
Setelah cukup lama mereka berbincang, pangeran Nan Cheng segera berangkat ke istana untuk menemui Raja Nan Tang, dan ibundanya ratu Zang Ning.
Sementara tuan Gu segera mencari kamar untuk nya dan Gu Min. Sedangkan Gu Jun berada di Kamar yang sama dengan tuan Gu. Gu Ana segera berlari menuju kamarnya, sambil berdendang ria, sedangkan para pelayan dan penjaga mereka, segera mencari rumah sewa untuk mereka tinggali, untuk sementara waktu.
...
Saat sore hari keluarga Gu, segera bersiap untuk menempati rumah sewa, yang telah di cari oleh pengawal dan pelayan dari keluarga Gu, dibantu oleh Jendral dari kerajaan Nan.
Keluarga Gu, saat ini di bantu oleh para dayang, bersiap untuk memasukkan barang mereka ke rumah sewa tersebut. Beberapa warga sekitar, tak henti hentinya memperhatikan aktifitas dari keluarga Gu. Mereka kagum dengan tandu mewah yang keluarga Gu kenakan, serta saat anak anak dari keluarga Gu keluar, kekaguman mereka bertambah, karna wajah dari anak anak keluarga Gu memiliki paras yang di atas rata rata.
Gu Ana di bantu para dayang, segera mencari ruangan yang pas untuknya, sambil berlari kecil mencari ruangan yang cocok. Saat sampai di sebuah pafilium, dengan taman yang cukup luas dan di penuhi dengan pohon Sakura yang cukup rimbun, Gu Ana segera berlari ke arah pafilium tersebut.
Gu Ana terlihat sangat puas, dan senang dengan pafilium tersebut. Segera Gu Ana meminta para dayang untuk membersihkannya, sementara dayang yang lainnya, menyiapkan air untuk Gu Ana membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Gu Ana mengenakan hanfu, dibantu oleh para pelayan. Setelah mengenakan hanfu, para pelayan segera mengeringkan rambut Gu Ana, kemudian meriasnya seperti biasanya.
Setelah selesai merias diri, Gu Ana segera keluar dari pafilium nya dan mencari Tuan Gu. Saat melihat Tuan Gu berdiri di depan gerbang utama, sambil menyapa para warga yang berkerumun di depan gerbang utama mereka, Gu Ana segera berlari ke arah ke arah Tuan Gu. Melihat Gu Ana berlari ke arahnya, Tuan Gu segera menggelengkan kepalanya, tingkah Gu Ana sungguh seperti anak kecil.
"An'er hati hati nanti kau terjatuh." kata tuan Gu menegur Gu Ana, yang menghampiri Gu Min sambil berlari. "Ah anak perempuanku namanya Gu Ana." kata tuan Gu, memperkenalkan Gu Ana kepada tetangga baru mereka.
"Hai semua, namaku Gu Ana, senang berkenalan dengan kalian semu." Kata Gu Ana sambil tersenyum manis andalannya.
Tak lama kemudian Gu Min dan Gu Jun, menghampiri tuan Gu dan Gu Ana, dengan badan tegap khas bangsawan, membuat para wanita bertambah kagum.
Setelah mereka berbincang bincang, dan berkenalan dengan para warga sekitar. Mereka segera menaiki tandu, dan mencari daging panggang, untuk dimakan bersama nanti malam.
Setelah sampai di pasar, terdapat banyak lampion yang cantik, yang bertengger di rumah rumah, maupun toko toko warga, yang menambah suasana klosal, seperti di drama drama Korea yang sering Gu Ana tonton.
Karna takut tersesat, Gu Ana menggandeng tangan Gu Min, sambil melihat lihat sekelilingnya. Karna melihat sebuah tanghul, Gu Ana dengan cepat menarik tangan Gu Min, untuk segera mendekati penjual tanghul tersebut.
"Gege, aku mau tanghul, belikan aku, aku tak bawa uang." Kata Gu Ana dengan antusias sambil melihat tanghul tanghul yang siap untuk di jual.
Segera Gu Ana diberikan sekantung keping emas, untuk membeli beberapa tanghul. Dengan senang hati Gu Ana menerimanya, sambil mengeratkan gandengannya.
"Bibi cantik, aku pesan dua porsi tanghul ya." kata Gu Ana kepada penjual tanghul tersebut, dengan tersenyum manis, sambil memberikan beberapa keping emas kepada penjual penjual tanghul.
"Nona ini terlalu banyk." kata penjual tanghul tersebut, sambil menunjukkan beberapa keping emas yang di berikan Gu Ana.
"Gege, ini uang mu, terlalu banyak." kata Gu Ana mengembalikan kantung emas tersebut sambil mengedarkan pandangannya. "Gege ayo kesana." teriak Gu Ana dengan antusias, saat melihat sebuah keramaian.
Gu Ana berlari ke arah kerumunan tersebut, sambil menarik tangan Gu Min, dengan berlari kecil.
"Gege kau mau ikut?" Tanya Gu Ana berbalik ke arah Gu Min, sambil menyuapkan Gu Min sebulatan kecil tanghul, yang terlebih dahulu Gu Ana makan.
Sungguh terkejutnya Gu Ana ketika berbalik dan mendapati orang asing, dengan paras tampan, yang saat ini di gandengannya. Gu Ana membulatkan matanya, tak percaya. berkali kali Gu Ana mengerjapkan matanya, untuk memastikan siapa yang sedang di lihatnya.
"Ah... kau buka Gege ku?" kata Gu Ana lemah, sambil tersenyum tidak enak. "Aku sungguh minta maaf, aku fikir kau Gege ku." kata Gu Ana kembali. "Aku akan mengganti uang yang telah aku pakai." kata Gu Ana merasa tak enak kepada laki laki tersebut.
"Kau tahu daerah ini?" Tanya laki laki tersebut dengan dingin, menambah rasa tidak enak Gu Ana. Gu Ana hanya menggeleng pelan, membuat lelaki tersebut menghela nafas kasar. "Sungguh sial sekali aku bertemu dengan wanita sepertimu, aku juga tak tahu tempat ini, kau menarikku tampa aba aba, lalu memisahkanku dengan orang orang ku." kesal lelaki tersebut.
Gu Ana hanya tertunduk mendengar hal itu. "Lalu kenapa kau tak menghentikanku?" cicit Gu Ana, sambil menundukkan kepalanya.
"Hai gadis aneh, aku sudah memberitahumu berkali kali, tapi kau tak mendengar kannya, sekarang kita tersesat." kata laki laki tersebut dengan nada frustasi.
"Aku benar benar minta maaf, aku kira kau Gege ku, ini tak akan terulang lagi, ok." kata Gu Ana dengan wajah yang memelas, membuat semua orang menjadi gemas, melihat tingkah Gu Ana.
"Kau fikir itu akan berfungsi padaku? Dasar wanita kelek." kata pria tersebut mengejek Gu Ana. Mendengar ejekan pria tersebut membuat Gu Ana tak teriam akan hal itu.
"Jelek katamu? Kau tahu aku sangat cantik, ku rasa matamu katarak." kata Gu Ana tak terima di katai jelek dengan laki laki tersebut. "Seandainya kau Gege ku pun, aku tak akan mau menggandeng mu, kau tahu Gege ku jauh lebih tampan dari pada kau." Kata Gu Ana menjek pria tersebut, sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Apa kau bilang? Berani sekali kau membandingkan aku dengan Gege mu." kesal pria tersebut.
Mendengar kekesalan pria tersebut membuat Gu Ana tersenyum, kemenangan.
"Tentu saja jika itu faktanya." tantang Gu Ana membusungkan dadanya, sambil tersenyum kemenangan.
...
Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Laptopnya belum baik, besok baru bisa di ambil.
Oh ya teman teman aku mau promo novel baru nih, judulnya Can U Make Me falling in love again?