
"sudah puas?" tanya Gu Ana, tiba tiba membuka matanya. Raja Bao Ling terkejut, ketika melihat Gu Ana tiba tiba bangun. Kemudian tersenyum sambil terus memandangi wajah Gu Ana.
"Belum dan tak akan pernah." kata raja Bao Ling, segera kembali me***um dan me***at bibir Gu Ana, kemudian melepasnya kembali. "Aku tak akan pernah puas." kaya Raja Bao Ling, kembali me***um bibir Gu Ana, namun kali ini, lu***tan*ya sedikit lebih dalam.
...
"Yang Mulia kita telah sampai di kediaman keluarga Gu." Kata seorang pelayan yang mengumumkan kepada orang orang yang berada di dalam kereta.
"Aiss mengganggu saja." kesal raja Bao Ling, sembari melepaskan Gu Ana, yang sejak tadi berada di dalam pangkuannya. "Setelah menikah tak akan ada yang mengganggu kita." kata raja Bao Ling, sontak membuat Gu Ana bergidik ngeri dan meninggalkan raja Bao Ling.
Gu Ana segera keluar dari kereta, dan berlari ke arah tuan Gu dan Gu Jun, yang kini terlihat bahagia melihat ke arah Gu Ana.
"Ayah..." kata Gu Ana sambil berteriak heboh, berlari menghampiri Tuan Gu, kemudian menghamburkan pelukannya, dan tuan Gu membalas pelukan Gu Ana dengan erat.
Raja Bao Ling, hanya memilih diam, melihat Gu Ana melepaskan rindunya ke pada tuan Gu. sedangkan Gu Ana, saat ini masih terdiam dan menggelantung di pelukan tuan Gu. Raja Bao Ling, sedikit tersenyum lucu melihat Gu Ana, yang saat ini lebih terlihat seperti anak kecil.
Pangeran Nan Cheng menghampiri raja Bao Ling, dan menepuk pundak raja Bao Ling.
"Aku harap kau tak sama seperti Limo, mengecewakan An'er kami." kata pangeran Nan Cheng dengan mimik wajah serius. "Kau harus tahu, An'er akan mampu memaafkan kesalahan mu, namun ketika kau bermain di belakangnya, maka dia akan meninggalkan mu selamanya." lanjut pangeran Nan Cheng.
"Hm... karna itu aku rela melepaskan tahtaku." kata raja Bao Ling, sambil melihat ke arah pangeran Nan Cheng. "Aku tahu, jika aku seorang raja, maka aku harus menghilangkan rasa cintaku, dan aku akan memiliki banyak selir, untuk mendukung pemerintahanku." lanjut raja Bao Ling, yang kini beralih menatap keluarga kecil, yang tengah melepaskan rasa rindu tersebut. "Aku ingin anak anakku tumbuh dengan kasih sayang seperti itu, karna sejak kecil ayah handa tak pernah punya waktu untukku, sedangkan saat kami beranjak dewasa, kami di pusingkan dengan perebutan tahta, sungguh memusingkan." kata raja Bao Ling, mengingat kembali apa yang telah berlalu.
"Yah orang seperti Kita, memang hanya membutuhkan keluarga kecil, sederhana, cukup untuk kebahagiaan kita." Kata pangeran Nan Cheng, sambil tersenyum ke arah keluarga Gu. "Kau tahu... An'er adalah sahabat baikku, yang tak pernah menganggap aku sebagai apa pisisiku, An'er memperlakukan aku kayaknya manusia biasa, bukan seperti apa yang biasa orang lain lakukan padaku." lanjut pangeran Nan Cheng, sambil tersenyum.
"Salam Yang Mulia Raja Bao Ling dan pangeran Nan Cheng, selamat datang di kediaman keluarga Gu." kata tuan Gu baru sadar kehadiran pangeran Nan Cheng dan raja Bao Ling.
"Tidak perlu terlalu formal, mari saya ingin berbicara sebentar dengan tuan Gu." kata raja Bao Ling sambil tersenyum ke arah tuan Gu.
"Ais... dasar Jaenap, dia fikir ini rumahnya apa?" bisik Gu Jun, mulai bergosip ria dengan Gu Ana, karna jujur saja selama ini Gu Jun telah kesepian, tiada teman bergosip dan bergibah ria.
"Mana saya tahu saya kan ikan." kata Gu Ana, sambil mengibas rambutnya.
"Ikan apaan, ikan mujaer." ejek Gu Jun.
"Biasa makhluk sok kecantikan, padahal burik." kata Gu Jun, mengejek Gu Ana. Sontak membuat Gu Ana kesal setengah mati.
"Kaleng hunguan isi rengginang, wajah secantik ini yang lo bilang burik? kalau wajah Gua burik, terus muka lo apa? pantat panci." kata Gu Ana tak terima dengan ejekan dari Gu Jun.
"Pantat panci sebersih ini? Pantat panci sekinclong ini? Beli di Mana? made ini Merlin." kata Gu Jun tak mau kalah.
"Heh... made in Merlin. Eh tutupan dandang cilok, kalau ngomong tu ngaca, jangan liat air keruh. kata Gu Ana, penuh penghinaan.
"Eh tampa ngaca, semua orang udah tahu, kalau gua ganteng." bela Gu Jun tak terima.
"Ganteng palak lo peang, iya lo tahu, tahu gejrot di goreng dadakan." kata Gu Ana membantah pembelaan Gu Jun.
"Peang peang, oval muka Gua, ganteng maksimal ni." bantah Gu Jun.
"Ganteng maksimal? Ni ganteng maksimal." kata Gu Ana mencubit keras pipi Gu Jun, hingga memerah.
Sementara tuan Gu, Gu Min, pangeran Nan Cheng dan raja Bao Ling, kini tengah duduk di dan tampak wajah mereka kini dalam mode serius.
"Apa benar anda mencintai anak Saya, dan akan menikahinya?" tanya tuan Gu ke arah raja Bao Ling, dengan wajah sangat serius.
"Saya sangat mencintai An'er, saya rela melakukan segalanya." kata raja Bao Ling meyakinkan Gu Ana.
"Jika An'er meminta mu untuk turun tahta, bagaiman?" kata tuan Gu mencoba mengetes raja Bao Ling.
"Saya akan, melakukannya." kata raja Bao Ling. "Dan benar saya akan menyerahkan tahta saya kepada adik saya." kata raja Bao Ling meyakinkan tuan Gu.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku ke tempat temanku baru bisa upload