It'S Me

It'S Me
Episode 185



"Iya kalo Maxim parah, terus lo bedua apaan? Ciumam hot di bioskop." kata Jasson membela Maxim, membuat Ariana menganga tak percaya dengan apa yang telah di katakan Jasson.


"Kenapa?" tanya Rayen mulai ikutan Maxim dan Jasson. "Kami punya videonya loh..." kata Rayen menggoda Ariana dan Arkan. Ariana melongo tak percaya, bagaiman adegan mereka bisa sampai bocor keluar, bahkan ada videonya. Sementara Arkan hanya mehertunduk malu, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dengan wajah yang memerah, sementara tangannya terus menggenggam tangan kiri Ariana.


"Ana kami godain Arkan Kan?" tuduh Erick, Karna Erick tau jelas anaknya, Ariana. Suka sekali menggoda orang lain, hingga salah tingkah. Erick juga tau kalau ini bukan ciuman pertama untuk Ariana, membuat Erick menggeleng kan kepalanya.


"Idih enak aja Daddy." protes Ariana, tak terima tuduhan Erick. "Ana emang suka godain orang, tapi sampai salting doang, ga ada yang namanya cium cium, emang bibir tempat tangkringan?" kesal Ariana. "Yang ada ni Om ganteng yang suka nyosor." kata Ariana, keceplosan. "Eh ups." kata Ariana langsung menutup mulutnya sendiri, membuat yang lain tertawa keras, karna Ariana keceplosan, dengan apa yang mereka lakukan. Ariana sungguh tak bermaksud membuka rahasianya, namun bibir Ariana yang tak bisa di pancing, membuat yang lain mudah untuk memancingnya, membuka aibnya sendiri.


"Jadi beneran ni, Arkan suka nyosor sama kamu?" goda Farhan, tersenyum melihat adiknya, Arkan.


"Udah Om... jangan di godain lagi, jangan di pancing lagi, Ana suka keceplosan ni." kata Ariana kesal karna merasa terus di pancing.


"Wajar lo kan ikan julung julung." kata Maxim mengejek Ariana. Baru saja Ariana ingin membalas, makanan pesanan mereka telah tiba, sementara Maxim, Jasson dan Armin belum datang, karna sedikit lebih lambat memesan. Sambil menunggu makanan Maxim, Jasson dan Armin, mereka berbincang bincang, sambil tertawa.


di seberang tempat mereka, seorang laki laki Terus memperhatikan mereka, Ia adalah Zack. Zack tersenyum ketika melihat Ariana tertawa. "Menawan." guman Zack ketika melihat Ariana tengah tertawa. Namun saat melihat Ariana cemberut Zack kembali tersenyum. "Menggemaskan." gumannya lagi.


Anak buah Zack sedikit bingung melihat tingkah ruannya, yang terus memperhatikan ke arah Ariana, yang saat ini tengah asyik bercanda ria, dengan anggota keluarganya. Anak buah Zack sedikit tersenyum kecut, ketika mengetahui tujuan tuannya, hanya untuk melihat Ariana. Bahkan harus mengosongkan jadwal segala, padahal ada pertemuan dengan kolega penting.


Saat makanan Maxim, Jasson dan Armin datang, semua diam, dan bersiap untuk makan, dengan pesanan mereka masing masing.


"An doa makan, jangan doa keluar rumah." kata Maxim mengingat kan Ariana, lebih tepatnya menggoda Ariana.


"Lo jangan godian gue mulu ya, lo kira gue mempan di godain sama bunga bangkai kaya lo, susuah nemuinnya, tapi sekali ketemu di jauhin." kesal Ariana, menatap permusuhan ke arah Maxim.


"Udah udah kalian berdua, makan makan." kata Armin membuka suara, sontak membuat Ariana dan Maxim terdiam patuh, Sementara Jasson dan Rayen hanya tersenyum senyum. Lain halnya dengan Erick, Farid, Farhan, dan Arkan yang bingung dengan Ariana dan Maxim. Setelah pertengkaran kecil antara Ariana dan Maxim, mereka pun makan dengan tenang.


"Baiklah, kita langsung ke intinya saja." Kata Farid tersenyum ke arah Ariana dan Arkan. "Baiklah Arkan sekarang ada yang ingin kamu katakan?" lanjut Farid tersenyum ke arah Arkan. Senyum terukir tipis, di bibir Arkan, ketika di persilahkan untuk membuka suara.


"Saya mau melamar, dan meminta Ana untuk menjadi istri saya Dad." kata Arkan setelah sekian lama bungkam. "Bisakah saya menjadikannya istri saya dalam dua minggu ini?" tanya Arkan, dengan penuh harap. Sontak membuat Ariana tersedak air, yang tengah Ariana minum.


"Baiklah, setidaknya kami tenang meninggalkan Ariana, di Indonesia." kata Erick kembali membuat Ariana tercengang.


"Masih sekolah." kata Ariana, sembari menaikkan tangan kanan ke atas kepala.


"Tapi kan sudah kuliah." kata Rayen tersenyum penuh arti kepada Ariana.


"Tapi masih kecil." kata Ariana, memanyunkan bibirnya.


"Pikiran sudah dewasa ya..." timpal Maxim menaik turunkan alisnya. "Walaupun pakai eyeliner ga bisa." ejek Maxim, hingga menimbulkan tawa. Mendengar hal itu Jasson tertawa, dan tangan kanannya refleks memukul pundak Maxim, hingga membuat Maxim mengaduh kesakitan.


"Wah parah lu Jass, ini namanya toxic dalam pertemanan." kata Ariana memanas manasi Maxim.


"Iya nih parah banget." kata Maxim memandang kesal ke arah Jasson.


"Sebelah mana tadi?" tanya Ariana, sembari mandang ke arah Maxim. "Sebelah sini ya." tanya Ariana sembari memukul pundak Maxim, yang satunya. Sontak membuat Maxim melototkan matanya.


...


Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.