
“Kau kenapa memfitnahku? Aku tak mungkin melakukan hal serendah itu.” Kata putri Bei membela diri.
“Tak mungkin, bukankah kau salah minum malam itu? Akibat kebodohan pelayanmu, minuman yang harusnya di minum Gege ku, malah terminum oleh mu? Dan kau malam itu tertidur dengan seorang kasim sehingga kau hamil dan kau menggugurkan kandunganmu.” Kata Gu Ana kembali membuka rahasia putri Bei.
Mendengar kata kata Gu Ana putri Bei masih terus memutar otaknya agar dapat berkelit dari masalalunya.
“Tidak, kau tidak memiliki bukti.” Teriak putri Bei kepada Gu Ana.
Mendengar kata kata putri Bei sontak membuat Gu Ana tertawa, lalu kembali melihat Gu Ana melihat putri Bei dengan intens.
“Benarkah kau ingin bukti? Ah baikalah karna aku tak enak menolak keinginan tuan putri, saya akan berikan.” Kata Gu Ana dengan senyum penuh arti.
Sementara putri Bei yang melihat senyum Gu Ana memiliki firasat tidak enak, dan ketakutannya semakin bertambah.
Melihat ketakutan putri Bei membuat Gu Ana menikmati ekspresi yang ada di hadapannya.
“Bawa mereka masuk.” Kata Gu Ana sambil melambaikan tangan.
Saat anak buah Gu Ana membawa pelayan peribadi putri Bei, Kasim yang saat itu tidur dengan putri Bei, serta tabib yang bertugas menggugurkan kandungan putri Bei. Sontak membuat putri Bei pucat pasi, dan tak mampu berkata apa apa, Ia hanya meneteskan mata tak percaya jika mereka merencanakan akan membuka seluruh perbuatan kejinya di depan umum.
“Cukup… apa kalian tidak sadar? Kalian sedang mempermalukan kerajaan Bei, keluarga dari kerajaan Bei.” Bentak raja Bei Qing penuh emosi, karna merasa dipermalukan.
Mendengar kata kata dari raja Bei Qing sontak membuat Gu Min, Gu Ana dan Gu Jun mengalihkan pandangannya kepada raja Bei Qing.
“Benarkah? Apakah kau yakin kau masih seorang raja?” tanya Gu Jun dengan seringai.
Mendengar ucapan Gu Jun membuat raja Bei Qing bingung tak mengerti maksudnya.
Tiba tiba saja Gu Ana mencabut pedang dan mendekati putri Bei.
“Gege bagaimana kalau aku membukanya dari wanita ja***g ini?” tanya Gu Ana dengan nada manja kepada Gu Min.
Sedangkan yang ditanya berbalik dan memandang Gu Ana dengan penuh kasih sayang, lalu mengangguk.
“Lakukan semaumu aku akan mendukung dan melindungimu.” Kata Gu Min dengan santai, lalu mengembalikan kembali pandangnnya kepada raja Bei Qing
Raja Bei Qing, Ratu Bei, putra mahkota Bei Xuang, dan Xie fang mencoba menghentikan Gu Ana.
“Berhenti kau tau siapa yang akan kau lukai, kau tau apa yang akan kau tanggung.” Ancam ratu Bei dengan nada angkuh.
Mendengar hal tersebut sontak membuat Gu Min, Gu Ana, dan Gu Jun tertawa terbahak bahak.
“Benarkah? Sekarang mari aku tanyakan apakah kau masih keluaga kerajaan hingga saat ini?” tanya Gu Ana tertawa mencemooh.
Mendengar hal itu sontak membuat raja Bei Qing menggeram emosi karna perlakuan dari keluarga Gu tersebut.
“Kau…” belum sempat raja Bei Qing melanjutkan kata katanya, tiba tiba utusan kerajaan Bei Qing datang membawa kabar.
“Ampun Yang Mulia, kita harus berbicara sebentar, silahkan ikut saya.” Kata kasim tersebut kepada raja Bei Qing.
“Kenapa harus diluar? Apakah kau ingin menyampaikan bahwa kerajaan Bei Qing telah di taklukkan pemberontak?” tanya Gu Jun mengejutkan semua orang.
Mendengar kata kata Gu Jun sontak membuat kasim tersebut manganga tak percaya apa yang di dengarnya, bagaiman Ia bisa tahu, sedangkan utusan saja baru bisa sampai di sini.
“Kau… bagaimana mungkin…” kata Kasim tersebut tak percaya.
Melihat hal tersebut sontak membuat seluruh orang yang ada di dalam aula tersebut menjadi gaduh.
Tiba tiba pangeran Nan Cheng meraih pedang yang di genggam Gu Ana, lalu mengayunkan pedangnya dan menebas kepala putri Bei hingga terlepas dari badannya.
“Aaaa…” teriak semua orang yang ada di dalam sana.
“Bagai mana mungkin kau melakukannya kepada putri ku?” tanya ratu Bei tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pangeran Nan Cheng.
Sedangkan Gu Ana sendiri yang menyaksikan hal itu terdiam di buatnya, melihat kepala yang tergeletak di hadapannya membuat Gu Ana teringat kembali kekejaman raja Bei Qing yang menebas kepala pelayan setianya saat menyelamatkan dirinya.
"Itu bahkan tak mampu mengobati luka kecil yang dialami An'er" kata pangeran Nan Cheng dengan seringai.
“Apakah sakit? Bagaimana rasanya kehilangan? Itu yang kurasakan saat dua tahun lalu.” Tiba tiba Gu Ana berbicara dengan berlinang Air Mata.
“Saat usiaku Sembilan tahun kau dan anakmu yang sama sama ke***at itu mencoba melecehkanku, hingga membunuh pelayan setiaku. Karna kalian tak ingin hal ini diketahui oleh banyak orang, kalian justru mengrim pembunuh berkali kali saat kami kembali dari kerajaan Bei.” Kata Gu Ana menyeka air matanya, “Kau membuat Ibu ku terbunuh dalam hal itu, kau tahu seberapa menderitanya aku selama ini? Kau tak tahu bagaimana aku menghabiskan hariku karna selalu merasa bersalah kepada Ibuku? Kau tahu bagaimana bayangan perbuatan kalian malam itu terus menghantuiku setiap malam? Kau tahu bagaimana aku mencoba tersenyum didepan semua orang agar mereka tak khawatir? Kau sungguh tidak punya hati ingin melecehkan seorang anak kecil, untung saja tuhan masih menyayangiku sehingga kesucianku tak kalian rebut.” Kata Gu Ana menumpahkan kesedihannya yang Ia pendam selama ini.
Kata kata Gu Ana sontak membuat semua orang shok tak percaya, sedangkan pangeran Zang Limo mendekati Gu Ana, lalu membawanya ke dalam pelukannya, Ia memang mengetahui cerita tersebut tapi tak menyangka penderitaan Gu Ana sedalam itu.
“Tangkap anggota kerajaan Bei yang tersisa, kemudan gantung mereka di alunalun kerajaan Bei.” Kata Gu Min dengan sorot mata yang dingin.
Sedangkan anak buah yang mendengar hal tersebut langsung saja menangkap anggota kerajaan yang tersisa tersebut.
Tuan Gu mandekat dan menenangkan Gu Ana yang masih menangis sedu sedu dalam pelukan pangeran Zang Limo.
“Ayah, maafkan An’er, karna An’er Ibu pergi untuk selama lamanya, aku minta maaf, ayah pasti sangat membenciku. Maaf kan aku ayah.” Kata Gu Ana di sela sela tangisannya.
Tangisan Gu Ana seakan menyayat semua hati orang yang ada di aula saat itu, bahkan ada beberapa wanita yang menangis karna keadaan yang pernah dialami olah Gu Ana.
Jujur saja tuan Gu tak pernah menyangka bahwa kejadian dua tahun lalu berdampal terhadap kejiwaan anaknya, yang sealu merasa tertekan.
Gu Min menaiki tangga untuk bertemu dengan Raja Zang Zuan dan menyerahkan kerajaan Bei yang telah berhasil mereka rebut.
Kemudian raja Zang Zuan membubarkan acara tersebut, dan mengintuksikan pangeran Zang Limo untuk membawa Gu Ana ke pafilium bulan, sedangkan yang lain dibawa untuk menjelaskan bagaiman cara mereka melakukannya kepada raja Zang Zuang.
Malam itu menjadi malam yang membahagiakan sekaligus malam yang menegangkan untuk raja Zang Zuan, bagaimana tidak raja Zang Zuang berhasil mendapatkan sebuah kerajaan bersar tanpa kerja keras di hari pernikahan putra mahkota Zang Liue, namun menjadi hal yang menegangkan juga untuknya, karna calon menantunya sangat terlihat lemah saat ini.
Saat ini mereka berkumpul di pafilium Bulan, untuk memastikan keadaan Gu Ana, yang saat ini sedang diperiksa oleh tabib Long.
“Mereka pantas mendapatkannya.” Guman ratu Xu Yiang ketika mengingat bagaiman sakitnya yang dialami Gu Ana ketika berumur Sembilan tahun.
“Bibi tenanglah, mereka telah mendapatkannya.” kata Xu Jiali menenangkan ratu Xu Yian.
Saat tabib Long selesai memeriksa Gu Ana, tabib Long sedikit mengernyitkan sebentar karna kondisi Gu Ana saat ini.
“Tabib ada apa dengan An’er?” tanya tuan Gu tak sabar.
“Saat ini jiwanya sedang terguncang, dan tertekan sehingga membuatnya sangat setres…” kata kata tabib Long terputus.
“Jadi dia tidak apa apa kan?” tanya pangeran Zang Limo kepada tabib Long.
“Tubuhnya tidak apa apa, namun mungkin Ia akan tertidur selama satu minggu, guna memulihkan jiwanya yang sedang terluka.” Kata tabib Long. “Situasi atau sebuat trauma masalalu yang sangat menyakitkan yang membuatnya seperti ini.” Lanjut tabib Long.
“Setelah ini saya akan melakukan akupuntur dengan Nona Gu, setiap pagi agar nona Gu cepat sadar” terang tabib Long kepada semua orang. “Setelah melakukan akupuntur mungkin nona akan sembuh total, tetapi setelah kesembuhannya tolong biasakan terbuka dengan Nona Gu, agar Nona Gu juga dapat bercerita dengan orang orang, karna ini terjadi akibat Nona Gu terlalu memendam semuanya sendiri.” Terang tabib Long kembali.