It'S Me

It'S Me
Episode 206



"Maaf Rin tolong hargain istri saya, istri saya sedang ada di samping saya." kata Arkan tegas. Dari raut wajah Arkan, Ariana dapat melihat bahwa Arkan, terlihat sedikit kesal dengan apa yang diucapkan Ririn.


"Engga kamu pikir aku bakalan percaya gitu, jangan harap! Dengan begitu aku nggak akan pernah ganggu kamu lagi." kata Ririn penuh dengan emosi bercampur kecewa. "Jangan harap Arkan, kamu tahu bahwa aku dari dulu menyukai kamu." kata Ririn setengah berteriak.


...


Ariana yang merasa jengkel dengan perlakuan Ririn, segera angkat bicara.


"Maaf lelaki yang anda telepon ini sudah beristri! Tolong jangan ganggu suami saya lagi! Tolong jangan ganggu rumah tangga saya! Jika Anda berani mengganggu rumah tangga saya, saya tidak akan segan-segan!" ancam Ariana kesal.


"Heh kamu siapa kamu? Pasti kamu ngemis cinta sama Arkan kan? Arkan nggak akan mau sama kamu, kamu pasti menjebak Arkan kan? Biar bisa dinikahin dasar murahan kamu." hardik Ririn dari balik telepon. Mendenga kata-kata Ririn, yang merendahkan istrinya. Arkan segera mengambil alih ponsel tersebu, Arkan kali ini benar-benar tidak habis pikir, dengan apa yang dipikirkan Ririn.


"Ririn jaga kata-kata kamu, kepada istri saya! Saya tidak akan segan-segan kalau kamu berani mengatakan hal tersebut lagi, saya berjanji akan membuat kamu menyesalinya." kesal Arkan dengan emosi yang memuncak, kemudian mematikan sambungan telfon tersebut.


Saat Arkan selesai mematikan ponselnya, Arkan segera berbalik, dark mendapati Ariana yang telah selesai merapikan pakaian mereka. Arkan menatap Ariana dengan perasaan yang tidak enak, dengan segera Arkan mendekati istrinya yang tengah menyimpan koper. Saat arkan mendekati Ariana, Ariana melangkah terlebih dahulu menuju tempat tidur mereka, untuk beristirahat. Melihat hal tersebut Arkan merasa bersalah terhadap Ariana.


"Sayang, kamu ga marah kan sama Mas?" kata Arkan khawatir dengan sikap Ariana.


"Engga kok Mas, aku nggak marah istirahat capek banget nih." kata Ariana polos dan mengetahui situasi yang sebenarnya.


Arkan yang merasa diabaikan, kini semakin khawatir istrinya marah kepadanya. Apa lagi saat ini Ariana tidur membelakanginya, Arkan mengusap buku harian dan dengan lembut. Bukannya merasa nyaman Ariana justru merasa tidurnya terganggu.


"Mas apa-apaan sih ngantuk tahu." kata Ariana, sukses membuat Arkan merasa bersalah. Arkan segera membalikkan badan Ariana, agar menghadap ke arahnya. Saat Ariana sudah berbalik kearah arkan arkan segera memeluknya.


"Dia teman satu SMA Mas, dari dulu dia suka sama Mas tapi Mas gak pernah tanggapi." kata Arkan mencoba menjelaskan kepada Ariana. "Bagi Mas cuman kamu seorang, jangan marah ya sayang, Mas cuman sayangnya sama kamu." terang Arkan memeluk Ariana dengan erat.


"Sudah ya Mas, ayo tidur capek badan Ana pegal semua." kata Ariana segera memejamkan matanya. Arkan yang merasa lega karena Ariana membalas pelukannya, menandakan bahwa Ariana sudah tidak lagi marah kepadanya. Arkan tersenyum lalu, mengecup puncak kepala Ariana, dan ikut terlelap bersama Ariana.


Setelah sore hari Ariana terbangun terlebih dahulu, Ariana segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kemudian Ariana turun ke lantai satu untuk menyapa Farid. Ariana yang melihat Farid tengah menonton, di ruang keluarga segera ke dapur, untuk mengambil cemilan dan minuman.


Ariana melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, untuk duduk bersama Farid dengan cemilan dan minuman yang ia bawa. Farid tersenyum ketika melihat Ariana menata cemilan mereka diatas meja, dan meletakkan minuman jus apel tanpa tanpa gula untuk mereka berdua. Farid tersenyum senang karena merasa tidak salah memilih menantu.


Sementara Arkan yang baru bangun dari tidurnya, melihat Ariana sudah tidak berada disampingnya lagi. Arkan segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu Arkan segera turun dan mendapati Ariana dan Farid tengah menonton bersama. Arkan tersenyum senang melihat kekompakan Ariana dan Farid. Arkan segera melangkahkan kakinya untuk ikut bersama Ariana dan Farid.


Ariana dan Farid saat ini tengah menonton salah satu film dari Disney, mereka berdua tampak sangat menikmati film tersebut, bahkan mereka tidak menyadari kehadiran Arkan. Saat Arkan mendudukkan pantatnya di samping Ariana, Arkan mendapatkan tatapan tajam dari Ariana.


"Mas pakai parfum apa?" tanya Ariana penuh selidik. "Bau banget sih sana, sana, sana." kata Ariana mengusir Arkan.


...


Hai auto mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.