
"Hai apa yang kau lakukan." teriak Arkan panik.
Arkan terbangun dari tidurnya, dengan mengeluarkan banyak keringat. Sungguh ini seperti mimpi buruk, yang tiba tiba mengalami perjalanan waktu, kembali ke masa lalu.
Arkan bungun menyambar air putih, yang ada di atas naklas tempat tidurnya, dan segera maminumnya. Arkan melangkahkan kakinya ke kamar Ariana, dan segera menutupnya kembali, Arkan segera menyikap selimut yang menutupi tubuh Ariana. Arkan membaringkan tubuhnya di samping Ariana, kemudian memeluk Ariana, dan mencium puncak kepala Ariana.
"Apa kau juga pernah memimpikannya? Sehingga kau membuat lukisan itu?" guman Arkan sembari mempererat pelukannya. "Aku mencintaimu Ana." katanya lagi sambil memejamkan matanya, menemui kembali kantuknya.
...
Arian terbangun sambil sedikit mengumpulkan kesadarannya.
"Om ngapain di sini?" tanya Ariana setelah mengumpulkan kesadarannya, sepenuhnya.
"Mas ga bisa tidur, tidur bareng aja, tadi mas mimpi buruk soalnya, jadi ke sini." kata Arkan kembali mengeratkan pelukannya.
"Yah Om eh mas salah faham entar orang orang." protes Ariana, dengan sedikit dorongan.
"Sayang jangan banyak gerak ya, gini aja dulu malam ini, lagian besok Daddy kamu balik kan?" kata Arkan, kembali mengeratkan pelukannya
"Hm..." kata Ariana kembali memejamkan matanya.
"Sayang kau mau tidur lagi?" tanya Arkan di tengah tengah pelukannya.
"Hm... besok ngampus." kata Ariana kembali bersiap untuk tidur.
"Kita akan ke China." kata Arkan membuat Ariana mengangguk, dan menelusupkan kepalanya di dada bidang Arkan.
"Hangat." guman Ariana bersiap untuk bertemu kembali Alam mimpinya.
"baguslah."Kata Arkan membenarkan posisi selimut dan mencium kembali puncak kepala Ariana.
Ke esokan paginya, Arkan terbangun dengan masih memeluk Ariana, sedangkan Ariana sudah separuh menguasai badan Arkan. Arkan terkekeh melihat posisi Ariana tertidur, membuat Arkan mengelus kepala Ariana.
"Sayang ayo bangun." kata Arkan menusuk pipi Ariana. Bukannya bangun Ariana justru mengeratkan pelukannya.
"Lima menit lagi." tawar Ariana.
"Sayang nanti kesiangan lagi." kata Arkan sedikit mencubit pipi Ariana, hingga Ariana terbangun. "Aaaa... Om ngapain di sini?" kata Arian setengah terpekiki.
Ariana bergegas bangun, dengan wajah yang memerah karna kedekatannya. Membuat Arkan terkekeh melihat tingkah gadisnya. Cup... Sebuah kecupan singkat berhasil mendarat di bibir Ariana.
"Selamat pagi sayang." kata Arkan kemudian keluar dari kamar Ariana, dengan rambut yang masih acak acakan. Ariana hanya menggeleng melihat tingkah Arian, yang terlalu bucin terhadapnya.
Setalah membersihkan diri Ariana segera turun dari kamarnya, dengan membawa koper.
"Eh Ana, kok bawa koper segala?" tanya Andre saat Ariana menarik kopernya, menuju meja makan.
"Kok pagi An?" tanya Farid bingung.
"Jadi pagi ini di antar Om Arkan dulu ke rumah, habis itu baru ke kampus." kata Ariana santai, seolah itu adalah keputusan bersama. Membuat Arkan mengerutkan keningnya, tak percaya dengan kata kata yang Ariana lontarkan.
"Loh bukannya baru kemarin ya perginya?" kata Andre bingung, karna baru saja Erick dan Rayen berangkat, kenapa harus pulang lagi.
"Mereka kangen berat sama Ana." kata Ariana cengengesan.
"Bukan Om kamu mau ngelamar Ana besok." kata Farid memberikan jawaban yang sebenarnya, sontak membuat Andre menganga tak percaya.
"Papa udah tau kek?" tanya Andre segera mencomot ponselnya.
"Sudah kemarin Kakek yang ngasi tau." kata Farid melanjutkan makannya.
"Ah pantas saja semalam wajahnya kesal." kata Andre menggoda Arkan. "Ana Armin ganteng tidak?" tanya Andre memanas manasi Arkan.
"Ganteng lah, orang dia termasuk salah satu cogan kok." kata Ariana sambil cengengesan.
Sementara Arkan bersikap biasa saja, membuat Andre bingung. Karna baru saja semalam Arkan merasa tersingkirkan oleh sikap manja Ariana, kepada Armin. Kini Arkan sudah bersikap biasa saja, seolah tidak ada apa apa.
"Ayo berangkat", kata Arkan menarik tangan Ana. Kemudian mencium punggung tangan Farid. Di ikuti oleh Ariana, yang mencium punggung tangan Farid dan Andre.
Arkan segera menarik tangan Ariana, hingga di arena bagasi. Arkan memasukkan koper Ariana di bagasi belakang mobil, sedangkan Ariana sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.
"Kamu ngapain salaman sama Andre? Pakai cium tangan lagi." kesal Arkan sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"Om... kak Andre kan lebih tua di banding Ana, jadi wajar dong Ana nyium punggung tangan kan Andre." jelas Ariana.
"Tapi kan..." belum sempat Arkan menyelesaikan kata katanya, Ariana terlebih dahulu mencium pipi Arkan, tampa aba aba.
Cup... "Kecupan selamat pagi untuk Mas sayang ku, jangan marah marah lagi ya." kata Ariana sambil memperbaiki posisi duduknya, dan memasang pengaman kursinya. "Ayo jalan Mas sayang." kata Ariana meminta Arkan menjalankan mobilnya.
"Sayang, salah. Mas kan buka anak kecil lagi." kata Arkan membujuk Ariana untuk mencium nya lagi.
Cup...
Dengan segera Ariana mengecup bibir Arkan dengan cepat, membuat Arkan menginjak gas dengan semangat, dan melupakan kekesalannya.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.