It'S Me

It'S Me
Episode 112



Gu Ana segera merobek hanfu dalam raja Bao Ling, dibagian bawah, dan menjadikanya sebagai perban luka raja Bao Ling. sedangkan hanfu luar raja Bao Ling, kini tengah menggantung di samping api unggun untuk di keringkan, begitu pun hanfu luar Gu Ana. kemudian Gu Ana, membersihkan diri di air terjun dengan melepas seluruh pakaiannya. kemudian mengenakan kembali hanfu dalam, dan tipis. Untung saja ruangan tersebut dapat memantulkan hawa panas yang baik, sehingga Gu Ana tak merasa kedinginan.


...


Gu Ana segera membaringkan badannya di samping raja Bao Ling, dan segera menutup matanya. Saat sudah hampir terleleap, tiba tiba terdengar suara raja Bao Ling, yang menggigil. Gu Ana segera bangun, dan memeriksa hanfu mereka yang ternyata sudah kering. Gu Ana segera mengambil hanfu luarnya dan raja Bao Ling. kemudian menyelimuti raja Bao Ling. Raja Bao Ling, kembali terlelap dengan nyenyak di samping Gu Ana, begitu pun Gu Ana.


Saat pagi hari Gu Ana terusik oleh tangan besar di perutnya. Karna Gu Ana belum sepenuhnya sadar, Gu Ana menarik hanfunya hingga ke pangkal leher, dan kembali terlelap, dengan memeluk raja Bao Ling, kayaknya bantal guling kesukaannya. Sama hal nya dengan Gu Ana, raja Bao Ling juga mengeratkan pelukannya ke arah Gu Ana. Lambat laun Gu Ana sedikit tersadar, karna pelukan kuat dari raja Bao Ling, yang semakin erat.


"Aaa..." teriak Gu Ana, yang terkejut kehadiran raja Bao Ling di sampingnya, dan berusaha melepaskan pelukan erat raja Bao Ling.


"Ada apa? jangan berisik." racau raja Bao Ling, menambah pelukannya kepada Gu Ana.


"Ya... lepaskan pelukanmu, sadar lah kau memeluk, orang yang paling kau benci." kata Gu Ana mencoba membangunkan Gu Ana. "Bangun lah aku harus mencari makanan untuk kita." Kata Gu Ana berusaha melepaskan pelukan Raja Bao Ling, yang masih setia dengan tidurnya. Gu Ana segera mencubit pipi raja Bao Ling, hingga membuat mata raja Bao Ling terbuka sepenuhnya, dan melepaskan pelukannya.


"Tetap di sini aku akan mandi, jangan mengintip." kata Gu Ana, sambil mengambil hanfu luarnya, kemudian keluar dari gua.


Sambil mandi, Gu Ana menangkap beberapa beberapa ikan, untuknya dan raja Bao Ling. Setelah itu, Gu Ana mengenakan hanfunya, dan kembali ke Gua.


Riba tiba di luar terdengar keributan seperti mencari seseorang, untung saja Gu Ana sudah masuk, dan mendapatkan makanan. Saat ini raja Bao Ling tengah menambah kayu bakar untuk api unggun mereka.


"Ling Ling kau bisa bakar ikan kan? Aku sangat lapar sekarang, dari semalam aku belum makan." Kata Gu Ana cengengesan, sambil memegang perutnya yang rata.


"Hm... kesini lah." perintah raja Bao Ling, sambil tersenyum ke arah Gu Ana. Sontak membuat Gu Ana segera mendekati dam mendudukkan pantatnya di samping raja Bao Ling. Gu Ana terus memperhatikan raja Bao Ling, dengan seksama, sambil sekali kali memicingkan matanya.


"Tidak panas." kata Gu Ana menyuntuh kening raja Bao Ling, dengan punggung tangannya. "Ini kau kan Ling Ling?" tanya Gu Ana, sambil terus memperhatikan raja Bao Ling.


"Iya ini aku, dasar aneh, kau fikir aku kesurupan apa? dasar gadis bo**h." kata Raja Bao Ling, dengan kesal kepada Gu Ana. Mendengar caci maki dari raja Bao Ling, Gu Ana mengusap dadanya dengan lega.


"Ternyata ini benar benar kau." kata Gu Ana bernafas legah.


"Memang kenapa?" tanya raja Bao Ling, sambil menatap bingung ke arah Gu Ana.


"Kau tiba tiba tersenyum, biasanya kau selalu bersikap dingin padaku." kata Gu Ana dengan santai.


"Kau benar benar lucu." kata raja Bao Ling sambil terkekeh geli melihat tingkah Gu Ana, dan mengusap kepala Gu Ana. Gu Ana juga ikut tertawa, menertawai kelakuannya.


"Ini ikannya sudah matang." Kata raja Bao Ling, sambil memberikan ikan yang sudah di bakar.


"Kau ini, ikannya masih panas, apa kau selapar itu?" tanya raja Bao Ling, menyambut ikan tersebut, dengan menggunakan hanfu sebagai pelapisnya. Raja Bao Ling tersenyum, kemudian meniup niup ikan Gu Ana. Gu Ana dengan sabar menunggu ikan tersebut dingin, bahkan Gu Ana sesekali menelan air liurnya. Setelah di rasa dingin Raja Bao Ling, mengambil sedikit ikan tersebut. Membuat Gu Ana cemberut, raja Bao Ling tersenyum melihat ekspresi Gu Ana. Kemudian raja Bao Ling menyuapi Gu Ana sambil terkekeh.


"Makanlah aku cuman bercanda." Kata raja Bao Ling, menyodorkan ikan bakar yang telah dingin. Gu Ana menerima sambil tersenyum senang.


"Aduh, kemana Ling Ling ku yang super galak kemarin." Kata Gu Ana menggoda raja Bao Ling.


Raja Bao Ling tertawa mendengar kata kata Gu Ana, sambil menikmati ikan yang telah di makannya.


"Apa ikannya hambar?" tanya raja Bao Ling, sambil memandang Gu Ana, sedangkan yang di tanyai hanya mengangguk.


"Memang hambar sih, tapi karna baru di tangkap maka sedikit manis." kata Gu Ana masih menikmati ikannya.


"Aku bisa membuatnya menjadi enak." kata raja Bao Ling, tersenyum ke arah Gu Ana. Gu Ana hanya terdiam, dan memandangi raja Bao Ling dengan tatapan tak percaya. "Kalau kau tak percaya tutup matamu." kata raja Bao Ling mencoba meyakinkan Gu Ana.


Apa salahnya mencoba, entah memang enak. Kata Gu Ana, sambil menutup matanya, mengikuti perintah raja Bao Ling.


Cup.


Raja Bao Ling mel***at bibir Gu Ana dengan lembut, membuat Gu Ana terkejut, segera membuka matanya, dan mencoba mendorong raja Bao Ling. Namun raja Bao Ling menahan tengkuk Gu Ana, hingga Gu Ana tak bisa menjauhakan kepalanya, kemudian menggigit bibir bawah Gu Ana, kemudian memasukkan ikan, yang sejak tadi berada di dalam mulut raja Bao Ling. Raja Bao Ling dengan agresif terus menjelajahi rongga mulut Gu Ana, hingga sama sama kehilangan nafas.


Setelah terlepas, Gu Ana dengan refleks menelan ikan dari raja Bao Ling. Sambil menghirup napas dengan rakus, membuat raja Bao Ling tersenyum.


"Manis bukan?" tanya raja Bao Ling sambil tersenyum menggoda ke arah Gu Ana.


"Dasar kau, aku rasa otak mu benar benar terbentur kemarin." kata Gu Ana menjauh dari raja Bao Ling. "Sekali lagi kau mencium ku sembarangan, aku akan mengadukannya ke istri, selir, atau permaisurimu." omel Gu Ana, sembari mengancam raja Bao Ling.


"Aku belum menikah, dan kau calon permaisuri ku." kata raja Bao Ling, memandang Gu Ana dengan serius.


...


Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.


Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?