It'S Me

It'S Me
Episode 198



"Iya iya... lain kali jangan gitu." kata Ariana akhirnya, karna tak tega melihat tingkah, dan ekspresi Arkan, yang menurut Ariana sangat lucu.


Arkan memang mengetahui bahwa Ariana, bukanlah orang yang jika ngambek, bisa bertahan lama. Sehingga memudahkan Arkan dalam meminta maaf, ketika baru saja selesai menjahili Ariana. Sifat ini memang sudah di ketahui Arkan, sebelum mereka menikah. Karna melihat betapa seringnya Ariana, Maxim dan Jasson bertengkar. Namun pada akhirnya semua baik baik saja, tampa adanya pertengkaran, yang membuat mereka memendam kekesalan, apalagi dendam. Sikap ini lah yang membuat Arkan tambah menyayangi Ariana.


...


Kini mereka telah selesai makan, Ariana memilih untuk memainkan ponselnya, sementara Arkan menonton acara TV. Arkan terus saja memindahkan acara TV, karna merasa tidak ada yang menarik.


Kringg...


Ponsel Ariana berdering, ketika sebuah telfon masuk, Ariana segera mengangkat telfon tersebut.


"Halo..." sapa Ariana dengan suara lembut, membuat Arkan mengalihkan pandangannya ke arah Ariana. Ariana bahkan tidak pernah bersuara selembut itu, ke pada orang lain.


"Ana... sudah sampai?" tanya seseorang yang di ujung telfon sana.


"Iya kenapa kangen ya?" goda Ariana dengan suara lembut, membuat Arkan mengerutkan keningnya.


"sebentar... jangan jangan di sana ada Arkan ya?" tanya orang itu, penuh selidik kepada Ariana.


"Hm... kenapa? Ga masalah kan?" tanya Ariana dengan sedikit nada manja.


"Ih... gue tau lo mau ngerjain dia ya?" tanya lelaki itu dengan semangat. "Kalau gitu gue ikut." kata lelaki itu dengan kekehan.


"Hm... kalau gitu boleh kok." kata Ariana masih dengan nada manja. "Terserah kamu kok, yang penting sesuai aturan aja." kata Ariana sambil tersenyum senyum.


"Hahahaha ok pertahankan." kata lelaki itu terkekeh, dengan tingkah Ariana.


"Sia... hm..." belum sempat Ariana menjawab Arkan sudah me*lu*mat bibir Ariana, membuat kata kata Ariana terputus. Arkan segera merebut ponsel Ariana, kemudian melepas pa*ngu*tan*nya, dan melihat siapa yang menelfon Ariana.


"Halo Ray, mau ngerjain untuk kedua kalinya ya? Ga bisa bro." kata Arkan kepada Rayen, yang ternyata yang menelfon Ariana sejak tadi, adalah Rayen. Rayen hanya terkekeh mendengar ucapan dari Arkan.


Benar saja, Ariana saat ini memasang wajah kesal, sembari mengambil cemilan, dan berjalan ke arah balkon hotel, memandang pemandangan sore hari di kota Tiongkok. Arkan yang melihat Ariana segera mematikan ponselnya, membuat Rayen berdecak kesal, di sebrang sana. Arkan segera berjalan ke arah balkon, demudian berjongkok di hadapan Ariana. Arkan segera merentangkan tangannya, sebagai kode, agar Ariana memeluknya.


Ariana mengerti kode yang di berikan Arkan, segera memeluk erat tubuh Arkan, di sambut dengan pelukan erat dari Arkan. Arkan tak ingin menyianyiakan kesempatan ini, langsung saja berdiri, sambil memeluk erat pinggang Ariana. Arkan berhasil menggendong Ariana, kemudian mendudukkan pantatnya di kursi Ariana tadi.


Arkan mendudukkan Ariana dalam pangkuannya, kemudian mengurung Ariana di dalam pelukan nya. Arkan menyuapkan Ariana Stik coklat, membuat Ariana menganga bingung, Arkan kemudian ikut memakan Stik tersebut, dari ujung satunya, membuat semburat merah muda di wajah Ariana. Arkan segera menekan tengkuk Ariana, agar tak menghindar, membuat wajah Ariana semakin memerah, karna Stik tersebut kini semakin sedikit, sehingga memperpendek jarak di antara mereka. Arkan menempelkan bibirnya di bibir Ariana, sembari mengunyah sisa Stik yang ada di mulutnya.


"Mas suka setiap kedekatan kita yang seperti ini." bisik Arkan tampa memberi jarak di atara mereka. Sehingga Ariana dapat merasakan pergerakan bibir Arkan, di setiap kata katanya. "Nanti malam ikut Mas ya sayang, Mas ada sesuatu buat kamu." kata Arkan, kembali mengecup bibir Ariana. "Kenapa diam sayang, jawab dong." kata Arkan, menggoda Ariana.


"Iya Mas." kata Ariana, yang tampa jarak dengan wajah Arkan, membuat bibir Ariana menyentuh bibir Arkan ketika berbicara.


"Sayang janji ya jangan tinggalin Mas, apapun yang terjadi." kata Arkan menatap mata Ariana dengan seksama, membuat Ariana mengangguk kecil. Arkan segera menyenderkan kepalanya di bahu Ariana, sembari menghirup aroma Ariana.


Malam ini Ariana dan Arkan menuju ke suatu tempat, Arkan menutup mata Ariana, sembari menuntun Ariana menuju tempat yang di maksudkan. Arkan tersenyum senang ketika melihat dekorasi, yang sangat bagus, sesuai dengan keinginannya.


Saat Arkan sampai, Arkan segera membuka penutup mata dari Ariana. Hal yang pertama yang Ariana lihat adalah meja yang indah, hanya untuk mereka berdua. Ariana mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan terdapat lampu lampu yang bergelantung indah, untuk menghiasi tempat mereka. Arkan tersenyum melihat ekspresi Ariana, yang begitu mengagumi dekorasi.


Ariana tersenyum senang melihat kejutan dari suami tercintanya, yaitu Arkan. Tampa Ariana sadari, sebuah cairan bening terjatuh di pelupuk matanya, iya itu adalah airmata kebahagiaan. Ariana tak mampu berkata kata untuk, menggambarkan kebahagiaanya saat ini. Ariana beralih memandang Arkan dengan mata yang sembab, karna menangis. Arkan segera menghapus Air mata Ariana, dan mengecup keningnya, kemudian turun ke kedua mata Ariana.


"Ya menangis lah, tapi sayang, kamu hanya boleh mangangis bahagia seperti ini." kata Arkan menatapa manik mata Ariana, yang di penuhi oleh air mata haru. Dengan perlahan Arkan mendekatkan wajahnya, ke arah Ariana. Perlahan tapi pasti, Arkan mulai menyatukan bibirnya dan bibir Ariana, kemudian me*lu*mat*nya dengan lembut, hingga membuat Ariana terbuai.


Disaat yang bersamaan kembang api melayang di udara, menciptakan sebuah keindahan di langit Tiongkok. Menambah kesan romantis, untuk makan malam Ariana dan Arkan.


Setelah sekian lama, akhirnya Arkan mengakhiri ciu*man mereka, dengan melepaskan pa*ngu*tan mereka. Arkan dan Ariana meraup nafas sebanyak banyaknya, dengan rakus. Setelah di rasa cukup, Arkan membawa Arian ke meja, untuk melanjutkan dengan acara makan malam mereka. Arkan bertepuk tangan sebanyak tiga kali, untuk meminta para pelayan, membawakan dirinya dan juga Ariana makanan. Arkan tersenyum malihat ekspresi senang bercampur, haru dari Ariana. Bagaiman tidak, jika di ingat ingat Arakn bahkan tak pernah memberikan, sesuatu hal se romantis ini kepada Arana. Bahkan untuk melamar saja, Arkan melamar Ariana di atas tempat tidur.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.