
Ariana merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya, membuat Arkan segera mengecup puncak kepala istrinya. "Besok besok kita harus coba di kantor, mas akan meminta Didi untuk membuatkan kamar di sana," kata Arkan, sontak membuat Ariana merinding mendengarkannya. "Mas lama lama kamu ku siram air Yasin ya... pikirannya kok tambah mesum dari hari ke hari, bukannya tambah dewasa," protes Ariana sembari sedikit memukul dada bidang suaminya. Arkan terkekeh, kemudian kembali lagi mengecup puncak kepala istrinya.
...----------------...
"Sayang kita sudah sampai," kata Arkan membuat Ariana segera bangun dari posisinya. "Atau kamu masih mau goyang di sini?" kode akan segera membuat Ariana.
"Mas benar benar mesum tingkat di atas dewa ya..." Ariana memandang suaminya kini tengah mengedipkan matanya dengan tatapan mesum. "Untung laki," setelah mengatakan hal itu, Ariana segera turun dari mobil suaminya, diikuti dengan suaminya yang kini meletakkan tasnya di bagian pinggang. Bukan tanpa sebab ataupun untuk terlihat keren, namun saat ini celana Arkan telah basah oleh kegiatan panas tadi.
...----------------...
Sesampainya di kamar, bukannya puas. Arkan justru meminta Asisten rumah tangga nya untuk tak mengganggu mereka saat ini, dengan alasan kelahan. Mungkin saja tak ikut makan malam.
"Malam ini mungkin kami tak ikut makan malam, karena kami tengah kelelahan, jika ada sisa letakkan saja di pemanas, agar kami bisa menyantapnya saat malam."
Arkan mengikuti istrinya, yang saat ini tengah menyalami Farid dengan sopan, serta mencium Vekran yang tengah bermain dengan Farid.
"Pi besok Ana ke perusahaan Daddy sebentar, soalnya ada malah di bagian Hanvei modelling," kata Ariana bercerita kepada Farid, Ariana memang masih suka berbicara, dan bercerita tentang banyak hal.
"Sayang ayo istirahat," kata Arkan menarik Ariana, sedikit tergesa gesa.
Farid yang melihat hal itu, sedikit mengerti karena melihat jas anaknya yang tergantung di pinggang. Farid sudah dapat menebak mereka telah melakukan kegiatan semi panas, gelora anaknya sudah tak dapat di ragukan lagi, itu menurun darinya, ketika masih muda. Bahkan dulu ia menikahi istrinya saat istrinya masih berumur enam belas tahun. sementara dirinya tengah berumur dua puluh sembilan tahun, atau terpaut tiga belas tahun. Ah... jiwa me*sum-nya sangat menggelora saat itu, namun takdir hanya memutuskan untuk memberi dua orang anak. Itu pun setelah istrinya berumur tiga puluh tuju tahun, membuatnya sangat menjaga istrinya. Sementara saat itu anak sulungnya menikah ketika umurnya mencapai dua puluh tahun.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.