
Tak lama kemudian Bima kembali memenangkan permainan, dan tersenyum kemenangan.
"Sekali kalah ya kalah aja." kata Bima sembari terkekeh.
...
Sementara itu Arkan yang sudah menerima nampan, yang berisi makanan dan air putih dari Aida, untuk istri tercintanya. Arkan segera beranjak menuju kamar nya, hendak menemui Ariana. Aida tersenyum melihat tingkah semangat Arkan, ketika mengantarkan makanan untuk Ariana.
Aida sungguh benar benar bersyukur bahwa adik iparnya, Ariana. Bener benar bisa mengubah sifat Arkan.
Ariana mengubah sifat Arkan untuk dari awal bertemu. Memang mungkin saat itu Arkan belum menyadari nya, namun kehadiran Ariana mampu membuat banyak perubahan di hati Arkan.
Arkan dengan bergegas menaiki tangga, dan berjalan menuju kamarnya. Saat sampai di kamarnya, Arkan menemui Ariana tengah mencoba bangkit, dari tempat tidur.
"Loh sayang, mau kemana?" tanya Arkan meletakkan nampan berisi makanan dan minuman di meja.
"Mau buang air kecil mas." kata Ariana masih mencoba bangkit.
"Hm... jangan banyak gerak dulu sayang." kata Arkan sembari menghampiri Ariana.
Arkan segera menggendong istri nya, dan membawanya ke dalam kamar mandi. Arkan meletakkan Ariana di atas toilet duduk yang masih tertutup. Setelah itu Arkan membantu istrinya membuka celananya, membuat Ariana begitu malu.
"Mas ana ga bisa buang air, mas keluar dulu gih." kata Ariana dengan malu-malu.
"Ga mas tunggu di sini." kata Arkan berseikekeh.
"Iya terserah mas." kata Ariana.
Setelah selesai, Arkan segera mengangkat Ariana ke kamar lagi. Arkan kemudian mendudukkan Ariana di sofa, dan melangkah menuju nak lah samping tempat tidur.
Arkan mengambil makanan dan minuman yang ada di nampan, kemudian dengan telaten Arkan menyuapi Ariana. Setelah selesai makan, Ariana segera meminum obat dibantu oleh suaminya.
Arkan kembali memapah Ariana menuju tempat tidur. Arkan segera membaringkan badannya di samping Ariana. Setalah Arkan memperbaiki posisi badan istri nya.
Arkan berbaring miring, sembari memandang wajah cantik istrinya. Arkan mengecup pipi istrinya, kemudian menjauhkan kepalanya. Arkan kembali memandang seksama wajah istrinya.
"Kenapa sih mas?" tanya Ariana heran melihat kelakuan suaminya.
Arkan tersenyum kemudian memeluk Ariana, Arkan memeluk Ariana di bagian dada Ariana. Karena Ariana baru saja melakukan operasi.
"Sayang kamu itu cantik." kata Arkan, membuat Ariana terkekeh mendengar suaminya.
"Orang sakit gini di bilang cantik." kata Ariana meraih wajah tampan suaminya. "Mas jangan tinggalin Ana ya." kata Ariana sembari tersenyum, ke arah Arkan.
Arkan yang mendengarkan itu, segera menggenggam tangan Ariana yang mengusap wajah Arkan. Arkan mengecup tangan Ariana.
"Mas ga akan pernah ninggalin kamu sendirian." kata Arkana. "Mas sudah punya kamu dan Vekran, jadi apa lagi yang mas cari?" kata Arkan kali ini mengecup bibir istrinya.
...
Bunyi itu kembali terdengar, seperti sejauh delapan, hingga sepuluh meter darinya. Seperti nya itu menggunakan kamera resolusi tinggi, atau kamera dengan lensa yang cukup mahal.
Justin kembali mendengus, ia mencium bau pengacau, bau ini mudah di kenali, karena berbau tajam dan apek. Selain itu, Justin hanya mencium bau lembab dari tumbuhan sekitar, dan beberapa bau binatang melata. Ya tak salah lagi, ini bau para paparazi yang sangat di benci Justin. (Cinta tuan vampir.)