It'S Me

It'S Me
Episode 217



Semua orang yang melihat dessert yang dibawa Ariana berdecak kagum, bagaimana tidak tatanan dari dessert tersebut tidaklah kalah dari seperti yang dijual di restoran. Ariana yang menyadari tatapan kagum teman-temannya menjadi, Ia yakin bahwa makanan tersebut sangatlah enak. Jika mengikuti MasterChef mungkin dia akan mendapatkan julukan Queen of dessert. Kata Ariana hanya dalam pemikirannya saja.


Melihat Riana hanya berdiri saja membuat Arkan menarik tangan Ariana, sehingga terduduk di sampingnya.


"Ha mulai lagi bucinnya." teriak Maxim, Jason, Aldi dan Bima secara bersamaan.


...


Ariana menggerbikkan bibirnya ketika mendengarkan ejekan teman-temannya, sementara Arkan tanya mengelus kepala Ariana dengan lembut.


"Eh guys ada berita terheboh di jagat raya." kata Ariana memulai hawa hawa pergosipan, ini tim personil ghibah mereka bertambah, karena ternyata Adli dan Bima juga suka gosip, sama seperti Jason dan Maxim.


Adi, Bima, Jason dan Maxim memandang wajah Ariana dengan sangat antusias. Ariana terkekeh melihat pandangan penasaran mereka.


"Tapi bohong." kata Ariana tertawa puas melihat wajah kecewa mereka.


"Aish dasar tukang PHP." ketus Maxim, membuat Ariana tertawa terbahak-bahak melihat wajah kecewa sahabat-sahabatnya.


"Ana aku bawa oleh-oleh untuk mu itu ambil." kata Armin menunjuk sebuah tas yang cukup besar.


Ariana berdecak kagum melihat besarnya tas yang dibawakan oleh Armin. Maxim berdecak kesal melihat barang tersebut.


"Ais untuk anak sebanyak itu untuk kami tidak sebanyak itu bagaimana sih?" protes Maxim kepada Armin karena menurutnya membeda bedakan.


"Untuk adik kesayangan, adik perempuan satu-satunya, dan untuk ibu hamil." jelas Ariana seolah membeda-bedakan hadiah tersebut. "Lo tahu semuanya itu memiliki klasifikasi berbeda." lanjut Ariana terkekeh.


"Terimakasih." kata Ariana memeluk Armin, membuat suaminya mengerutkan keningnya karena merasa sedikit cemburu.


"Apa yang tidak untuk Ana kami." kata Armin menepuk pipi Ariana dengan pelan, membuat Ariana mengeratkan pelukannya.


"Kau memang Gege ku yang paling pengertian." kata Ariana dengan semangat.


"Ya... aku ini yang Gege mu." protes Rayan kepada Ariana.


"Bukan, kalau memang iya mana oleh oleh mu?" tanya Ariana kepada Rayen yang memang suka sekali meminta oleh-oleh. Rayen menghela nafasnya, kemudian memberikan kunci mobil agar Ariana mengambilnya, dan membagi-bagikan oleh-oleh yang ia bawa untuk yang lainnya.


Ariana melangkah dengan begitu riang, sedangkan Arkan memilih untuk menyusun Ariana. Membuat yang lain semakin malas untuk membantu Ariana dan Arkan.


Saat sampai di ruang tamu akan segera menarik Ariana ke kamar tamu, yang berada tepat tidak jauh dari ruang tamu. Arkan melihat sekeliling, dan menutup pintunya. Arkan memeluk tubuh istrinya dan kemudian mengecup dan me*lu*mat bibir manis istrinya. Selang beberapa menit akhirnya lu*ma*tan tersebut terhenti akibat kehabisan nafas, akan melepas pa*ngu*tan mereka kemudian menempelkan keningnya di kening Ariana.


Di sela-sela Ariana mengharup nafas, Ariana memandang Arkan dengan tatapan bingung. Seakan mengerti tatapan dari istrinya, Arkan segera menjauhkan wajahnya dari wajah Ariana.


"Mas cemburu kamu meluk Armin." jujur akan membuat Ariana terkekeh, Ariana tak menyangka bahwa Arkan akan cemburu dengan Arkan.


"Mas dia sudah seperti Gege ku sendiri." jenis Ariana tak ingin Arkan cemburu.


"Iya mas maaf." kata Ariana melerai kesalah pahaman diantara mereka. Ariana sadar betapa posesif nya suaminya ini.


Setelah mendengar hal itu Arkan akhirnya keluar bersama dengan istrinya, dari kamar tamu tersebut. Mereka kemudian melangkah bersama sama ke parkiran mobil untuk mengambil, oleh-oleh dari Rayen.


"Kok kalian lama banget sih ngambil oleh olehnya?" tanya Maxim kepada Ariana dan Arkan ketika melihat mereka baru kembali mengambil oleh-oleh di mobile Rayen.


"Eh Suaib ini itu banyak, kalian tuh ya cuman mau oleh olehnya bantuin ngeluarin nggak mau." ngomel Ariana kepada teman temannya, sementara Maxim hanya mencibir omongan dari Ariana.


Tak lama kemudian sebuah mobil mewah menghampiri kediaman Candana, dari dalam mobil tersebut keluarlah tiga pasang suami istri. Yaitu anak dan cucu cucu Farid.


"Assalamualaikum." kata Farhat, dan yang lainnya secara serentak.


"Waalaikumsalam..." jawab penghuni ruangan itu serentak. "Ayo gabung." ajak Ariana santai, membuat yang lain duduk dengan santainya, sembari membuka paper bag oleh oleh dari Rayen. Kemudian yang lain melanjutkan aktivitasnya, Maxim, Bima, Jasson dan Aldi dengan bermain kartu, sementara yang lainnya memilih untuk mengobrol.


Para istri menyusui Ariana menuju dapur, di dapur Ariana tampak sangat lihai dalam menyajikan dessert, Ariana tampak menghias dessert tersebut dengan sangat cantik. membuat Aida, Ayu dan Vian segera mendekati Ariana dengan penasaran dan antusias.


Ariana yang melihat mereka mendekat segera tersenyum, Ariana seakan tahu maksud mereka segera mengambilkan alat yang lainnya. Ariana mengambil tiga alat lagi dan memberikan kepada Aida, Ayu dan Vian.


Aida, Ayu dan Vian mengikuti seluruh langkah-langkah yang diperlihatkan oleh Ariana, meskipun sulit namun akhirnya mereka dapat melakukannya. Walaupun tidak sebagus dan serapi Ariana, tapi untuk seorang pemula mereka memang cukup bagus.


"Yah ga secantik Ana nih." keluh Ayu saat melihat hasil yang ia peroleh.


"Masih mending Yu ni punya mama hampir hancur." kata Aida kepada Ayu, hasilnya memang benar benar berantakan, coklatnya yang harusnya terbentuk dengan sempurna tetapi mengalami banyak keretakan.


Ayu dan Vian tertawa melihat hasil dari Aida, membuat mertua mereka mengerucutkan bibirnya karena hasil yang didapatkannya sungguh di luar dari harapan yang ia lakukan.


Sementara Ariana mengangguk mengerti, ini memang cukup sulit apalagi untuk pemula seperti mereka, Ariana dapat menghasilkan sesempurna itu karena Ariana sudah biasa membuat nya.


"Ga papa kok Mbak itu udah biasa bagi pemula." kata Ariana menghibur Aida, membuat kakak iparnya itu tersenyum senang.


"Cie Mama dibelain adik ipar." kata Vian menggoda Aida.


"Iya adik ipar yang jauh lebih muda dari kalian, para menantu mama." jawab Aida menimbulkan tawa di antara mereka, kemudian mereka segera mengantarkan makanan tersebut ke ruang keluarga.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.