It'S Me

It'S Me
Episode 163



"Apaan sih main sosor sosor aja, memangnya Om angsa apa? Hobi nyosor orang." protes Ariana memukul lengan Arkan.


Cup.


Kembali lagi Arkan mencium bibir Ariana sekilas, meski harus memcondongkan badannya jauh ke arah depan.


"Hukuman buat kamu karna tidak memanggil saya dengan benar." kata Arkan, kembali memfokuskan pandangannya ke arah layar depan.


...


"Aish kan Om eh Mas punya mulut buat ngomong." protes Ariana, memandang Arkan dengan kesal, karna suka mencium Ariana sesuka hati, terutama daerah bibir.


"Mas sudah menggunakan bibir mas dengan benar sayang, buktinya Mas tadi kasih kamu peringatan yang membuat ketagihan." kata Arkan tersenyum.


"Om... tapi kan bisa di omongin." kesal Ariana. Membuat Arkan kembali memandang Ariana dengan alis mengangkat.


Cup.


Kembali lagi untuk ke sekian kalianya, Arkan mengecup bibir Arianab lalu tertawa.


"Kamu sengaja ya, selalu mengulangi kesalahan yang sama, biar Mas cium cium kamu." kata Arkan tersenyum kemenangan ke arah Ariana.


"Om mana ada Ana sengaja, lagian Om Ana di sini buat nonton film bukan nagajak Om berantem." kesal Ariana melihat wajah tampan Arkan. Yang terkadang, sangat manis, namun juga terkadang menyebalkan.


Arkan segera menarik berdiri, membuat Ariana sedikit waspada. Arkan tiba tiba berjongkok di depan Ariana, membuat jantung Ariana berdetak lebih kencang.


Arkan mulai menarik tengkuk Ariana ke arah nya, dan sedikit mendongakkan keoalanya. Dengan berlahan Arkan mendekat kan bibirnya ke arah bibir Ariana.


Arkan menutup matanya, dan mulai me*lu*mat bibir Ariana dengan lembut, hingga membuat Ariana sedikit menegang. Arkan terbawa suasana, dan kembali lagi seakan lupa segalanya, me*lu*mat bibir Ariana dengan rakus.


Hingga melupakan CCTV yang sedang ada di ruangan tersebut. Arkan menggigit bibir bawah Ariana, sontang membuat Ariana membuka sedikit bibirnya. Arkan benar benar lupa segalanya, hingga membuat Arkan sedikit membuka kancing baju atas Ariana. Arkan menurunkan lu*ma*tan*nya ke arah leher Ariana.


Ariana segera mendorong tubuh Arkan, hingga Arkan terdorong ke belakang. Arkan yang seakan tersadar kembali memasang kancing baju atas Ariana.


"Ini hukuman untuk kamu, karna memanggil Mas dengan sebutan Om." kata Arkan mengecup kembali pipi Ariana.


Arkan segera duduk kembali di samping Ariana, dan mengambil selimut, untuk menyelimuti tubuh Ariana. Arkan segera merangkul tubuh Ariana, dan kembali memfokuskan diri untuk menonton, ke arah layar besar. Meski sebenarnya fikiran mereka berdua sudah tidak fokus kepada film.


Tak lama kemudian fokus mereka kembali kepada film, dan kini adegan komedi, kembali pada fungsinya. Arkan dan Ariana tertawa melihat film yang mereka saksikan, Arkan benar benar baru tahu tentang film horror yang tak memiliki adegan yang tidak senonoh. Arkan benar benar menikmati film, smabil sekali kali memeluk Ariana.


"Om eh Mas mau ke mana?" tanya Ariana mengalihkan pandangannya ke arah Arkan yang kini tengah berdiri meninggalkan Ariana.


"Cemilan untuk nemanin nonton, kamu tunggu di sini." kata Arkan langsung keluar ruanagan.


Ariana segera kembali mencari film komedi untuk film selanjutnya.


Sementara Arkan segera keluar dari Ruang bioskop mini. Farid menemui Arkan, sambil tersenyum penuh arti.


"Ayo Ka, kamu ngapain aja di dalam." tanya Farid menatap Arkan dengan pandangan penuh arti.


"Saya cuman nonton kok pa sama Ana." kata Arkan sedikit gugup.


"Jangan bohong, kamu lupa ya, di dalam ada CCTV?" kata Farid sambil tertawa geli, saat melihat Arkan yang kini wajahnya semerah tomat. "Sepertinya kamu sudah tidak sabaran ya, satu bulan lagi, yang sabar Ka." kata Farid meninggalkan Arkan yang diam mematung, karna malu.


Arkan sungguh menggerutuki kebodohannya, karna bersikap ceroboh. Arkan membuang nafasnya, dan segera ke dapur untuk mengambil cemilan. Arkan segera mengambil dua botol minuman bersoda, dan beberapa topless makanan ringan, yang kemudian di letakkan di dalam nampan.


Arkan segera melangkah kan kakinya ke arah Bioskop mini, dan kembali harus melewati Farid yang tengah duduk di sofa, sambil membaca koran.


"Ingat jangan lebih, nanti bisa ga di restuin kamu." goda Farid saat Arkan melewati Ruang keluarga menuju bioskop mini.


"Pah..." keluh Arkan karna banyak asisten rumah tangga saat itu, yang sedang mengerjakan tugas mereka masing masing, atau hanya sekedar berdiri, menunggu perintah.


"Iya nanti papa bilangin ke Erick biar secepatnya, kalau perlu dua minggu lagi." goda Farid tersenyum ke arah Arkan, membuat wajah Arkan kembali memerah karna malu bahkan sampai ke telinga Arkan.


Arkan tak menghiraukan godaan Farid Dan segera melangkah ke bioskop mini, karna tak ingin membuat Ariana menunggu terlalu lama.


"Loh Om eh mas... kok lama?" tanya Ariana saat melihat Arkan menutup pintu kembali. Ariana sedikit terkejut melihat wajah memerah Arkan, saat Arkan duduk di samping Ariana. "Mas sakit ya? Muka Mas merah." tanya Ariana memegang jidat Arkan.


...


Sorry guys kemarin aku sibuk, sepanjang hari. Pas balik rasanya badan remuk semua, jadi langsung tidur. mohon pengertiannya ya.


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.