It'S Me

It'S Me
Episode 157



"Ana kamu tak perlu berbuat apa apa, untuk membukatikan cinta saya, cukup saya saja yang melakukan segalanya untuk membuktikan cinta saya. Kamu hanya harus diam, dan merasakan hati saya, dan besarnya rasa sayang saya untukmu." kata Arkan meletakkan tangan Ariana tepat di dada Arkan.


...


Perlakuan Arkan yang manis, ini membuat Arian terkesima. Ditambah saat menik mata Ariana dan Arkan bertemu, Ariana bahkan tak dapat melihat kebohongan di mata Arkan.


"Om ini bukan hati tapi jantung." kata Ariana membuyarkan suasana romantis mereka, dengan candaan canggung. Membuat Arkan gemas dengan perlakuan Ariana.


"Ana..." kata Arkan kembali memeluk Ariana dengan Gemas.


Tok.


Tok.


Tok.


Tiba tiba ketukan pintu membuyarkan suasana romantis mereka, dengan malas Arkan merenggangkan pelukannya. Lalu mengangkat tubuh Ariana, dengan lembut ke sofa ruangan Arkan.


Arkan segera mengambil tisu dan menghapus, lipstick pich Ariana dari bibirnya. Kemudian membuka pintu Ruangannya, dan kembali menutupnya, ketika telah menerima makanan tersebut.


"Makan dulu Ana, habis ini saya temani kamu pergi latihan." kata Arkan menyerahkan nasi padang pesanan Ariana.


"Sip." kata Ariana senang karna melihat nasi yang sudah di tunggu tunggu sejak tadi.


Arkan mendudukkan pantatnya di samping Ariana, dengan menyisahkan banyak tempat di sampingnya. Mereka makan dengan hikmad, tampa ada percakan di antara mereka.


Setelah mereka makan, Ariana dan Arkan segera keluar dari ruangan Arkan, membuat beberapa pasang mata mengarah kepada mereka.


"Ana... Pak Arkan." teriak Maxim sambil berlari mendekati mereka.


"Hadeh curut bakpau pinggir jalan datang lagi, pasti bawa masalah ni anak." guman Ariana memandang kedatangan Maxim, dengan malas.


"Ada apa?" tanya Arkan memandang Maxim heran.


"Idih serem amat Om." kata Maxim santai, sambil memandang Arkan. "Ana jadi pergi latihan?" tanya Maxim kepada Ariana, sembari mengalihkan pandangannya ke arah Ariana.


"Jadi ni mau pergi latihan." kata Ariana dengan santainya.


Ya ampun apa lagi rencana curut basah, bekas galian tanah. kata Arian dalam hati, curiga dengan apa yang akan di lakukan Maxim.


"Eh kok di bolehin Om?" tanya Maxim bingung, dengan keadan saat ini. "Om di sana banyak cowo Om." kata Maxim memandang Arian.


Ana ini di depan umum, tahan emosimu, jangan terpancing dengan tuyul berambut. kata Ariana dalam hati


"Ya iya lah, kalau mau banyak ceweknya ke salon." kata Ariana dengan santai.


"Eh rengginang rasa strawberry, kalau ngomong sekate kete suka bener ya." kata Ariana kesal menangkap telunjuk Maxim. "Asal anda tau ya, dapat izin dari ni Om ganteng susah banget sampai ke ubun ubun." kesal Ariana emosi melihat Maxim.


"Heran deh, coba kalau ngomong di rem dikit mulutnya, jangan ngegas mulu." protes Maxim membuat Ariana ingin sekali memukul wajah Maxim.


"Ya Allah sabarkanlah hambah, jangan sampai seseorang masuk rumah sakit hari ini." kata Ariana frustasi melihat Maxim. "Om cabut sekarang yok Om." kata Ariana menarik tangan Arkan, namun Arkan hanya diam saja melihat datar ke arah Ariana.


"Ayo lah Om... kita tetap di keputusan pertama ya." bujuk Ariana frustasi. " Om ga mau lihat kampus kita masuk majalah kan? Ariana Hanvei mematahkan tangan dan kaki Maxim Harron di kampus." ancam Ariana memandang Maxim sambil tersenyum manis.


"Om ga kok om, Maxim becanda doang soal yang yadi." kata Maxim tiba tiba, karna takut dengan Ariana. Meski di mata orang lain Ariana sangat imut, dan terkadang kekanak kanakan. Namun itu hanya topeng di balik kekejaman Ariana Hanvei, saat berada di lapangan tugas.


"Nah dengar kan tu Om, dia cuman bercanda kan." kata Ariana tersenyum ke arah Maxim. Sambil menarik tangan Arkan menuju parkiran.


"Gila lu takut sana Ana." ejek Bima saat menghampiri Maxim.


"Semengrikan apa keluarganya, sampai lo takut." tanya Aldi salah satu teman Bima saat di kantin.


"Bukan keluarganya, tapi Ana nya yang gue takuti." kata Maxim menjelaskan. "Udah ah kita ke apartment gue aja, biar gue jelasin di sana." kata Maxim melihat wajah penasaran Bima dan Aldi.


Setelah lima belas menit Aldi dan Bima sampai di apartment Maxim. Mereka segera masuk dan duduk di sofa, apartment Maxim, dengan mimik wajah yang penasaran.


Maxim kemudian mengambil salah satu foto Ariana mengenakan pakaian militer, dengan memegang sebuah pistol, di tangan sebelah kirinya.


"Ini Ariana kan?" tanya Aldi meyakinkan dirinya.


"Hm... keluarganya menguasai angkatan militer Prancis, sehingga Ariana dan kakaknya mampu memasuki dunia militer di usia 13 tahun." kata Maxim menikmati wajah keterkejutan dari Bima dan Aldi. "Sekarang Ariana merupakan capten senior di militer, dan mengenal beberapa letkol. Bukan karna orang tuanya, namun karna berhasil menjalankan misi berbahaya." kata Maxim, semakin membuat Aldi dan Bima bergidik ngeri. Bima sedikit meneguk ludahnya kasar, mengingat Ia duduk di samping Ariana.


"Jangan bilang siapa siapa." kata Maxim mengingatkan mereka, sontak membuat mereka mengangguk secara serentak. "Jangan takut, aku sering kok memukul kepalanya, karna dia biasanya hanya suka menggertak orang. Lagian model galaknya akan aktif ketika dia lagi tugas aja." kata Maxim santai.


"Lo nga pernah di patahin kan?" tanya Aldi ragu ragu kepada Maxim.


"Kalau dia pernah matahin gue, ga mungkin gue berani ngomong kayak di kantin tadi dengan Ariana." kekeh Maxim melihat wajah ketakutan Bima dan Aldi. "Nanti malam kami ke tempat Om Arkan, soalnya sekarang Ana tinggal dengan Om Arkan, jadi kami main ke rumah Om Arkan, kalian mau ikut?" tanya Maxim kepada teman temannya.


"Om Arkan itu Pak Arkan kan?" tanya Bimo, yang hanya di balas anggukan oleh Maxim. "Ga apa apa ni?" lanjut Bima.


"Ga apa apa, orang Ana sendiri kok yang bilang." kata Maxim santai.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.