
Melihat gelagat Ariana yang ingin kabur, Arkan segera menarik selimut lalu mengurung diri mereka di dalam selimut, kemudian mulai menggelitiki istrinya.
Ceklek.
Pintu terbuka membuat Ariana dan Arkan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Menampilkan sosok Erick yang tengah berdiri di ambang pintu, melihat kejadian selimut selimutan, sontak segera menutup matanya.
"Lain kali kunci pintunya."
...
Kata Erick setengah berteriak, dan menutup kembali pintunya dengan tergesa gesa. Erick segera berlari menjauhi pintu yang baru saja ia tutup, kemudian berjalan menuruni tangga dengan wajah yang memerah.
"Daddy kenapa? Lah Ana mana?" tanya Rayen kepada Erick, yang saat ini tengah duduk di lantai, sembari mengobrol dengan Farid dan Gilang.
"Aduh ada dua cicak lagi bertarung sengit tadi." kata Erick sukses membuat Farid terkikik geli. Pantas saja wajah sahabat sekaligus besannya ini terlihat panik, dan juga memerah.
Sementara Rayen dan juga Gilang belum mengerti maksud dari Erick, sehingga hanya mengerutkan dahinya,bingung.
"Lah apa hubungannya dengan Ana Daddy?" tanya Rayen bingung dengan tingkah Daddy nya.
"Iya cicaknya lagi bergulat." kata Erick mencoba mencoba memberi tahukan Rayen dengan cara yang halus.
"Dad maksudnya apa sih Dad..." kata kata Rayen terputus, ketika otaknya mampu mencerna maksud dari Erick, Ayahnya. "Daddy maksudnya mereka..." kata kata Rayen kembali terputus, karna tak sanggup melanjutkan kata katanya. "Daddy ini masih sore, kok..." Rayen benar benar tak habis kata, dengan Arkan dan juga Ariana.
"Ya elah kalau kamu udah menikah, nanti ngerti kok." kata Farid sembari tertawa, melihat ekspresi tak percaya dari Rayen.
"Ya lo sih belum nikah, ga kenal waktu pokoknya." sambung Gilang sontak benar benar membuat Rayen menganga tak percaya.
"Ga ga... emang ga ada akhlak mereka, kita datang ke sini karna mau ketemu mereka, eh dianya malah enak enak." kata Rayen kesal dengan atupun iri dalam waktu yang bersamaan kepada kedua pasutri itu.
Sementara Ariana dan Arkan hanya terbengong tak percaya, dan juga terkejut dengan kehadiran Erick yang tiba tiba. Ariana mencoba membangunkan dirinya, namun naas kepalanya dan kepala Arkan malah terbentur, membuat Ariana kembali tertidur.
"Mas buka selimut dulu, habis itu bangun." kata Ariana dengan wajah yang masih terlihat bingung.
Arkan hanya mengikuti perintah istrinya, kemudian beranjak dari atas istrinya. Ariana kemudian bersiap untuk bangun, kemudian ditahan oleh Arkan. Arkan menarik istrinya, hingga kembali terbaring, Ia pun ikut berbaring di samping istrinya, Arkan memeluk Ariana sembari mengecup lembut kepala Ariana.
"Baring aja dulu, Mas lagi mau meluk kamu." kata Arkan membuat Ariana melongo tak percaya. Ariana mencoba melepaskan pelukan suaminya, namun di tahan oleh Arkan. "Lima menit aja ya sayang." pinta Arkan, membuat Ariana berbaring pasrah di sampingnya.
Setelah lima menit, Ariana mencoba melepaskan dari suaminya, membuat Arkan segera memandang Ariana.
"Kan sudah lima menit Mas ku sayang." kata Ariana memandang kearah Suaminya dengan pandangan jengah.
"Masa? perasaan baru sebentar." kata Arkan memandang wajah cantik istrinya.
"Hm... sebentar sebentar, ayo turun." ajak Ariana membuat Arkan menggeleng. "Pasti yang lain udah nunggu." kata Ariana membuat Arkan mengerutkan keningnya.
Arkan keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tengah membersihkan tempat tidur, segera memeluk badan istrinya dari belakang. Arkan mengecup leher jenjang Ariana kemudian menggigit kecil daun telinga Ariana.
"Mas jangan mulai deh, ayo turun." kata Ariana menghentikan aktivitas suaminya, Arkan hanya merengut, kemudian mengikuti langkah istrinya.
Saat melangkah kan kakinya, hal yang pertama kali Ariana dan Arkan lihat adalah, orang orang yang tengah tersenyum ke arah mereka, terkecuali Rayen.
"Kenapa tu muka lu Kak?" tanya Ariana dengan wajah polosnya.
Mendengar kata kata Ariana sontak membuat Rayen ingin sekali memukul kepala adiknya. Namun karna memikirkan keponakan tersayangnya, jadi Ia mengurungkan niatnya.
"Tau... gara gara tau ada cicak berantem kali." kata Gilang membuat yang lain tertawa renyah. Mendengar hal itu, sukses membuat Ariana dan Arkan mengerutkan keningnya bingung.
"Ha? Gila kamu Ray, ketimbang cicak doang muka langsung di tekuk, kenapa kamu? Mau jadi cicak juga?" tanya Arkan yang masih tidak mengerti arti pembicaraan mereka, yang sebenarnya mengolok olok dirinya dan juga istrinya.
Yang lain mendengar perkataan Arkan, sontak tertawa. Karna sebenarnya Arkan tengah mengatai dirinya sendiri.
"Iri om." kata Gilang membuat yang lain tambah kencang tertawanya.
"Aish diam lu Gil." kesal Rayen, kemudian mengalihkan pandangannya memandang ke arah Ariana dan Arkan secara bergantian. "Lu berdua ya enak enakan di atas, kami nunggu sampe lumutan di sini." kesal Rayen memandang Ariana dan Arkan.
"Idih kok kami, lu kesalnya sama cicak kok jadi adik lu yang cantiknya tiada tara sih." protes Ariana yang masih belum mengerti maksud dari cicak itu, yang ternyata di tujukan untuk dirinya.
"Cicak Vs buaya." kata Erick memecahkan tawa mereka. Membuat Ariana yang memandang Rayen mengalihkan pandangannya ke arah Erick.
"Buaya buaya buaya darat noh, kayak kak Rayen." kata Ariana kembali memandang Rayen sembari menjulurkan lidahnya, membuat Rayen benar benar kesal.
"Apa lu kate? Gue buaya? Ganteng gini lo bilang buaya." kata Rayen tak terima.
"Iye lu ganteng kak, ganteng banget kalau kata anak remaja sekarang, lu tu GGS." kata Ariana mencemeeh kakaknya, sontak membuat yang lain tambah tertawa di buatnya.
"GGS, ganteng ganteng serigala maksud lu?" tanya Gilang penasaran dengan maksud dari Ariana. Gilang memang sering mendengarkan sinetron GGS yang sering di ceritakan oleh para suster, membuatnya mengerti arti dari kepanjangan dari GGS.
"Ya bukan lah, itu mah ke bagusan gelarnya." kata Ariana menggelengkan kepalanya, membuat wajahnya memancarkan aura imut. "Geer Geer Sarap." kata Ariana membuat semua orang tertawa, dengan kepanjangan dari GGS yang di sematkan Ariana, untuk kakaknya. Sontak membuat Rayen semakin kesal di buat oleh Ariana.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.