
Benar saja Arkan saat ini sudah mulai tersenyum, sembari memeluk perut Ariana. Arkan bahkan mengecup dan mencium perut Ariana, Membuat Ariana terkekeh. "Sayang ayo kembali ke ruanagan," kata Arkan melepas pelukannya.
Arkan mulai berdiri dari tempat duduknya, sembari menggandeng Ariana untuk keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa Arkan mencomot berkasnya, karena Arkan tak ingin Ariana yang membawanya.
...----------------...
Arkan dan Ariana berjalan meninggalkan ruangan tersebut, sembari berpegangan tangan. Pegawai kantor sudah biasa melihat hal itu, karena memang mereka pasangan suami istri.
Arkan membukakan pintu untuk istrinya, jika di lihat dari sisi orang yang tak mengetahui hubungan mereka, mungkin akan berfikir bahwa Arkan sedang bermain serong. Bahkan saat ini Arkan yang lebih dilihat seperti seorang sekretaris, karena sikap Arkan yang selalu memanjakan Ariana.
"Silahkan masuk ratuku," ucap Arkan, membuat Ariana tersenyum.
Bukan tanpa sebab akan melakukan hal itu, karena Arkan takut jika akan berpaling darinya. Arkan sadar dirinya sudah tua, sedangkan Ariana masih sangat muda, Arkan takut jika iya lengah sedikit ia akan di sabit oleh orang lain.
Mereka masuk, kemudian duduk di sofa Ariana melirik jam tangannya, waktu menunjukkan sudah hampir makan siang. Ariana menelfon supirnya, menanyakan anaknya sudah di jemput atau belum.
"Halo Vekran sudah di jemput atau belum?" tanya Ariana.
"Sudah nyonya sudah, tuan sudah di jemput tadi jam sembilan," kata orang yang ada di ujung sana, terdengar seperti laki laki yang beranjak tua.
"Iya terimakasih mang," kata Ariana sembari tersenyum.
"Iya sama sama nyonya." kata Arkan.
"Baiklah, terimakasih sekali lagi mang, sudah dulu ya. Assalamualaikum," kata Ariana mematikan sambungan telfonnya.
Ariana segera mendekat ke arah Arkan, yang saat ini tengah memandangnya ke arahnya. Ariana mendudukkan pantatnya di samping suaminya.
"Iya mas jam sembilan tadi," kata Ariana tersenyum ke arah suaminya.
"Sayang kita makan apa kita hari ini?" tanya Arkan sembari mengusap lembut kepala istrinya.
"Hm... makan apa ya?" Ariana tampak berfikir, tak tahu akan makan apa. "Lihat di daftar makanan aja mas," kata Ariana sembari memandang suaminya dengan senyuman manis andalannya.
"Hm... coba kamu lihat," kata Arkan sembari menyodorkan ponselnya ke arah Ariana, tampa melepaskan pandangannya dari Ariana.
Arkan memandang Ariana dengan pandangan lembut, di sertai dengan usapan lembut di kepala Ariana. Melihat istri menggemaskan nya ini baik baik saja, merupakan hal yang paling membahagiakan untuknya.
"Mas pesan ini ya," kata Ariana menunjuk sebuah steak dan spageti. "Mas pilih yang mana?"
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.