It'S Me

It'S Me
Episode 215



"Jadi Ana nya manja manja sama siapa dong." goda Ariana sontak membuat Arkan mengerutkan keningnya.


"Ya sama mas lah kamu cuman boleh manja manja nya sama Mas." kata Arkan menatap lekat mata Ariana. "Nah gini aja kalau mas udah selesai manja manja nya, baru kamu yang manja manja sama mas." kata Arkan memberi solusi yang sontak membuat Ariana terkekeh geli.


...


Pagi ini Ariana dan Arkan berniat untuk pergi makan siang bersama, kemudian menemani Arkan untuk pergi kekantor Arkan. Arkan sudah mengambil cuti untuk istrinya selama hamil, bukan tampa alasan, Arkan tahu bahwa Ririn adalah orang yang nekat. Meski Ariana bisa beladiri namun di dalam perut Ariana, kini tumbuh janin, sehingga tubuh Ariana pun menjadi lebih lemah dari biasanya.


Arkan menggandeng tangan istrinya memasuki sebuah restoran, hingga sampai pada meja yang telah Ia pesan. Arkan tampak benar benar menyayangi istri nya, membuat Ariana tersenyum bahagia. Setelah mereka dudu, tak lama kemudian seorang pelayan datang, dan membawa buku menu. Arkan dan istrinya segera menyebut pesanan mereka, dan pelayan tersebut langsung mencatatnya.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang, organ dan Ariana pun makan dengan tenang sesekali Arkan mengajak istrinya bercengkrama, sembari menunjukkan beberapa perhatian kecil.


Beberapa pasang mata tampak tak bisa tidak curi pandang untuk memperhatikan mereka, sepasang suami istri ini tampak sangat serasi apalagi dengan kemesraan yang mereka tunjukkan sekarang ini. Di Saat tengah asyik makan tiba-tiba seorang wanita menghampiri Arkan.


"Hi makan apa kabar?" siapa wanita tersebut yang tidak lain adalah Ririn, Ririn sengaja menyebarkan dan mengabaikan Ariana agar Ariana menjadi kesal. Bukannya kesel Ariana justru melanjutkan makannya dengan santai. "Jadi wanita kampung ini bisa makan di restoran gini juga?" kata Ririn menghardik Ariana dengan merendahkan Ariana.


Arkan yang mendengar istrinya direndahkan di depan umum menjadi murka, Ia sangat tidak terima jika ada seseorang yang merendahkan istrinya, meskipun Ariana tampak tidak begitu terganggu dan peduli dengan adanya Ririn.


"Rin tolong jangan ganggu saya dan istri saya lagi, tolong jangan ganggu rumah tangga saya lagi, apalagi saat ini istri saya tengah mengandung anak saya." kata Arkan dingin, memperingatkan Ririn dengan emosi yang ditahannya.


"Eh Ar jangan percaya deh kamu, jangan percaya dengan wanita yang seperti ini ini belum tentu anak kamu." arti Ririn melihat Ariana dengan penuh permusuhan, membuat Ariana berdiri kesal dengan ucapanmu Ririn.


Plak.


Satu tamparan mendarat dengan mulus di pipi Ririn, membuat pipi kanan Ririn menjadi merah karena panas.


"Saya peringatkan dengan kamu laki-laki yang sedang kamu kejar ini sudah beristri dan istrinya sedang hamil anaknya." kata Ariana memandang Ririn dengan tatapan tajam dan merendahkan. Ariana tampak mengintimidasi Ririn dengan pandangannya, hingga membuat Ririn menjadi sedikit gemetar dibuat oleh pandangan Ariana.


Ririn sendiri tidak menyangka bahwa Ariana berani melakukan hal itu, karena jika dilihat dari wajah dan tingkah Ariana tidaklah berbahaya untuk Ririn melakukan hal itu. Namun hari ini dia salah, hanya karena Ariana memandang Ririn dengan pandangan mengintimidasi mampu membuat Ririn merasa tertekan.


"Kau..." belum sempat Ririn melanjutkan kata-katanya areanya kembali menampakkan pipi sebelah kirinya.


Plak.


"Menurut Nona muda Ririn Chandra, yang mana yang lebih murahan antara wanita yang sudah bersuami resmi di mata hukum dan agama atau wanita yang ingin merebut suami orang?" tanya Ariana kepada Ririn yang berhasil membungkam kata kata Ririn. "Kalau Nona muda ragu, nona bisa menanyakan dengan orang sekitar sini." kata Ariana sontak membuat Ririn mengalihkan pandangannya ke orang-orang sekitar yang memandangnya dengan pandangan yang tidak percaya.


Bagaimana tidak Ririn saat ini tengah melabrak istri seseorang karena mencintai suami orang tersebut. Ririn dapat melihat jelas pandangan merendahkan orang-orang terhadap Ririn, bahkan Ririn dapat mendengar beberapa cemoohan wanita tentang Ririn yang mengatakan bahwa Ririn wanita pelakor.


Ririn keluar dari restoran itu dengan rasa malu yang sangat besar, sebelum Ririn meninggalkan restoran tersebut Arkan segera angkat bicara.


"Rin saya peringatkan kamu jangan pernah ganggu rumah tangga saya lagi, Saya memang tidak pernah memukul wanita, tetapi jika kamu berani menyentuh istri saya maka saya tidak akan pernah memaafkan kamu." kata Arkan memperingati Ririn dengan penuh makna.


Ririn membatu mendengarkan kata-kata Arkan, tak dapat bergerak sama sekali, entah karena takut ancaman Arkan atau saat ini hatinya benar-benar hancur Karena mengharapkan suami orang.


Arkan segera membayar pilnya dan berjalan melewati Ririn yang saat ini tengah membatu setelah mendengarkan kata-katanya.


"Bukankah tadi itu pertunjukan yang sangat menarik?" kata Ariana sontak membuat Ririn terkejut tak percaya. "Ini baru permulaan jika kau berani melangkahkan kakinya lebih dari ini maka kau akan mendapatkan hal yang lebih dari ini." kata Ariana sembari mengeluarkan seringai liciknya yang hanya bisa dilihat oleh Ririn, membuat Ririn semakin mematung dan tak tahu harus berkata apa.


Setelah melihat mobil yang Ariana dan Arkan tumpangi Ririn barulah bisa bergerak, Ririn segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju parkiran, kemudian memasuki mobilnya dan memukul stir berkali kali, dan menangis sejadi-jadinya karena merasa kalah dan dipermalukan.


Bagaimana tidak Ririn bahkan kalah dengan telak ketika melawan Ariana. Pertama tama Ririn kalah dan dipermalukan oleh Ariana, yang ternyata sangat licik. Saat piring tengah menangis tiba-tiba seseorang mengetuk pintu mobilnya, dan orang yang mengetuk tadi hanya memberikan secarik kertas kepada Ririn.


"Jika kau benar benar ingin memikirkannya datanglah ke restoran seafood di samping malioboro land." isi surat tersebut sontak membuat Ririn mengerutkan keningnya.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.