


"Ooo... pantas." kata Rayen mengangguk mengerti, sambil terus menonton. "Ana tadi mantanmu yang mana yang datang?" tanya Rayen, tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.


"Itu loh chef Around." kata Ariana dengan santainya.


"Hah? Dia datang dari Australia cuman mau jenguk lo? Mau balikan Kali?" selidik Rayen yang kini memandang Ariana, yang memainkan ponselnya.


"Ga ah, orang dia kebetulan baru balik ke Indo, terus mau ke Surabaya." jujur Ariana. "Kak lo punya no Jasson ga? No Ana baru ni." kata Ariana meminta nomor ponsel sahabatnya Jasson William.


"Entar gue cari dulu, perasaan gue dia habis kecelakaan deh..." kata Rayen sambil mencomot telfon genggamnya, dan mulai mencari kesana kemari. "Kemarin gue liat di berita dia habis kecelakaan gitu." sambung Rayen.


"Iya tau kok." jawab Ariana santai, sambil menganggukkan kepalanya. "Kak lo kenal Armin Leihard sama Maxim Harron ga?" tanya Ariana kembali.


"Lo kenal?" tanya Rayen bingung, karna tiba tiba Ariana menanyakan tentang mereka.


"Iya, kayaknya." jujur Ariana. "Lo punya no asistennya ga kak?" tanya Ariana kembali, namun kali ini Ariana menatap Rayen, yang sejak tadi memandanginya dengan pandangan menyelidik. "Idih ngapain mandang Ana gitu sih kakak? Ana tau, Ana yang cantik pari purna ini memang menggemaskan." kata Ariana santainya, dengan gaya imut andalannya.


"Idih... jijik gue ama lu Ana." jawab Rayen, sambil mempraktekkan rasa mual, dan ingin muntah. "Gua cuman heran, kenapa tiba tiba lo nanyain mereka Ana?" heran Rayen melihat Ariana.


"Ada ada bisnis ama mereka kak, coba deh telfon asistennya, terus suruh sampei ke Armin ama Maxim kalau Ana nelfon, pasti langsung di telfon balik." kata Ariana menjelaskan.


"Idih sok sok bisnis lo Ana." kata Rayen mulai menelfon seseorang. "Halo cari nomor Jasson William, Armin Leihard, dan Maxim Harron, kirim secepatnya ke sini." kata Rayen di balik telfon tersebut.


"Baik bos." kata lelaki di ujung telfon sana.


Setalah mendengarkan kata kata dari lelaki di ujung telfon, Rayen segera mematikan telfonnya, dan memandang Ariana.


"Gimana?" tanya Rayen, sembari memandang wajah Ariana, yang tampak puas.


"Terimakasih kakak ku sayang, I Really Love You" kata Ariana memonyongkan bibirnya, seperti orang hendak mencium.


"Hm... berhenti main Hp sekarang, kalau ga kakak sita hp kamu." tegas Rayen kepada Ariana.


"Ya ya." kata Ariana menuruti keinginan Rayen. Ariana tahu betul kalau sekarang Rayen mode harus di dengarkan.


Sudah sebulan keadaan Ariana semakin membaik, Ariana sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan Ariana sudah mulai berhubungan dengan Armin Leihard, Maxim Harron dan Jasson William. Mereka juga sudah keluar dari rumah sakit tempat mereka di rawat.


"Yee Jun'er." goda Ariana saat Jasson, Maxim, dan Harron sedang berkumpul di rumahnya.


"Yak jangan manggil gue gitu peang." kata Maxim tidak terima dan mulai memukul pundak Ariana.


"Idih kekerasan dalam pertemanan lo, kampreto." kata Ariana kesal, balas memukul kepala Maxim.


"Eh dasar ya, harus lo tahu, ga ada hukuman Undang Undang tentang kekerasan terhadap teman." kata Maxim mengejek Ariana. Perdebatan mereka kembali panas, sedangkan Jasson dan Harron memilih untuk memainkan stik PS Ariana, dari pada harus memperhatikan Arian dan Maxim yang tak pernah akur, baik dari dunia masa lampau maupun dunia modern ini.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like co mment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload